BBM Bersubsidi di Indonesia

Shock banget ketika saya mendapati berita di TV dan Koran bahwa BBM untuk motor akan dibatasi. What?? Yang bener aja? Kenapa motor, sih? Usaha untuk menghemat BBM bersubsidi memang harus dilakukan. Pada saat saya mengikuti sosialisasi tentang energi oleh Dirjen Energi, dijelaskan bahwa energi (dalam hal ini BBM) memang sangat mahal. Oleh karena itu, ya haru dihemat. Tapi, kenapa motor?

Konsumsi motor maksimal rata-rata ‘hanya’ 5 liter, dan hampir semua motor menggunakan Premium. Memang jumlah motor di Indonesia sangat banyak, tapi apakah cukup berarti apabila motor yang dibatasi konsumsi BBMnya? Dan hal lain yang mungkin menjadi suatu batu penghalang yang cukup besar, adalah protes dari seluruh pengguna motor, yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah (kalau menengah ke atas, mungkin memilih naik mobil). Intinya sih, susah lah kalau hal ini diterapkan di motor.

Bandingkan apabila yang dilarang menggunakan BBM bersubsidi (Premium) adalah mobil-mobil bermesin besar (>2000cc). Hal ini merupakan suatu hal yang cukup unik di Indonesia yang katanya negara berkembang, pendapatan per kapitanya rendah. Ada kok orang yang punya Ferrari, Land Cruiser, Lexus, Hummer, dkk. Berapa cc mesin mereka? 1600cc? Itu sih mesin Hyundai Matrix sama Honda Genio. Ya gini aja deh, orang-orang kaya itu  sanggup membeli mobil semahal itu, tapi kenapa mereka tidak sanggup membeli bahan bakar yang sesuai untuk mobil mereka? Kenapa masih nekat menggunakan Premium yang dapat dikategorikan bensin ‘kotor’ untuk mobil mereka yang manja? Nggak takut kah mereka apabila mesin mobilnya batuk-batuk akibat minum premium?

Nah, jadi menurut pendapat saya, pembatasan BBM bersubsidi untuk motor boleh dilakukan, tapi jangan sekarang. Kita belum siap menghadapi para pengendara motor Indonesia. Akan lebih bijak apabila mobil-mobil bermesin besar lah yang DILARANG menggunakan BBM bersubsidi tersebut.

Ini hanya sekedar pendapat seorang mahasiswa awam yang sok tahu tentang BBM. Mohon dikritisi.

6 thoughts on “BBM Bersubsidi di Indonesia

  1. ciee.. gw doyan banget ya ngomenin blog-nya yonny. eh tapi baru kemarin aja gw baca buku tentang bensin-bensinan ini. jadi di Eropa, semakin besar kapasitas dan mesin si mobil.. pajak bahan bakar dan pajak mesinnya pun jadi sangat tinggi. jadi orang2 di sana lebih milih mobil kecil yg hemat bahan bakar. udah pake pajak untuk minyak, mereka juga mengembangkan dengan sangat serius energi alternatif.
    lucu juga ya di Indonesia justru kendaraan kayak motor gitu yang pertama-tama mau dikenakan peraturan pembatasan BBM. Mungkin dianggapnya mobil mewah udah cukup kena pajak barang mewah?

  2. Nah, idealnya gitu, res. Emang sih pajak mobil bercc besar tuh emang banyak, tapi ya dikemanain duit pajaknya? Ngefeknya kemana-mana. Ada yang ke BBM lah, ada yang ke pajak pembangunan jalan lah, dll.
    Jadi ya emang paling visible, mobil2 bercc besar DILARANG ngisi premium. Tiap mereka ke POM, mau ngisi premium, ya langsung disuruh pindah ke pertamax. Kalau nggak mau, ya pindah aja ke POM lain.

  3. flash back aja siapa yang buat tu peraturan, orang2 tinggi yang memiliki mobil pastinya, sudah bisa di tebak mereka hanya ingin mencari untung di atas penderitaan rakyat, ga mungkin dunk bensin pada mobil yang dibatasi, mereka kan banyak dines always pake mobil, kemana-mana always pake mobil, ga mau rugi dunk meskipun dengan gaji guede, rakyat kecil mah di bo’ongin terus, rajin bayar pajak cm buat korupsi orang atas (apalagi KPK terancam bubar issuenya) “wah semakin menjadi”, masalah bensin rakyat kecil yang dikobol-kobolin (secara yang banyak punya dan mau make motor tu cuma rakyat kecil), mereka pinternya ga ketulungan …

  4. kalo saya setuju-setuju aja yon, dengan rencana pemerintah menghilangkan -ataupun mengurangi kalau tidak benar-benar menghilangkan- bbm bersubsidi untuk kendaraan bermotor. sebab kita dengan mudah mendapatkan motor “hanya” dengan modal ktp dan kartu keluarga, tanpa DP atau uang muka. sehingga tak pelak 1000 kendaraan bermotor (yg tentu sebagian besar adalah motor) baru turun di jalanan ibukota tiap harinya. pasti pemerintah sudah mempertimbangkan peluang dan resiko yang diambil. termasuk ya merubah pola pikir untuk masyarakat yang notabene banyak menggunakan motor untuk beralih ke kendaraan umum.(ini pendapat saya lho) kalau masalah ya dikorupsi atau diapain uang pengganti pengurangan subsidi motor itu ya masalah lain tentu, masalah mental oknum birokrat aja yang korup. beda penanganan mah.
    btw, nais share

  5. yg perlu dicermati bukan tahun produksi atau kapasitas mesinnya, tapi perbandingan kompresi mesinnya.
    perbandingan kompresi dibawah 9:1 sah2 aja pake premium. mobil mewah biasanya kompresinya emang tinggi diatas 10:1 dan ada katalisator yang gampang mampet karena bensin “kotor”

    • Nah, itu dia. Katanya premium kita kotor banget. Ntah dicampur apa. Kata temen saya, sampai-sampai ada mobil yang dicek ke luar negeri gara2 rusak, sampai si orang luar negeri itu bingung liat mesin yang rusak gara-gara premium kotor…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s