Ada yang pernah dengar lagu ini? Yang liriknya seperti ini,
Ibu-ibu, bapak-bapak siapa yang punya anak bilang aku
Aku yang sedang malu sama teman-temanku
Karena hanya diriku yang tak laku-laku
Pertanyaan dasar, deh. kenapa lirik seperti itu bisa dijual?
Puitis? Jelas tidak.
Romantis? Apalagi.
Idealis? Nggak ada sama sekali.
Kampungan? Iya, tepat sekali.
Bukannya saya menghina atau bagaimana, tapi kok bisa-bisanya lagu seperti itu diterima masyarakat Indonesia? Dari liriknya saja sudah seperti itu, ternyata lagunya sama saja, kemelayu-melayuan. Parah! Kangen Band style, lah. Ya, saya memang sedikit antipati dengan aliran melayu yang hanya mencari popularitas tanpa menunjukkan jati diri yang asli. Kenapa sih harus ngekor band yang sudah ngetop? Kenapa tidak bikin aliran baru?
Yah, sebab lain lagu itu sediterima itu di masyarakat, ya masyarakat Indonesia sendiri. Kuping mereka sudah sangat terbiasa dengan lagu dangdut, yang akibatnya ketika mendengar lagu semacam itu, kupingnya langsung nyetel. Bukan hal yang salah juga, sih. Pendapat dan selera musik tiap-tiap orang berbeda. Saya yakin, orang menengah ke bawah tidak doyan mendengarkan musik Jazz ataupun Classic. Begitu pula banyak orang menengah ke atas yang tidak bisa mendengar lagu melayu, dangdung, dll.
Hmm, dari sini saya menarik sebuah kesimpulan yang sangat ekstrim.
Lagu yang banyak diterima orang hingga dinyanyikan banyak orang (pria/wanita, tua/muda, besar/kecil) adalah lagu bergenre melayu yang kampungan, gampangan, namun easy listening.
Silakan berpendapat jika tidak setuju dengan pendapat saya.

keren bgt sih lagunya !!!!
top abis itu !!!
By: dion on June 29, 2009
at 8:20 pm
ya itulah lagu untuk dinikmati..he..he..
kalo terlalu ribet juga bingung ngedengerinnya,,he..he..
peace man!
By: Pambudi on July 2, 2009
at 3:11 pm