Fenomena Musik Indonesia (Kangen ST12)
Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada ST12 dan kangen band karena telah berhasil menguasai tangga lagu Indonesia, baik itu di INBOX SCTV, DAHSYAT RCTI, mauapun MTV AMPUH. Suatu hal yang cukup membanggakan bagi mereka. Namun, ada satu hal ingin saya garisbawahi, yaitu kesuksesan mereka sendiri.
Ayo kita lihat hal yang paling dilihat dari suatu band, Lagu. Dalam hal ini, Kangen Band dan ST12 memiliki nilai NOL BESAR. Jika kita melihat lagu mereka yang berjudul PUSPA dan DOY, sungguh suatu kemunduran pesat dalam musik Indonesia. Jika boleh berpendapat, lagu itu sampah! Tapi kenapa lagu-lagu tersebut sukses menjadi nomor 1 di tangga lagu Indonesia? Ok, mungkin lagu itu sangat easy listening (bahkan dibandingkan lagu Peterpan yang saya pikir paling easy listening), tapi kalau dilihat dari jenis musik dan lirik, sungguh suatu ‘penghinaan’ bagi musik Indonesia. Dengan mengandalkan genre musik dangdut (mereka menyebutnya melayu atau apapun lah) dan lirik kacangan, mereka maju menembus pasar musik Indonesia. Dan hal yang paling aneh, banyak orang yang suka. Apakah artinya ini? Suatu penurunan Sense of Music, atau malah penurunan Tingkat Intelegensi (IQ) masyarakat Indonesia? Bahkan grup band sekelas UNGU pun tergoda untuk membuat lagu bergenre Melayu-Dangdut dalam album religi mereka. Untung saja lagunya tidak separah dan sendeso ST12 dan Kangen band. Ayo Simak lirik lagu PUSPA dan YOLANDA,Jangan-jangan kau menolak cintaku,
jangan-jangan kau ragukan hatiku,
Ku kan setia menunggu
untuk jadi pacarmu
jangan-jangan kau tak terima cintaku
jangan-jangan kau hiraukan pacarmu
putuskan saja pacarmu, lalu
bilang I love you padaku.Kamu dimana? dengan siapa?
semalam berbuat apa?
kamu dimana? dengan siapa?
disini aku menunggumu dan bertanyaLagu ST12, sunggu penuh dengan jangan-jangan. Benar-benar Lirik yang kampungan yang supir becak pun bisa berkata begitu pada pacarnya. Kangen band apa lagi, liriknya benar-benar menunjukkan tingkat pendidikan yang sangat rendah. Bahasa lirik yang digunakan sangat-sangat rendah. Sori, SAMPAH!
Hal penting berikutnya dari sebuah band adalah, personil band, terutama vokalis. ST12? Vokalis yang niatnya ingin jadi rocker dengan menggunakan kalung rantai, tapi kenapa anting-antingnya pakai tali kayak cewek (Jangan-jangan homo!)? Rocker kok suaranya ndangdut? Bagaimana dengan kangen band? Rambut rebonding, poni panjang, muka jerawatan, body ceking. Sama sekali nggak cocok jadi vokalis. Mendingan balik jadi tukang cendol aja deh!Finally, semuanya ada di tangan pembaca. Silakan saja kalau memang ngefans sama ST12 atau kangen Band. Saya di sisni hanya sebagai pengamat musik yang memberikan ulasan tentang mereka. So, ada yang mau mendukung atau menyanggah pendapat saya?
Posted by: izmantoko | October 21, 2008
Fenomena Musik Indonesia (Kangen Band – ST12)
Posted in Music

sampah-sampah ada Luna Maya nya…
By: Ixtad on November 6, 2008
at 11:27 am
Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur http://www.infogue.com/info/cinema/& http://www.infogue.com/game_online & http://www.infogue.com/kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
http://musik.infogue.com/fenomena_musik_indonesia_kangen_band_st12_
By: nun1k04a on November 7, 2008
at 5:45 pm
Bro….sepertinya anda memancarkan energi negatip kepada semua orang…Bro harus tahu historisnya mereka bagaimana.
Tegasnya saya tidak setuju dengan ejekan Bro tersebut..muka jerawat dan sebagainya..lihat Rood Stewart..bibirnya bagaimana..? Yang jelas kita acung jempol..mereka bisa membaca peluang…ternyata mereka sukses…jangan lihat darimana mereka tammat…Banyak orang sukses Indonesia, sekolahnya tidak tinggi…Yang penting sudah menjadi mereka sendiri….konsisten pada komitmen…sukses selalu buat Bro di sana…
By: alexemdi on November 8, 2008
at 4:36 pm
kalau saya sih… lihat dari sisi positifnya aja, mereka bisa sukses walau latar belakang mereka yang merangkak dari bawah. mereka berani bertarung ke kancah musik indonesia yang sangat kompetitif. mereka pun akhirnya bisa merebut pasar musik dengan lakunya penjualan album mereka. walaupun seseorang seperti anda yang mengaku pengamat musik sering memberikan kritik pedas, mereka jalan aja. dan mereka lumayan sukses dalam industri musik. yah, kalau saya lebih baik mengamati diri saya sendiri, apakah udah sukses apa belum. semut di seberang lautan nampak, gajah dipelupuk mata tak tampak.
By: dapet uang on November 8, 2008
at 5:22 pm
Setuju bos dengan artikel diatas, mo dibawa kemana musik Indonesia klo top lagunya cemen2 kyak st12 & kangen band. Sebagai pemerhati dunia musik terus terang gw merasa prihatin dengan fenomena yang terjadi sekrang ini, dulu juga waktu sheila on 7 muncul, orang2 langsung mengidolakan mereka, kini giliran kangen & st12 begitu juga. Waduh, cape deh, tapi untungnya sheila skr udah tenggelam ditelan bumi. Gw yakin ntar dua band itu juga bakal tenggelam tergerus trend. kita lihat radja, dulu dia jaya skr ilang g berbekas. skr kangen ma st12, karena tipe lagu2 itu cenderung musiman. Pasti juga bakal ilang, itu. Musik yang akan bertahan adalah musik yang mengutmakan sisi kualitas & easy listening. Lagu2 st12 dan kangen adalah penghinaan musisi Indonesia yang telah memperjuangkan industri musik. Produsernya juga bego nih, mau aja ngambil mereka. Gw doain mereka bangkrut…
By: luar binasa on November 9, 2008
at 11:42 am
gw suka gaya lo!!
yang jelas… gw gak rela musik indonesia diinjak2 kayak gini…
munculnya Radja adja udah gak banget..
apalagi niyh 2 band muncul..!
mana skarang banyak lah band-band lokal kbawa-bawa genrenya tuh 2 band…
Snap.. Snap.. Snap..
Halo?? Listener.. Come ON!!!
By: Vicky Poter on March 8, 2009
at 11:33 pm
sorry gue g setuju sm loe, terus terang gue g meidolakan mereka, tapi mereka menciptakan jenis musik sendiri, harus kita hargain dong!!!!!!!!!! from gigi kita
By: thomas on March 25, 2009
at 8:51 am
ehm..begini ya mas…ada baik nya di ambil sisi bagusnya aja my friend. kalau toh anda tidak suka apa boleh buat. demand pasar nya begitu..ada musik genre seperti itu juga karna toh ada permintaan dari konsumen. Industri nya lagi kenceng ke sana. saya juga ngga suka ama tipikal musik mereka, tapi ya cukup di liat aja. toh kalo bener” eneg ya ngga usah di pikirin. biarin aja. only time will tell lah ( kata bule ).. btw keep on berkarya terus dan selalu keep on positive thinkin’..cheers!
By: donny on June 4, 2009
at 4:28 pm
W gak stju sm artikel d’atas mndngn ambl positf.a aza,, 2 band ntu uda ngbktiin klo mrka bza jd band besar dgn gengre musik yg dy pkai,, mngkn qta jg blm mngkn bsa bkin lgu yg bergengre pop melayu tp 2 band ntu bza ngbktiin itu smua…
W suka2 za ma 2 band ntu pa lg st12…
By: shara on August 20, 2009
at 6:52 pm
mmm,
negatif nya lirik mereka terlalu biasa aj yang sudah sering didengar, terlalu banyak gaya,mmm mungkin sombong??haha
positif nya punya khas sendiri, tidak patah arang melewati badai seperti artikel ini.
By: fender on September 27, 2009
at 11:22 pm