Kok Kuliah di Korea, Yon?

Banyak orang yang bertanya hal ini kepada saya ketika saya mengatakan saat ini sedang berkuliah di Korea. Kenapa? Karena pada awal mulanya saya berniat untuk meneruskan kuliah S2 di ITB lewat program fast track. Program ini adalah program integrasi S1-S2 yang ditempuh hanya dalam 5 tahun. Terus? Jadi begini ceritanya.

Pada awal perkuliahan, ada dosen yang menawarkan suatu program yang disebut fast track. Awalnya sih saya berpikir tidak mungkin saya bisa mengikuti program itu, nilai saya di tingkat satu saja pas-pasan. Sedangkan untuk mengikuti program itu, seorang mahasiswa harus sudah menyelesaikan sejumlah SKS (sekitar 105an) yang dapat ditempuh dengan mengambil sks lebih tiap semester. Mustahil. itu yang ada di pikiran saya. Sampai pada akhirnya di awal semester 7, saya sudah mengambil 107 sks. Mulailah pemikiran saya tentang fast track muncul.

Saya bersama 2 orang teman se-sub jurusan yang sama dengan saya (sebut saja A1 dan A2) ngobrol-ngobrol mengenai masalah ini. Dan pada akhirnya kami bertiga memutuskan untuk mencoba mengambil mata kuliah S2 di semester 7. Sehingga pada semester 7, saya berkuliah dengan status s1 namun mengambil mata kuliah s2 juga. 3 mata kuliah s2 (6 sks) kami ambil sembari mengerjakan tugas akhir. Berat? Ya, jelas. sampai akhirnya teman saya si A1 menyerah dalam perjuangan fast track ini. Tinggallah saya dan A2 berjuang di semester 8 untuk berkuliah dengan kata kuliah s2 yang tugasnya super banyak sembari menyelesaikan tugas akhir karena dituntut harus lulus Juli.

Dengan tekad yang bulat kami mengerjakan satu persatu tugas s2 sambil mengerjakan tugas akhir, sampai-sampai kami harus menginap di kampus untuk hal-hal ini. Hari-hari padat adalah bulan April-Juni dimana saat itu adalah musim tugas, deadline tugas akhir yang mendekat, dan UTS. Untung tugas saya sebagai senator sudah selesai pada bulan April, sehingga saya bisa fokus untuk masalah akademik.

Di sela-sela bimbingan, dosen pembimbing saya sempat mengatakan bahwa beliau mendapatkan tawaran beasiswa S2 di Korea. tentu saja saya dan A2 tertarik untuk berkuliah di sana, karena kami sama-sama ngefans bintang Korea. Saya ngefans dengan SNSD dan A2 ngefans dengan Lee Min Ho. Akan tetapi, ternyata tawaran itu hanya untuk male yang artinya hanya saya yang bisa mendaftar. Saya pun iseng-iseng mendaftar. Satu lagi urusan saya bertambah. Selain mengerjakan tugas akhir (termasuk mengambil data dan menulis laporan), mengerjakan tugas mata kuliah S2, saya juga harus mengurus pendaftaran beasiswa Korea ini, yang ternyata memerlukan banyak syarat. Saya harus mencari surat rekomendsi dari dosen, dekan, dll.

Akhirnya, singkat cerita saya pun lulus dari ITB dengan predikat biasa saja (tidak cum laude), begitu juga A2. Datanglah email pemberitahuan dari Korea (Inje University) bahwa saya diterima di sana. Sayangnya, bukti fisik (surat penerimaan) belum sampai ke tangan saya pada saat itu. Oleh karena itu, saya pun memutuskan untuk mendaftar s2 di ITB bersama dengan A2. Pengurusan dokumen-dokumen ini memakan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. kami harus berkali-kali pergi ke Gedung Annex (rektorat) ITB dan kembali ke Tata Usaha Elektro untuk memenuhi syarat-syarat yang diperlukan. Sampai-sampai karena saya ada urusan keluarga (liburan) di lura kota, sya menitipkan proses perwalian kepada si A2. Singkat cerita, akhirnya saya dan A2 mendapatkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) S2 ITB. NIM saya 23211044 dan NIM A2 23211032.

Kami mulai berkuliah secara resmi sebagai mahasiswa S2. Di tengah-tengah hari-hari kuliah awal ini, datanglah surat pemberitahuan dari Inje University. Di sinilah saya mulai galau.

  1. Memilih antara kuliah 1 tahun mendapatkan gelar master atau 2 tahun baru mendapatkan gelar master
  2. Berkuliah di Indonesia atau di luar negeri
  3. Membiarkan nilai mata kuliah s2 saya (yang tergolong baik) terbuang sia-sia karena nilai tersebut tidak dapat ditranfer ke kurikulum Inje
  4. Meninggalkan orangtua dan keluarga yang nampaknya lebih ingin saya kuliah di Indonesia
  5. Meninggalkan a2, teman seperjuangan saya yang selama ini selalu membantu saya dalam segala urusan

Ibu saya berkata agar saya sholat istikharah. Saya harus dapat memutuskan pilihan antara meneruskan kuliah di ITB atau memulai kuliah dari 0 di Korea. Beberapa kali saya sholat istikharah, dan akhirnya saya mendapatkan keputusan bahwa saya menukar gelar master yang dapat saya peroleh dalam 1 tahun dan perkuliahan di ITB untuk pengalaman baru dan mungkin ilmu baru di Korea. Sebuah keputusan yang sangat berat karena memang hal ini sangat berat bagi saya, karena saya harus meninggalkan orang-orang tercinta, termasuk meninggalkan keluarga dan teman-teman ITB yang masih sering saya kunjungi meskipun saya sudah lulus S1.

Dan akhirnya, di sinilah saya sekarang. Merantau di negeri orang, seorang diri (tidak ada orang Indonesia lain) di kampus ini, dan sulit berkomunikasi dengan warga sekitar karena faktor bahasa yang cukup sulit dipelajari. Semoga saya bisa survive di sini sampai lulus nanti dan dapat berguna bagi Tuhan, Bangsa, dan Almamater.

*mungkin ada yang ebrpikir bahwa saya egois dengan meninggalkan teman seperjuangan saya, A2. Namun saya yakin, Tuhan telah memberikan petunjuk-Nya sehingga saya berada di sini saat ini.

11 thoughts on “Kok Kuliah di Korea, Yon?

  1. waaah kak itu beasiswa 100 % ya?? pengen lanjut s2 kesana. itu dari ITB nya langsung ya kak. kebetulan saya mahasiswi semester 3 ilmu komputer di universitas swasta di bogor. susah gak ya kak applynya…

    • iya, 100%. hmm, susah nggak ya? Sebenernya paling enak kalau ada dosen di kampusmu yang punya kenalan dosen di Korea. Bakal lebih gampang banget, karena ada rekomendasi gitu.
      Kalo emang nggak ada, ya gpp, coba aja daftar-daftar beasiswa. Yang penting nilai nggak jelek-jelek banget dan toeflnya bagus

  2. halooo salam kenal, saya norwey. saya mengalami hal yang sama dengan anda, membuat sebuah keputusan memang sulit sekali. saya pun akhirnya memilih untuk S2 di korea, tapi berangkatnya febuari tahun depan. mohon bantuannya ya mas, share2 perkuliahan disana. saya buta sekali mengenai S2 apalagi S2nya di Korea. sebaiknya apa yang harus saya persiapkan pertama kali?
    ~norwey~

  3. saya mahasiswa swasta di jkt, januari ini akan berangkat ke korea studi s2 mesin, disana katanya kalau kuliah harus pake b. korea?
    saya sedang kursus bahasa dari april kemarin hingga des, kemudian 2 bulan di sana kursus dari kampus, kalau tes TOPIK ga lulus apa mahasiswa akan di pulangkan ya?
    katanya si ga boleh masuk kelas kalau belom level 3?

    • halo mas yusuf, salam kenal.
      Kalau bahasa di dalam pengajaran itu tergantung kampus masing2. Biasanya kalo masuk program internasional, bahasa pengantarnya inggris. Lain cerita kalo mas dapet beasiswa NIEED, artinya semua bakal dalam bahasa korea, makanya diwajibkan lulus TOPIK level 3

  4. wahhh.. kak senangnya bisa kuliah dikorea… sy berharap supaya bs kuliah disana.. walau belum lulus sarjana tp saya bertekad ingin lebih banyak informasi tentang universitas dikorea.. insyaallah s2 disana.. doain ya kak..
    ohh iya semangat kuliah dinegeri orang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s