Ber-Busan Bersama IAE-ITB (bagian 3)

Karena rencana hari ini kami akan berkeliling Busan, maka kami membeli tiket kereta all day pass, harganya 3500 Won. Dari stasiun Busandaehakyo kami langsung menuju Nopo. Ini pertama kalinya saya naik subway di Korea, selama ini saya hanya berjalan kaki, paling banter naik bus. Sesampainya di Nopo, orang-orang yang menukaran tiket pun antri untuk menukarkan tiketnya, sedangkan yang lain menanti dengan sabar. Untungnya tiket dapat ditukar dan uang kembali 100%. O iya, saya belum cerita, jalan-jalan kali ini dilakukan karena adanya liburan Thanksgiving Korea yang disebut Chuseok. Mungkin petugas busnya sedang baik hati. Perjalanan punberlanjut.

Tujuan berikutnya adalah… PANTAI!!! Pantai yang akan kami kunjungi ini bernama Pantai Haeundae, pantai yang paling terkenal se Korea Selatan. Dari kereta, kamiturun di Stasiun Haeundae dan berjalan 10 menit untuk sampai ke bibir pantai. Pantai itu nampak sangat bersih dengan pasirnya yang keemasan. Tidak seperti tempat-tempat lain yang saya kunjungi, di pantai ini banyak warga asing berkumpul, mulai amerika, sampai afrika. Ramai sekali pantainya.

Awalnya kami masih malu-malu bahkan untuk sekedar memasukkan kaki ke air. Setelah saling tunggu-menunggu, akhirnya pasangan Bang Fikar dan Teh Dina duluan yang turun ke air untuk sekedar membasahi kaki mereka. Setelah diinisiasi , kami semua mulai berani untuk bermain air. Bahkan Bang Indra malah berlari-lari di air seakan latihan bola. Setelah puas, kami berkumpul di pinggir pantai dan berbaris. Untuk apa? Kami seakan-akan diospek oleh orang yang paling senior di situ, yaitu Mas Nugi. Kami berhitung dengan bilangan biner dan kemudian ditutup dengan Oke Champ, salam kebanggaan HME-ITB. Kami juga sempat berfoto bersama dengan pasir yang kami bentuk menjadi angka 132, kode mahasiswa ElektroITB.

Setelah puas berpantai langit mulai gelap. Kami pun menuju tempat berikutnya, yaitu Gwangan Beach. Pantai lagi? Iya, pantai, tapi kali ini yang ingin dilihat adalah Gwangan Bridge, salah satu jembatan yang menjadi objek wisata terkenal di Korea Selatan. Selain itu pada saat itu adalah bulan purnama, kami pun ingin berfoto bersama di bawah bulan purnama di depan Gwangan Bridge. Kami turun di stasiun Gwangan dan kami berjalan lagi untuk menuju Gwangan Bridge. Sesampainya di sana, kami pun berfoto sendiri-sendiri. Saya ingin memfoto dengan kamera saku saya yang cupu, sayangnya memang cupu, gambarnya kabur dan tidak jelas.

Itulah jembatan Gwangan Korea. Foto yang rame-rame belum diupload sama Bang Mike, jadi masih menunggu hasilnya. Setelah puas berfoto,kami mencari tempat istirahat. Akhirnya dengan dipimpin oleh Mas Nugi kami menuju ke Pukyong University untuk menginap di kolam ikan, entah tempat apa itu.

Sekali lagi kami naik subway dan dibawa menuju Pukyong University. Apa lagi ini? Ternyata di sini adalah tempat riset mahasiswa perikanan Pukyong University yang sering digunakan untuk kumpul-kumpul mahasiswa Indonesia. Kami bertemu dan berkenalan dengan Mas Lilik, Mas Bangun, dan Mas Teguh. Mereka orang Indonesia yang sangat baik. Setelah berbincang sebentar,beberapa orang rombongan memisahkan diri, mereka adalah para wanita yang akan menginap di motel sekitar Pukyong University. Tinggallah kami para pria di situ, bercerita tentang kehidupan Indonesia, kehidupan korea, kehidupan kerja, dll. Tak terasa sudah jam 1 dan satu per satu orang pun tertidur dengan pulasnya.

***

Esoknya, ada beberapa orang yang pulang duluan untuk mengejar kereta pagi. Sisa rombongan tinggal 9 orang. Kami sarapan di Paris Baguette, salah satu toko roti yang cukup terkenal di sini. Mulanya kami ingin trekking dan jalan-jalan ternyata kami malah berbincang lama dengan Mas Lilik mengenai kehidupan di Korea. Tak terasa sudah jam 11.30, kami pun berpamitan dan menuju ke stasiun terdekat. Kembali rombongan berpisah (tepatnya hanya saya yang memisahkan diri). Saya melanjutkan perjalanan ke Stasiun Sasang sedangkan yang lainnya turun di stasiun sebelumnya. Dan singkat cerita, saya kembali ke Dorm saya tercinta.

Sungguh 2 hari dan 1 malam yang menyenangkan, apalagi saya bertemu dengan sesama alumni elektro ITB. Gamsa-hamnida, Hyung, Noona…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s