Beberapa hari yang lalu, di ITB muncul poster-poster yang berisi tentang pelantikan kembali SBY sebagai presiden NKRI periode 2009-2014. Pelantikan yang biayanya 12 Miliar tersebut menjadi bahan utama yang dibahas dalam poster-poster tersebut. Siapa yang mempropagandakan poster tersebut? Jelas, KM-ITB.
Apa sih yang ingin dilakukan? Hal ini baru terjawab pada tanggal 19 Oktober 2009, malam hari, ketika saya pulang. Sebuah baliho besar tentang kondisi rakyat Indonesia sekarang yang dibandingkan dengan biaya pelantikan yang menelan 12 Miliar. Ironi ini dijadikan dasar bahwa KM-ITB akan mewakilkan anggota-anggotanya untuk berdiri di depan Gedung DPR Jakarta pada hari pelantikan. Saya berpikir, ya bolehlah, ada rasa nasionalismenya.
Keesokan harinya, saya kuliah pagi. Terlihat banyak mahasiswa mengenakan Jaket Almamater berkumpul di depan gerbang Ganesha. Oh, mereka siap-siap berangkat, piker saya. Saya pun langsung ke kelas untuk kuliah. Siang harinya, saya ke Himpunan, dan mendapatkan suatu fakta menggelikan.
Ternyata, rombongan KM-ITB yang rencana akan berangkat ke Jakarta itu batal berangkat. Pertama, acara pelantikan SBY dijadwalkan dimulai jam 10.00, namun sampai jam 9.00 rombongan itu belum berangkat. Di sini kelihatan jelas bahwa mereka tidak serius, dengan adanya molor yang cukup lama ini. Akan tetapi, mereka tetap nekar berangkat meskipun tahu akan telat. Ya, lumayan konsisten lah, meskipun nggak serius.
Berikutnya, dari cerita yang saya dengar, di tol Kopo, bus rombongan tersebut dihentikan oleh Polisi. Sepertinya belum dipersiapkan adanya halangan seperti ini. Dan yang paling menggelikan, sopir bus tidak memiliki SIM. Hahaha! Lelucon macam apa ini? KM-ITB hanya membuat mahasiswa-mahasiswa ITB tersebut membuang waktu kuliah dengan haapan tinggi menuju Jakarta, padahal hanya untuk distop polisi di Tol Kopo.
So, KM-ITB boleh lah untuk niat dan pemikiran dan besar. Tapi saya piker, Omong saja tidak cukup. Kita ini mahasiswa ITB. BUKAN HANYA OMONGAN YANG DIBUTUHKAN, TAPI TINDAKAN YANG KONKRIT DAN BENAR!!!
