JavaJazz Festival 2011 – Jumat

Akhirnya saya bulatkan tekad saya untuk menonton javajazz tahun ini. Pas beli tiket, saya langsung berpikir untuk membeli tiket hari Jumat. Kenapa? Karena hari Sabtu dan Minggu saya ingin berada di Bandung, siapa tahu niat belajar. Setelah membeli secara OL, saya sedikit menyesal karena GIGI akan bermain pada hari Minggu bareng Ron King Big Band. Tapi ya sudahlah, nggak masalah. GIGInya buat konser ultah ntar aja.

Hari Jumat pagi, saya janjian ke Jakarta bareng Aban, teman elektro saya. Saya naik travel baraya yang harga tiketnya Rp 50.000,-. So, buat bolak-balik transport saya habiskan Rp 100.000,-. O iya, harga tiketnya Rp 230.000,-. Singkat cerita, sampailah saya di rumah Aban dan menunggu saat berangkat.

Saya dan aban berangkat ke JIE bareng teman-teman SMA Aban, berangkatnya memang agak telat, ditambah macet sepanjang jalan, akhirnya kami sampai di JIE jam 7 malam. Hall pertama yang dikunjungi adalah Glenn Fredly. Sebenarnya saya sudah cukup bosan melihat Glenn, tapi karena anak-anak pingin liat, jadilah saya melihatnya. Saya tidak tahan berada lama di situ, akhirnya saya dan Aban memisahkan diri untuk mencari konser lain.

Sampailah saya ke Femina Hall, melihat Fareed Haque. Baru kali ini saya melihat band ini, ternyata luar biasa keren. Gitarisnya sudah cukup tua, meskipun begitu skillnya luar biasa. Bassisnya masih muda dan drummernya sedikit lebih tua. Di sini saya menyaksikan jazz yang sesungguhnya. Setelah Fareed, saya pindah ke First Hall dan melihat Maurice Brown. Sama seperti Fareed, Maurice menunjukkan jazz yang asli, dimainkan dengan saxophone dan trompet. Enaknya didengarkan sambil meminum kopi, serasa di cafe-cafe.

Saya melihat maurice tidak sampai selesai, langsung saja saya meluncur ke The Groove. Sedikit telat, tapi saya mendapatkan Khayalan, Reunian, Dahulu, dan Putri. Aktraktif sekali melihat aksi The Groove di panggung. Pertama kali saya melihat mereka, dan mereka keren!!!

Langsung kami meluncur ke Femina Hall lagi untuk melihat Sondre Lerche. Saya tidak tahu sebenarnya siapa dia, tapi teman-teman mengatakan bahwa lagunya bagus. Kami menanti, dan akhirnya Sondre pun muncul dengan membawa gitar akustik. Setelah memberikan hormat ke penonton dan sedikit salam-salam, dia langsung memulai bernyanyi dan memainkan gitar. Saya langsung berpikir, ni orang gila banget! Dia bisa memukau orang-orang dengan hanya bermodal gitar dan lagu yang menarik. Nampaknya memang Sondre adalah John Mayernya Norwegia.

Jam sudah menunjukkan 23.30, sudah saatnya saya menuju konser terakhir, Corinne Bailey Rae. Saya tidak banyak tahu lagu-lagunya selain Put Your Records on, tapi memang lagu inilah yang ingin saya dengar. Lagu-lagu awalnya memang menarik dan asik, tapi pikiran saya tidak dapat berhenti mengharapkan dia menyanyikan Put Your Records on. Sampai akhirnya, intro lagu itu pun terdengar. Seluruh penonton bersorak (mungkin memang lagu ini yang ditunggu-tunggu) dan bernyanyi bersamanya. Larutlah penonton bersama Corinne.

Akhirnya, selesai juga rangkaian Javajazz hari ini. Saatnya kami pulang, dan pada saat itu jam sudah menunjukkan pukul 1.00 malam. Kami pulang naik mobil dan sampai ke rumah Aban jam 3.30. Hanya satu kata yang menggambarkan saya malam itu, PUAS!!! Saya sudah menikmati jazz berskill tinggi dan keren.

One thought on “JavaJazz Festival 2011 – Jumat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s