Posted by: izmantoko | June 27, 2009

Mencongak

Pernah dengar kata-kata ini? Atau mungkin pernah melakukannya waktu SD?

Ya, mencongak memang suatu hal yang sering dilakukan pada saat saya SD dulu. Sebelum mulai pelajaran dan sesudah ngaji (saya sekolah di SD Muhammadiyah 1 Solo), selalu diadakan tes mencongak.

Entah sekarang masih ada atau tidak, tapi mencongak sangatlah bermanfaat. Sekarang, saya bisa membayangkan sekian dikali sekian, dibagi sekian, ditambah sekian. Kalau dulu tidak dilatih dengan mencongak, mungkin tidak selancar sekarang. hahaha.

Adakah yang pernah mencongak juga?

Posted by: izmantoko | June 26, 2009

Ganteng vs Cakep

Apakah kedua kata di atas berarti sama? Ya, sering ada seseorang laki-laki yang disebut ganteng, ada juga yang disebut cakep. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kedua kata di atas:

gan·teng a elok dan gagah (tt perawakan dan wajah, khusus untuk laki-laki); tampan: ia sangat — lagi baik budi sehingga banyak orang yg menyenanginya

ca·kep ? cakap

ca·kap a 1 kl sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat: – engkau membunuh hulubalang itu?; patik tiada — bercerai dng dia; 2 pandai; mahir: anak itu belum — mengerjakan hitungan perkalian; 3 mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu: ia diberhentikan dr jabatannya krn tidak –; 4 bagus rupanya; cantik; rupawan: gadis itu modern lagi –; 5 bagus; elok (potongan atau halus bahannya tt pakaian dsb): alangkah — nya baju itu; 6 patut; serasi: ia pantas dan — benar memakai baju itu; 7 Mk tangkas; cekatan (tidak lamban): tampaknya ia — bekerja;

Ternyata arti kedua kata tersebut mirip-mirip (definisi keempar untuk cakap). Tapi di Jawa, kedua kata yang mirip tersebut memiliki arti yang sama, namun aplikasi yang berbeda.

Ganteng, digunakan untuk mengatakan seseorang laki-laki hitam yang tampan. Sedangkan Cakep digunkan untuk menyatakan seseorang laki-laki berkulit putih yang tampan.

Rasis? Bisa iya, bisa tidak. Tinggal bagaimana cara kita memandangnya. Tapi saya sebagai seorang laki-laki yang berkulit hitam dan manis, saya bangga kok menyebut diri saya Ganteng. hehehe.

Posted by: izmantoko | June 24, 2009

Wali – Cari Jodoh

Ada yang pernah dengar lagu ini? Yang liriknya seperti ini,

Ibu-ibu, bapak-bapak siapa yang punya anak bilang aku

Aku yang sedang malu sama teman-temanku

Karena hanya diriku yang tak laku-laku

Pertanyaan dasar, deh. kenapa lirik seperti itu bisa dijual?

Puitis? Jelas tidak.

Romantis? Apalagi.

Idealis? Nggak ada sama sekali.

Kampungan? Iya, tepat sekali.

Bukannya saya menghina atau bagaimana, tapi kok bisa-bisanya lagu seperti itu diterima masyarakat Indonesia? Dari liriknya saja sudah seperti itu, ternyata lagunya sama saja, kemelayu-melayuan. Parah! Kangen Band style, lah. Ya, saya memang sedikit antipati dengan aliran melayu yang hanya mencari popularitas tanpa menunjukkan jati diri yang asli. Kenapa sih harus ngekor band yang sudah ngetop? Kenapa tidak bikin aliran baru?

Yah, sebab lain lagu itu sediterima itu di masyarakat, ya masyarakat Indonesia sendiri. Kuping mereka sudah sangat terbiasa dengan lagu dangdut, yang akibatnya ketika mendengar lagu semacam itu, kupingnya langsung nyetel. Bukan hal yang salah juga, sih. Pendapat dan selera musik tiap-tiap orang berbeda. Saya yakin, orang menengah ke bawah tidak doyan mendengarkan musik Jazz ataupun Classic. Begitu pula banyak orang menengah ke atas yang tidak bisa mendengar lagu melayu, dangdung, dll.

Hmm, dari sini saya menarik sebuah kesimpulan yang sangat ekstrim.

Lagu yang banyak diterima orang hingga dinyanyikan banyak orang (pria/wanita, tua/muda, besar/kecil) adalah lagu bergenre melayu yang kampungan, gampangan, namun easy listening.

Silakan berpendapat jika tidak setuju dengan pendapat saya.

Posted by: izmantoko | June 22, 2009

Caraka Malam (Pelatihan Kepemimpinan IV bag.2)

Ada yang tahu apa itu caraka malam? Caraka malam adalah suatu teknik komunikasi yang digunakan oleh tentara zaman dahulu ketika belum ada telepon, sms, apalagi internet. Bagaimana caranya? Seorang tentara diberikan suatu pesan oleh atasannya, dan dia harus menyampaikannya ke tujuan pesan bagaimana pun caranya. Satu lagi, pesan ini rahasia, jadi apapun yang terjadi orang lain tidak boleh tahu.

Nah, saat Latpim IV kemarin, ada acara yang disebut caraka malam, yah simulasi lah. Peserta Latpim harus menyusuri hutan, malam-malam dengan membawa suatu pesan rahasia. Apapun yang menghadang di jalan, kita tidak boleh menyebar pesan tersebut.

Tau sendiri, kan, saya orangnya cukup penakut. Tapi entah kenapa saat caraka malam itu saya terpikir untuk maju awal-awal. Apa tujuannya? Mumpung belum terlalu malam. hahaha. Seperti slogan salah satu capres kita, Lebih Cepat Lebih Baik (no campaign!). Akhirnya saya berangkat keempat.

Sepanjang jalan yang gelap saya membaca ayat kursi, tasbih, tahlil, takbir, dll. maklum, ngusir hal-hal yang tidak diinginkan. hahaha. Pos pertama, perabaan.

Tangan saya dimasukkan ke dalam suatu ember. Setelah menyentuh sesuatu yang berlendir dan basah, saya langsung berteriak,

KODOK, Pak!!! Yakin 100 persen!

Tentara yang mengecek saya pun tertawa terbahak-bahak. Saya diperintahkan memasukkan tangan lagi, namun saya menolak, karena jijik dengan kodok. Namun akhirnya saya luluh, saya memasukkan tangan lagi, dan mendapat kesimpulan baru,

Oh, ini ikan Pak, bukan kodok!

Bapaknya masih tertawa. lalu dia bertanya siapa nama saya, dan saya jawab. Benar, 100 buat kamu lanjut. bangga ding, benar ternyata rabaan saya.

Tiba-tiba di suatu tempat yang hanya ada pohon-pohon. saya melihat cahaya biru kehijauan di belakang pohon. Spontan karena terbiasa liat film Indonesia yang hantunya keluar dengan background cahaya, saya langsung teriak, “Astaghfirullahal’adzim!!!”

Eh, ternyata itu adalah salah seorang tentara yang sedang merekam acara caraka malam. Wuaduh, malu banget. Untung rekamannya tidak dimasukkan video Latpim. Setelah menambah beberapa ratus meter, saya pun sampai ke pos akhir untuk menyampaikan pesan.

Dari: Komandan Dodik Bela Negara

Kepada: Komandan Kompi Latihan

Isi Pesan: Kirimkan nama-nama anggota peserta Latihan Kepemimpinan Mahasiswa ITB TA.2009 yang akan menjadi pejabat dalam upacara penutupan.

Saat ngobrol dengan teman-teman menceritakan pengalaman sepanjang jalan, saya kembali ditertawai. Pos perabaan itu bukan ikan, tapi lele dan belut. Langsung saja saya malu ditertwai teman-teman. Ya minimal sudah berani jalan malam, lah.

Posted by: izmantoko | June 21, 2009

Kurus gara-gara Kuliah

Yah, akhirnya saya kembali ke Solo tercinta. Dan sambutan orang di rumah cukup mencengangkan,

Loh, kamu kok kurus banget, Le???

Hahaha! Luar biasa! Kuliah membuat saya kurus. Jadi bagi para wanita yang ingin kurus, kuliah aja deh.

Posted by: izmantoko | June 16, 2009

hari-hari Awal (Pelatihan Kepemimpinan IV bag.1)

Awal liburan ini, saya mengikuti acara yang diadakan oleh ITB, yaitu Pelatihan Kepemimpinan (Latpim) IV. Acara ini merupakan kerjasama antara ITB dan Kodam III Siliwangi. Sangat banyak hal yang dilakukan selama Latpim tersebut. Acara ini dimulai hari Minggu, tanggal 7 Juni 2009, jam 15.00, dan berakhir pada hari Sabtu, tanggal 13 Juni 2009, jam 10.00. Acara tersebut sangat-sangat menarik!!!

Hari Pertama (8 Juni 2009)

Pembukaan Latpim IV oleh Pangdam III Siliwangi dan Rektor ITB. Bisa dibilang ini adalah hari seminar. Mulai pagi, peserta Latpim IV dijejali materi seminar oleh orang-orang hebat, mulai Pangdam III Siliwangi (Rasyid Qurnuen), orang Pemprov Jabar (nah, yang ini kayaknya nggak begitu hebat), Dosen dari Unpad (mantap dah meskipun ngantuk), Hermanto Kosasih (EQ dan IQ), sampai malamnya ada hal baru tentang AQ oleh Tentara (kalo tidak salah namanya Ashari Joni). Yah, capek, ngatuk, tapi materi-materi OK punya, kecuali yang dari Pemprov Jabar. Gara-gara Dede Yusuf nggak datang, diganti ni orang nggak jelas.

Hari kedua (9 juni 2009)

‘Penderitaan’ seminar dilanjutkan. Sehari penuh seminar oleh para ahli dan permainan oleh Bu Tjiptati. Permainan ala Masquerade cukup membuat peserta tambah dekat dengan peserta lainnya. Dan yang paling menarik adalah ceramah tentang Korupsi dari salah satu anggota KPK. Orangnya botak, namanya Yoyo. Cukup familiar sih, tapi lupa dimana liatnya. Sayangnya Menpora Adiyaksa Dault batal datang.

Hari ketiga (10 Juni 2009)

Nah, seminar sudah habis. Mulai ke luar ruangan. Sekarang isinya game-game yang cukup menarik. Game cowok-cewek yang membuat para peserta makin akrab. Namun yang cukup menarik adalah laithan PBB. Mulai dari grakan dasar seperti Siap, Istirahat, Hadap kanan-kiri, balik kanan, sampai yang paling keren adalah periksa kerapian. Wah pokoknya udah serasa tentara aja, deh.

Nah, untuk hari-hari selanjutnya, saya lanjutkan diposting selanjutnya saja. See You!!!

Posted by: izmantoko | May 26, 2009

Ekonomi Islam…?

Suatu saat saya membaca sebuah buletin di Masjid Salman yang berasal dari salah satu organisasi Islam di bandung. Isi bulletin tersebut adalah suatu penjelasan tentang system ekonomi yang ada di dunia saat ini, baik system ekonomi kapitalis, sosialis, maupun syariah.

Organisasi tersebut menyoroti tentang buruknya system kapitalis, di mana seluruh asset Negara dapat diperjual –belikan dengan pihak asing. Ya, sebuah konsep dimana pihak asing memeang peranan penuh dalam ekonomi dan kehidupan suatu negara. Sedangkan system sosialis menekanlan kepemilikian bersama. Seluruh barang adalah milik bersama. Barangku ya barangmu, barangmu ya barangku. Seperti itulah konsepnya.

Organisasi tersebut melihat dari sudut pandangnya bahwa system kapitalis akan mematikan perekonomian Negara tersebut dan terkesan seolah menyerahkan nasib rakyat kepada pihak asing. Sedangkan system sosialis dianggap terlalu menyamarataka rakyat. So, apa solusi yang mereka tawarkan? Ekonomi Syariah Islam.

Dalam ekonomi Islam, kepemilikan pribadi diakui, dan pihak asing juga boleh masuk. Intinya keadilan dalam bidang ekonomi. Ya, ada benarnya juga sih. Tapi apakah benar Ekonomi Islam paling baik? Yakin? Kalau begitu, izinkah saya bertanya satu hal.

Adakah contoh nyata Negara yang menerapkan ekonomi Islam dan berlangsung dengan baik?

Posted by: izmantoko | May 13, 2009

Kiamat 2012?

Beberapa hari lalu ketika saya ke bookfair di sabuga, saya melihat ada buku best seller tentang Kiamat akan terjadi 2012.
Langsung saya berpikir, apakah ini serius? Dasarnya? Dan yang terpenting, saya berpikir, bagaimana nasib proyek saya tahun 2013?

Posted by: izmantoko | May 11, 2009

Kenapa Musik Melayu Maju di Indonesia?

Ya, tidak dapat dipungkiri bahwa musik melayu saat ini memang menjadi suatu tren yang sangat digandrungi masyarakat. Siapakah yang memulainya?  Sepertinya Peterpan lah yang memulai.  Hal ini sangat tampak dari cara memainkan lagu yang berkutat dengan kunci-kunci itu saja, serta cara menyanyi menggunakan cengkok-cengkok ‘aneh’.

Hal ini langsung saja menjadi suatu  fenomenan di Indonesia ketika ada suatu band yang mengusung musik etnik melayu, yang katanya musik asli Indonesia. Benarkah??

Menurut saya, terlalu mengada-ada. Musik seperti itu justru sedikit mengotori musik Indonesia itu sendiri. Permainan kunci dan suara yang mendayu-dayu ditambah cengkok yang aneh, sangat mengganggu telinga beberapa orang (hanya beberapa), dan itu termasuk saya. Dan fenomena yang lebih menarik lagi, banyak sekali pengekor Peterpan.

ST12, kangen Band, Mahkota, Salju, sampai Hijau Daun pun mencontoh apa  yang dimainkan Peterpan. Hal ini menjadi suatu pertanyaan, apakah mereka memang memainkan musik seperti itu, atau malah ‘terpaksa’ memainkan musik itu dengan tujuan mencapai apa  yang pernah Peterpan capai dalam beberapa waktu lalu?

ya, semoga saja semua itu ada sisi positifnya,  dan semoga musik Indonesia makin maju.

Posted by: izmantoko | May 5, 2009

Nama Anak

Entah kenapa, meskipun saya belum menikah dan belum tau mau nikah kapan, tapi dari kecil (SMP) saya sudah memikirkan nama anak saya nanti.

Venus Aerithia kalau perempuan. Kenapa seperti itu? Venus adalah Dewi Kecantikan dalam mitologi Romawi, sedangkan Aerithia saya ambil dari Aerith, seorang wanita cantik petarung dari Final Fantasy VII.

Alex Herculais Maulana untuk anak laki-laki. Alex adalah nama samaran saya ketika SMP, sedangkan Herculais berasal dari Hercules, Dewa dalam Mitologi Romawi, sedangkan Maulana dari Armand Maulana, vokalis GIGI.

Nah, itu semua baru rencana. Entah nanti istri saya setuju atau tidak, masalah belakang, lah. hehehe.

Older Posts »

Categories