Romantisme ITB

Hari Kamis. Hari yang bisa dibilang lumayan berat. Pagi-pagi sudah dijejali rumus-rumus fisika yang penuuh dengan cacing integral. Kuliah berikutnya, Kalkulus. Lagi-lagi muncul materi2 aneh. Kali ini giliran fungsi 2 peubah. Fiuh, susah sekali. Istirahat 2 jam, saatnya Daspro. Mulailah ‘dipaksa’ menghafal syntax2 pascal. Tidak!!! Betapa susahnya hidup ini.

Sorenya, saya tidak segera pulang setelah selesai kuliah. Seperti biasa, mampir dulu ke ‘sekre’ (tempat hotspot favorit). OK, akhirnya beres menguplot tugas ARC. Saat pulang, di sepanjjang boulevard di tengah lapangan basket dan lapangan segitiga, saya melihat pemandangan terindah yang pernah saya lihat di ITB.

Langit mendung namun tidak turun hujan, daun-daun berguguran, dan angin berhembus dengan lembutnya. Sungguh suatu suasana yang luar biasa romantis. Andai saja pacarku ada di Bandung, pasti kami berdua akan terhanyut dalam romantisme Bandung di ITB.

One thought on “Romantisme ITB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s