Masjidil Haram Direnovasi

Gak tau istilah yang tepat untuk perluasan apa, tapi yang jelas saat saya ke sana, masjidil haram sedang diperluas. Tumben-tumbenan, kali ini saya nginep bukan di hotel depan Gerbang King Abdul Aziz (No.1). Travel ini menginapkan jamaahnya di Hotel Al-Rawasi yang letaknya ada di dekat Pintu Marwah (Lupa nomer berapa). Nah, seharusnya saya cukup melalui pintu dan masuk ke masjid. Tapi, akibat ada renovasi, untuk sholat ke Masjidil haram betul-betul perlu pengorbanan.

Pertama, saya harus melewati lautan (hiperbol mode:on) debu. Gimana tidak, di kiri kanan ada alat berat yang merubuhkan Pasar Seng, membuat pondasi, membuat tempat wudhu baru, dll. So dusty…

Kedua, seperti di postingan sebelumnya, suhu sangat panas. Sampai masjid pasti langsung keringatan.
Ketiga, setelah masuk pintu, saya harus sa’i 1 kali dari marwah ke shofa. Wuih, mau sholat harus olahraga dulu.

Meskipun banyak cobaan dan hal yang harus saya lalui sebelum sholat, semoga apa yang saya lakukan dihitung Allah sebagai amal ibadah. Dan juga semoga Allah mengabulan doa-doa saya. Amin…

3 thoughts on “Masjidil Haram Direnovasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s