Caraka Malam (Pelatihan Kepemimpinan IV bag.2)

Ada yang tahu apa itu caraka malam? Caraka malam adalah suatu teknik komunikasi yang digunakan oleh tentara zaman dahulu ketika belum ada telepon, sms, apalagi internet. Bagaimana caranya? Seorang tentara diberikan suatu pesan oleh atasannya, dan dia harus menyampaikannya ke tujuan pesan bagaimana pun caranya. Satu lagi, pesan ini rahasia, jadi apapun yang terjadi orang lain tidak boleh tahu.

Nah, saat Latpim IV kemarin, ada acara yang disebut caraka malam, yah simulasi lah. Peserta Latpim harus menyusuri hutan, malam-malam dengan membawa suatu pesan rahasia. Apapun yang menghadang di jalan, kita tidak boleh menyebar pesan tersebut.

Tau sendiri, kan, saya orangnya cukup penakut. Tapi entah kenapa saat caraka malam itu saya terpikir untuk maju awal-awal. Apa tujuannya? Mumpung belum terlalu malam. hahaha. Seperti slogan salah satu capres kita, Lebih Cepat Lebih Baik (no campaign!). Akhirnya saya berangkat keempat.

Sepanjang jalan yang gelap saya membaca ayat kursi, tasbih, tahlil, takbir, dll. maklum, ngusir hal-hal yang tidak diinginkan. hahaha. Pos pertama, perabaan.

Tangan saya dimasukkan ke dalam suatu ember. Setelah menyentuh sesuatu yang berlendir dan basah, saya langsung berteriak,

KODOK, Pak!!! Yakin 100 persen!

Tentara yang mengecek saya pun tertawa terbahak-bahak. Saya diperintahkan memasukkan tangan lagi, namun saya menolak, karena jijik dengan kodok. Namun akhirnya saya luluh, saya memasukkan tangan lagi, dan mendapat kesimpulan baru,

Oh, ini ikan Pak, bukan kodok!

Bapaknya masih tertawa. lalu dia bertanya siapa nama saya, dan saya jawab. Benar, 100 buat kamu lanjut. bangga ding, benar ternyata rabaan saya.

Tiba-tiba di suatu tempat yang hanya ada pohon-pohon. saya melihat cahaya biru kehijauan di belakang pohon. Spontan karena terbiasa liat film Indonesia yang hantunya keluar dengan background cahaya, saya langsung teriak, “Astaghfirullahal’adzim!!!”

Eh, ternyata itu adalah salah seorang tentara yang sedang merekam acara caraka malam. Wuaduh, malu banget. Untung rekamannya tidak dimasukkan video Latpim. Setelah menambah beberapa ratus meter, saya pun sampai ke pos akhir untuk menyampaikan pesan.

Dari: Komandan Dodik Bela Negara

Kepada: Komandan Kompi Latihan

Isi Pesan: Kirimkan nama-nama anggota peserta Latihan Kepemimpinan Mahasiswa ITB TA.2009 yang akan menjadi pejabat dalam upacara penutupan.

Saat ngobrol dengan teman-teman menceritakan pengalaman sepanjang jalan, saya kembali ditertawai. Pos perabaan itu bukan ikan, tapi lele dan belut. Langsung saja saya malu ditertwai teman-teman. Ya minimal sudah berani jalan malam, lah.

3 thoughts on “Caraka Malam (Pelatihan Kepemimpinan IV bag.2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s