Nasi Goreng Super

Minggu, 8 Juni 2008. Saya main ke sekre ARC dengan niat mengerjakan tugas Rapidshare. Sampai di sekre ARC, bukannya mengerjakan tugas, malah download2 film2 (mumpung 1Mbps). Akhirnya dapat Go-Onger, Click Five, dll. Setelah puas, Saya, Jiwo, Syafiq, ian, dan Azhari berencana ke BABE mampir kos saya.

Setelah kongkow di kos saya dan ke BABE, kami bingung mau makan malam di mana. Karena bosan makan di Taman Sari (ya iyalah, orang tiap minggu minimal sekali ke sana), kami pun berputar-putar kota dan terhenti di masjid Agung Bandung.

“uda, makan sini aja. Sekalian nunggu isya.” kataku.

Kami duduk di salah satu warung dan memesan 4 nasi goreng untuk teman-teman dan mie ayam untukku. Singkat cerita, kami makan. Teman-teman komen kalau nasi gorengnya biasa aja. Saya pun demikian, mie ayamnya enakan di Solo. Selesai makan, kami pun bilang penjualnya ingin membayar. Setelah menghitung-hitung, tiba-tiba si penjual berkata,

“Ya, semuanya Rp 72.000,- Mas.”

“Gile, ngaco juga ni orang. Gak masuk akal.” bisikku pada teman-teman.

Azhari yang paling tua meskipun dengan tambah kecut (piss, Bos) menengahi perdebatan kami dan mengeluarkan 50ribuan. Kami pun dengan reflek tinggi segera melengkapi uang itu. Dalam perjalanan pulang kami pun tertawa terbahak-bahak.

“Gile, ada mahasiswa ditodong Rp 72.000,- dalam semalam. Ngaco juga.”

“Hahaha. Yo wis lah. jangan dibahas lagi. Ntar malah nggak jadi daging.” Kata teman-teman.

Amanat cerita : Kalau makan di kaki lima, jangan lupa TANYA HARGA.

4 thoughts on “Nasi Goreng Super

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s