Aku dan DoTA

Kemarin udah posting tentang science gak jelas, sekarang game lagi deh.

DoTA, DoTA, dan DoTA. Kenapa sih kok banyak orang yang main DoTA sampai-sampai seluruh hidup dan matinya hanya untuk DoTA? Sebenernya sih agak nggak masuk akal kalo ada  mahasiswa atau anak SMA yang DO gara-gara main DoTA. Emang apa sih asiknya DoTA?

Sampai semester 1 kuliah di ITB, saya seperti antipati sama DoTA. Teman-teman saya membicarakan tentang monster kill dan mega kill di tengah-tengah pelajaran.

Saya berpikir, “Gile ni orang, tiap hari kerjaannya mbunuh monster terus.”

Tapi pendapat saya berubah perlahan-lahan setelah saya dicopykan game Warcraft III Reign of Chaos. Karena saya emang hobi game strategi, dengan cepat game itu beres.Teman saya bertanya,

“Uda beres main Warcraftnya, Yon?”

“Jelas lah!!!”

“Nih, tak kasih Warcraft yang baru, Frozen Throne.”

Disitulah perkenalan pertama saya dengan virus DoTA. Setelah memainkan skenario biasa, saya buka-buka menu Local Area Network, dan “Voila!” Ini dia game keren yang bikin orang gila! Akhirnya saya mulai keranjingan main DoTA.

Pesan moral (ih, kaya cerita aja): DoTA is dangerous! Never try this at home!

3 thoughts on “Aku dan DoTA

  1. Do sebelum TA maksudnya apah??

    Klao gw lebih setuju maen dota sendirian tuh malah gag bahaya, cz gw maen offlan ama temen2 gw, gw sempet banting keyboard di gamecentre.

    paling kalo sendiri cuman keyboard ndiri yang di banting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s