Cinta Elektronika

Ya, bagi anak elektro mungkin lambang I/O tidak asing lagi. Tanda arus mengalir dan mati. Jadi, apa yang ingin saya sampaikan kali ini? Suatu fenomena para pencinta. Cinta yang putus nyambung.

Saya percaya, banyak sekali orang yang pernah mengalami cinta seperti ini. Mengalir dengan tenang bagai dalam keadaan mantap (steady state), namun tiba-tiba arus tersebut diopen circuit. Bayangkan jika kita sedang menikmati siaran sepakbola tim favorit Anda dan tiba-tiba mati lampu. Tentu saja ada perasaan yang aneh saat keadaan yang mantap itu diputus dengan tiba-tiba, seperti sebal, marah, benci, mendadak jadi sensitif, dll.

Tapi ada banyak kasus dimana circuit yang terbuka tersebut dihubung short kembali. Dan hal ini sangat tidak mudah. Keadaan transien akan berlangsung cukup lama. dan lamanya keadaan transien ini sebanding dengan lamanya circuit tersebut terbuka. Ibaratnya jika durasi mati lampu cukup lama, kita akan menghabiskan waktu dengan hal lain seperti jalan-jalan atai membaca buku. Dan akan sulit meninggalkan aktivitas membaca buku meskipun lampu sudah menyala.

Ya, begitulah suatu fenomena cinta. Ternyata arus listrik cukup merepresentasikan kehidupan cinta manusia.

2 thoughts on “Cinta Elektronika

  1. Halah, koq analogimu jero banget.. Mengko jik ono neh, saturasi (jenuh), cut off, active. Kuwi yo iso dadi analogi kehidupan.. Hahaha… Emang transistor yo ngerti cinta to??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s