Ber-Busan Bersama IAE-ITB (bagian 2)

Lagi-lagi saya harus berjalan di tengah kota antah-berantah dengan berpayung. Karena memang saya buta daerah situ, saya memutuskan untuk bertanya pada orang yang ada di situ. Dia pun memberikan petunjuk arah dengan bahasa Korea. Untungnya dia jug amenggunakan bahasa tubuh ketika menunjukkan arah. Saya mengikuti arah jalan yang diberikan bapak itu dan sampailah saya di depan Busan National University. Agak shock juga melihat adanya mall di depan universitas ini seakan-akan merupakan bagian dari universitasnya sendiri. Saya berjalan menaiki tangga untuk mencari telepon umum agar bisa menghubungi Teh Adin.

Sampailah saya di depan lapangan basket, untungnya di sana tempat berteduh yang di dalamnya ada 2 orang yang nampaknya sedang pacaran. Saya beranikan diri untuk bertanya tempat telepon umum terdekat. Tidak disangka, si cowok dengan bahasa inggrisnya yang terbata menyodorkan HPnya untuk saya gunakan. Segera saya hubungi Teh Adin yang ternyata baru sampai terminal. Saya pun diminta untuk menunggu di depan lapangan basket tersebut. Saya mengembalikan HP, mengucapkan terima kasih, dan duduk agak jauh dari mereka. 10 menit kemudia saya melihat 2 orang berpayung datang menuju ke tempat saya berteduh dan dari wajahnya saya yakin mereka bukan orang Korea. Ya, mereka orang Indonesia. Saya dijemput dan diajak ke tempat berkumpul IAE. Sesampainya di sana, Wow! Ternyata sudah banyak orang yang datang. Kira-kira ada 8 orang yang sudah ada di situ.

Saya memperkenalkan diri dan angkatan. Ternyata yang menjemput saya tadi adalah alumni elektro 97! 10 tahun di atas saya. Yang lainnya bervariasi, ada yang alumni 2002, 2003, 2004. Alumni 2005 dan 2006 nampaknya bareng rombongannya Teh Adin semua. Akhirnya saya duduk manis di situ mendengarkan percakapan mereka yang sudah nampak sangat akrab. Hanya sesekali saya menjawab dan bercerita tentang keadaan ITB terbaru. 1 jam kemudian barulah rombongan Teh Adin datang. Ada 6 orang di rombongan itu. Total yang berkumpul di situ ada 15 orang. Setelah mengobrol ramai-ramai tentang ospek, dosen, dll., setelah solat dhuhur dijamak ashar, kami pun berangkat untuk berkeliling Busan.

Tujuan utama hari itu adalah menukar tiket.Kenapa? Karena kebanyakan dari orang di situ ingin menginap,entah menginap di mana. Akhirnya kami semua mengantarkan beberapa orang yang sudah memesan tiket pada malam itu untuk menukar tiketnya di Terminal Nopo-dong.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s