Kemanakah saya pergi hari Sabtu kemarin?

Ya, mungkin banyak yang mencari saya hari Sabtu (6-9-08) kemarin (hehehe, emang saya artis?). Pada hari itu untuk waktu yang sama, 10.00 WIB, saya memiliki 2 acara yang sama-sama penting. Pertama adalah rapat unit PSTK (Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan Jawa) dan training Divisi Elektron HME-ITB. Malam harinya saya sempat bingung harus ikut yang mana, tapi karena saya adalah pengurus PSTK, dan undangan rapat sudah terjadwal jauh lebih awal dibanding training, maka saya pun memilih untuk dating ke rapat PSTK. Akan tetapi, saya tidak meninggalkan begitu saja Elektron. Malam harinya, saya membuat esai tentang motivasi masuk electron sepanjang 2 lembar, dan pagi harinya saya menitipkannya kepada Bintang (EL 06). Saya sebenarnya juga sempat titip izin kepada Iwan (EL 07), tapi mungkin dia lupa menyampaikannya.

Materi Sabtu kemarin adalah tentang faedah menulis, teknik menulis, manajemen redaksi, dank ode etik jurnalistik. Faedah menulis pada dasarnya adalah mengungkapkan isi pikiran. Hal itu adalah suatu ekspresi diri kita, menunjukkan jati diri kita, kepercayaan diri, membagi ilmu, mencetak keuntungan (laba), hidup sehat, penyembuhan trauma, dakwah, dan sebagai agen perubahan. Semua hal tersebut dapat diinisiasi dengan hobi membaca, menguasai tata bahasa, dan bersabar.

Teknik menulis dibagi 5, yaitu pre-writing, outlining, drafting, rewrite, editor. Tahap pre-writing adalah menentukan tujuan menulis, target pembaca, menentukan topic, dan mencari referensi. Berikutnya, outlining adalah membuat suatu kerangka yang terdiri dari head, by name, intro, bridge, body, dan closing. Semua bertujuan agar arah tulisan kita jelas. Saat drafting, kita harus menulis semua ide yang ada di pikiran kita. Baik itu ide yang masuk akal ataupun tidak. Berikutnya, kita melakukan rewriting atau revisi dari draft yang kita buat. Hal terakhir, adalah mengedit semuanya.

Manajemen redaksi adalah cara mengelola suatu redaksi. Perlua dilakukakan POAC untuk memperbaiki kualitas suatu media cetak. Hal itu bias dilakukan dengan member tag line, merubah logo, rubric baru, membuat gaya tulisan yang unik, dan cover yang menarik.

Kode etik jurnalistik adalah etika professional seorang wartawan. Isinya adalah:

· Berita didapat dengan jujur

· Melakukan Cek dan Ricek

· Bisa membedakan antara fakta dan opini

· Menghargai sumber berita

· Tidak memberitahukan off the record

· menyebutkan sumber dengan jujur

· Tidak menyalahgunakan profesi untuk menerima suap

· Tidak plagiat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s