Kemahasiswaan Terpusat

Tadi malam, saya baru saja berdebat habis-habisan dengan seorang teman saya, mahasiswa salah satu Universitas swasta di Solo. Apa yang kami debatkan? Tentang kemahasiswaan terpusat di suatu universitas/institut.

Awalnya kami hanya ngobrol-ngobrol biasa, sampai dia menyinggung tentang NKK-BKK yang pernah terjadi di ITB. Dan dia mengatakannya seolah-olah dia tahu segalanya. Langsung saja saya terpancing dan kami berdebat cukup panas dibumbui emosi.

Dia berkata, seharusnya semua Perguruan Tinggi itu punya kemahasiswaan terpusat (dia menyebutnya BEM), sehingga kalau ada perintah atau isu-isu apa pun, massa kampus dapat bertindak dengan cepat. Tidak seperti tempatmu (ITB), kemahasiswaan terpusatnya tidak ada, sulit menanggapi isu-isu yang ada.

Langsung saya balas, apa yang dia ketahui tentang ITB? Dia hanya tahu dari kata orang-orang. Cuih! Apaan itu? informasi terdistorsi banyak. ITB ada kemahasiswaan terpusat, dan berjalan (meskipun tertatih). Keluarga Mahasiswa (KM-ITB) tetap menjadi kemahasiswaan terpusat, akan tetapi memang himpunan masih sangat kuat, diakibatkan efek NKK-BKK.

Himpunsn-himpunsn di ITB luar biasa, merea semi-otonom dari KM-ITB. Mengadakan event tidak perlu lapor-lapor, dll. Himpunan bisa mandiri, tidak bergantung pada kemahasiswaan terpusat. Ya saya tekankan bahwa ITB berbeda dengan Perguruan Tinggi Lain! 

Maaf kalau kata-kata saya sedikit arogan, namun ini saya lakukan untuk membela almamater saya.

2 thoughts on “Kemahasiswaan Terpusat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s