Menjadi Pengawas Ujian UT Korea

Setelah 2 bulan lebih saya mengajar di Universitas terbuka Indonesia cabang Korea Selatan (UT Korea), akhirnya mahasiswa-mahasiswa melangsungkan ujian akhir semester pada hari Sabtu, 13 Mei 2012. Ini adalah kali pertama mahasiswa-mahasiswa yang saya ajar melangsungkan ujian. Entah dosen-dosen atau guru SMA merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan sekarang, namun saya merasakan deg-degan yang sebenarnya. Kenapa? Saya khawatir jika apa yang saya ajarkan selama ini masih belum mencakup seluruh materi. Saya pun khawatir kalau-kalau apa yang saya ajarkan selama ini tidak dapat dimengerti mereka dengan baik.

Ujian UT Korea ini berlangsung selama 2 hari, masing-masing dilangsungkan pada tanggal 13 Mei 2012 di Daegu dan 20 Mei 2012 di Busan. Saat saya menulis artikel ini, mereka sedang mngerjakan ujiannya di Daegu. Sebelum ujian berlangsung , tampak wajah-wajah yang sama seperti mahasiswa yang akan melangsungkan ujian pada umumnya. Semua mimic wajah sepertiĀ  tegang, percaya diri, deg-degan, dll. Ada beberapa orang yang tampak santai dan bercanda di antara mereka. Tampak pula beberapa orang yang tampak memojokkan diri dan mencoba berkonsentrasi membaca modul pelajaran mereka.

Saat ini mereka sedang mengerjakan soal-soal yang diimpor dari UT Jakarta. Tidak hanya di Korea, akan tetapi seluruh mahasiswa UT baik itu di Indonesia maupun di Negara lain pun sedang melaksanakan ujian. Saya merasa pernah ada di posisi mereka. Menghadapi soal yang mungkin sulit, mereka nampak kebingungan, dan muncullah berbagai macam gerak tubuh seseorang yang merasa bingung saat ujian, mulai garuk-garuk kepala, clingak-clinguk, berdeham, mengigit bolpen, memandangi soal dengan wajah kosong, menutup wajah, berkali-kali membolak-balik soal, dll.

Apa yang saya liat saat ini dan tadi adalah mahasiswa yang sebenarnya, lengkap dengan berbagai macam ekspresinya dan gerak tubuhnya. Memang mereka semua adalah WNI yang bekerja di Korea (biasa kita sebut dengan TKI), namun saat ini mereka adalah mahasiswa, sama seperti saya dan mungkin teman-teman pembaca pernah berada pada posis mereka juga. Dalam hati kecil saya, saya memberikan perasaan salut yang luar biasa kepada mereka, para WNI yang pada dasarnya hanya bekerja di sini selama Senin-Jumat, bahkan Senin-Minggu, tapi masih sempat meluangkan waktunya untuk belajar bersama para tutor untuk meraih gelar sarjana S1.

Saya bangga bisa mengenal seluruh mahasiswa UT, baik itu mahasiswa saya sendiri maupun mahasiswa jurusan lain. Mereka adalah orang-orang hebat, ulet, dan tekun. Saat nantinya mereka pulang ke Indonesia, mereka tidak hanya akan membawa banyak uang (karena gaji perbulan pekerja Korea memang relative besar), tetapi juga membawa gelar sarjana S1. Dan bagi saya sendiri, bisa mengajar di UT Korea adalah perwujudan salah satu hal yang saya sukai selain bermain musik dan menulis, yaitu mengajar.

Suasana ujian UT Korea di Daegu

Seorang mahasiswa nampak serius mengerjakan soal

Mahasiswa-mahasiswa yang nampak kesulitan mengerjakan soal

About these ads

About izmantoko

Mahasiswa, musisi, penulis
This entry was posted in Hidup di Korea, Science...? and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s