Antara SBY, BBM, dan Pemilu

Tidak terasa, sebentar lagi kita akan melaksanakan pesta terbesar di Indonesia, Pemilu 2009. Gaung pemilu ini akan dimulai bulan April untuk pemilihan anggota DPR/DPRD, dan dilanjutkan pemilihan presiden pada waktu yang belum jelas kapannya. Namun, melihat pemilu presiden, ada satu hal yang akan saya nyatakan.

“SBY 80% akan terpilih kembali!!!”

Ya, sebuah pernyataan yang cukup vulgar. Hal ini saya nyatakan bukan karena saya ngefans SBY ataupun Partai Demokrat. Pernyataan ini hanya berdasarkan fakta-fakta yang ada di masyarakat.

SBY telah menjadi iblis dan malaikat sekaligus bagi rakyat Indonesia. Loh, berarti belum pasti terpilih, dong? Tidak! SBY menjadi iblis 1 kali, dan menebusnya dengan menjadi malaikat 3 kali. Hanya ada satu kata yang dapat menjelaskan ini semua, Harga BBM.

Beberapa bulan yang lalu, SBY menaikkan harga BBM menjai 6000 dengan alasan harga minyak dunia yang melonjak. Kenaikan harga ini tidak terjadi langsung, tetapi disertai isu-isu sebelum kenaikanharga tersebut. Apa efeknya? Harga barang kebutuhan pokok naik 2 kali. Pertama saat ada isu kenaikan, dan kedua ketika benar-benar naik. Saat ini SBY benar-benar menjadi seorang iblis yang merampas harta benda rakyat.

Ketika rakyat sudah menderita dan kesusahan akibat harga-harga kebutuhan yang meningkat, SBY melakukan suatu manuver lagi, yaitu menurunkan harga BBM menjadi 5500. Rakyat masih diam saja. Menganggap turun 500 merupakan hal yang kecil. Belum puas, SBY menurunkan 500 lagi menjadi 5000. Rakyat mulai sumringah. Mereka melihat SBY ‘bijaksana’ sekali. Apalagi setelah tanggal 15 Januari 2008 kemarin harga BBM menjadi 4500 lagi. Rakyat benar-benar seperti diselamatkan oleh seorang malaikat bernama SBY yang telah mengembalikan hidup mereka.

Di sini tampak kebodohan masyarakat Indonesia. SBY hanya menaikkan secara drastis harga BBM, kemudian menurunkannya pelan-pelan. Apa bedanya harga BBM 4500 sebelum naik jadi 6000 dan 4500 setelah turun dari 6000?
Secara nominal mungkin sama. Tapi secara psikologis, hal itu sangat berbeda. Rakyat seperti dibebaskan dari kesempitan hidup. Hal ini sama dengan analogi berikut.

Seorang yang hidup di rumah kecil, merasa rumah itu sempit. Ketika beberapa orang dimasukan ke rumah itu lagi, rumah akanmenjadi semakin sempit. Namun ketika para pendatang itu pergi, rumah yang ukurannya persis sama ketika sebelum pendatang itu datang, akan terasa sangat luas.

Di sinilah SBY memainkan suatu trik psikologis pada rakyat Indonesia. Dan semua itu dengan satu tujuan, Menjadi Presiden Indonesia 2009-2014.

#SIlakan menanggapi uraian saya…

One thought on “Antara SBY, BBM, dan Pemilu

  1. saya agak menyesalkan hal tersebut.. mungkin diluar dugaan SBY juga kali ya… penurunan BBM dalam beberapa kali dibandungkan denga kenaikannya,, terlihat jelaslah yaa… lumayan signifikan.. bahwa penurunan > kenaikan.. NAMUN ADA APA DENGAN PASAR?? kenapa harga2 barang tidak kembali normal,, bahkan logikanya lebih turun daripada awalnya sebelum dinaikkan.. tapi kenapa,, masih aja sama,, bahkan kalaupun turun, penurunannya tidak signifikan bahkan tidak mencapai harga awal sebelum dinaikkan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s