Pemilu, Nyontreng, dan Surat Panggilan

Tanggal 9 April 2009, saya sudah berada di Solo. Terpaksa pulang karena ada urusan dengan orangtua saya. Eh, ternyata lagi ada pemilu, ya sudah, saya niatkan sekalian untuk cari pengalaman nyontreng. Namun apa yang terjadi, sesaat setelah sampai stasiun, Ayah saya berkata,

“Le, kamu gak dipanggil buat nyoblos, lho. Dewa, anaknya Pak RT, Arum, dll, juga nggak dipanggil.”

Weits, saya berpikir, jauh-jauh dari Bandung kok malah gak dipanggil? Bahkan orang yang tinggal di sekitar rumah aja tidak dipanggil, apalagi saya yang diimport dari Bandung? Karena diurus pun saya hampir pasti tidak nyoblos nyontreng, maka saya ikhlas melepas kesempatan ini.

Namun, jika dikaji lebih lanjut, jika di perumahan (TPS) saya saja ada sekitar 15 orang tidak dipanggil, berapa jumlah orang yang tidak dipanggil di seluruh Indonesia? Berapa persen dari jumlah suara yang hilang? Apakah dari jumlah yang ada cukup merepresentasikan apa keinginan rakyat semua?

Semoga saja KPU makin baik saja dalam mengurus masalah pemilih ini dengan lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s