Posted by: izmantoko | May 28, 2008

Oedipus Complex & Paedofilia

Setelah kemarin membahas (ceile, membahas…) tentang Sindrom Pacaritis Nekatus, kali ini saya ingin sedikit ngoceh (kayanya lebih pas istilahnya) tentang Oedipus Complex dan paedofilia. Yup, mungkin istilah-istilah ini cukup polpler di antara beberapa orang, namun ada juga yang sama sekali tidak tahu apa itu. OK, begini sedikit penjelasannya.
Oedipus Complex adalah suatu keadaan (bukan penyakit) dimana seseorang menyukai lawan jenisnya yang berusia lebih tua darinya. Hal ini wajar jika terjadi pada perempuan, namun sangat tidak wajar pada laki-laki. Contohnya adalah seorang anak SMA yang menyukai gurunya. Atau bisa juga seorang mahasiswa yang menyukai dosennya. Hal ini juga terjadi pada Rasulullah SAW (25 tahun) yang menikah dengan Siti Khadijah (40 tahun).
Sebaliknya, Paedofilia  adalah keadaan (sekali lagi, bukan penyakit) dimana seseorang menyukai lawan jenisnya yang jauh lebih muda darinya. Atau istilah kerennya saat ini Doyan Bronis (berondong manis). Paedofili ini bisa terjadi pada laki-laki dan/atau wanita. Dan sekali lagi, Rasulullah juga pernah menikahi Aisyah yang saat itu masih berusia 8 tahun (kalau gak salah).
Jadi, dari uraian di atas dan dengan fakta bahwa rasulullah SAW pernah megalami keduanya, dapat disimpulakan bahwa Oedipus Complex dan Paedofilia bukan penyakit.
Bagaimana pendapat anda? Pernah mengalaminya?


Responses

  1. “….
    Bagaimana pendapat anda? Pernah mengalaminya?”

    Bagaimana dengan penulis sendiri?

    hahahahaha…

    pis, bos…

  2. assalamu’alaikum…

    saya masih sedikit kurang setuju dengan pendapat anda yang memberikan contohnya dengan keadaan Rasulullah saat itu. oedipus complex dan paedofilia yang seperti anda uraikan memang bukan sebuah penyakit, namun seperti semacam penyimpangan ketertarikan terhadap lawan jenis yang memang tidak seperti pada umumnya terjadi pada masyarakat. dan jika anda menggambarkan Rasulullah sebagai contohnya, saya tegaskan bahwa Rasulullah tidak melakukannya karena beliau mengalami kedua hal tersebut, namun lebih ke arah kepentingan dakwah yang menjadi pertimbangan utamanya. Rasulullah merupakan manusia sempurna yang dijaga sekali kondisi jiwanya oleh Allah semata, karena beliau adalah pemimpin nomor satu dan orang terhebat yang pernah ada di dunia ini. tidak mungkin seseorang yang jiwa dan hatinya selembut dan sesempurna Rasulullah mengalami oedipus atau paedofilia pun ketika anda menyimpulkannya bahwa itu bukan penyakit, tapi saya rasa itu lebih seperti kelainan kejiwaan.jadi saya rasa, anda masih kurang tepat jika menggambarkan kondisi psikologis Rasulullah seperti itu.

    saya berbicara demikian karena saya memiliki seorang teman dekat yang menderita oedipus complex, menurut data yang saya dapatkan sebelumnya, ini adalah sebuah kondisi kejiwaan yang tidak wajar yang dialami oleh seorang pria khususnya yang mencintai secara berlebihan kepada ibunya bahkan berniat menyingkirkan ayahnya karena rasa cemburunya. bahkan si anak bisa saja membunuh ayahnya sendiri untuk menikah dengan ibunya.pada masa pubertas, anak ini cenderung lebih tertarik dengan lawan jenis yang umurnya jauh lebih tua dengannya. atau bisa dibilang seorang remaja pria yang menyukai tante-tante. jadi jelas sudah bahwa anggapan anda sebelumnya yang menjadikan Rasulullah sebagai contoh ‘penyakit’ ini masih sangat kurang tepat.

    terima kasih.

  3. @zeest:

    Mohon maaf jika saya menggunakan Rasulullah sebagai contoh. Tapi, bukan maksud saya untuk menjelek-jelekkan nama baik Rasulullah (saya juga muslim). Saya hanya ingin mencontohkan bahwa Rasulullah juga pernah mencintai orang yang lebih tua maupun yang lebih muda.
    Terima kasih

  4. hmm…


Leave a response

Your response:

Categories