Berkelana ke Daegu bersama Perpika 3 (bagian 1)

Weekend ini, seperti biasa saya tidak memiliki pekerjaan yang jelas selain tiduran dan berjalan-jalan berkeliling Gimhae. Beruntunglah, ada undangan untuk Kumpul-kumpul bersama Perpika wilayah 3. Apa itu Perpika? Secara singkatnya, Perpika adalah perkumpulan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang melaksanakan studi di Korea Selatan, baik itu under graduate, master, PhD, ataupun sekedar pertukaran pelajar. Kampus saya sendiri termasuk ke Perpika wilayah 3 yang mencakup daerah selatan Korea Selatan. Karena saya sangat ingin bertemu dengan orang Indonesia dan saling bersosialisasi dengan mereka (maklum, di kampus saya adalah satu-satunya orang Indonesia), maka saya memutuskan untuk mengikuti acara gathering itu.

Tempat gathering adalah di kota Daegu. Nah lo, mana lagi itu? Kota yang pernah saya kunjungi hanya Gimhae dan Busan, belum pernah saya pergi ke kota-kota lain. Oleh karena itu, saya meminta tolong kepada lurah (istilah untuk pemimpin di wilayah Perpika) untuk memberikan petunjuk cara menuju ke sana. Ternyata ada acara berangkat bersama mahasiswa Busan menuju Daegu. Sebelum berangkat, semua yang ingin berangkat bareng diminta kumpul di Busan Station jam 14.30. Setelah mendapatkan keterangan cara menuju Busan Station, Sabtu (011011) saya pun berangkat dari dorm pukul 13.00.

Perjalanan saya dimulai dengan naik bus 128-1 dari depan kampus menuju ke Gupo Subway Station. Ini adalah bus yang belum pernah saya naiki sebelumnya. Saya menjadi sangat deg-degan kalau-kalau salah bus. Yang lebih membuat deg-degan adalah tidak adanya papan petunjuj tujuan di bus itu, hanya lewat pengumuman via speaker. Saya hanya berharap saya dapat mendengar halte tujuan dengan jelas. Setelah saya melihat rute bus yang tertempel di bus dan bertanya kepada seorang penumpang lain, saya tahu bahwa Gupo Station ternyata sangat jauh dari Inje. Deg-degan saya bertambah ketika melihat jam dan jarum panjang hampir menyentuh angka 12, yang artinya hampir pukul 14.00. Saya hanya takut ditinggal rombongan yang akan menuju Daegu. 14.10, saya sampai di Gupo Station.

Seperti biasa, yang saya cari pertama kali di stasiun subway adalah mesin penjual tiket otomatis. Sempat bingung mencarinya, ternyata letaknya tepat di samping pintu masuk. Saya membeli tiket searah untuk menuju ke Busan Station dan ternyata saya harus transfer sekali, yaitu di Yeonsan, untuk berpindah dari Brown line ke Orange line. Saya meluncur dari Gupo jam 14.15. Tinggal 15 menit dari waktu kumpul. Sebenarnya saya juga tidak yakin orang-orang lain akan ontime, tapi alangkah tidak enaknya kalau mereka hanya menunggu saya untuk berangkat. Apalagi kalau sampai saya ditinggal. Saat transfer di Yeonsan, jam sudah menunjukkan 14.25. Saya merasa benar-benar dikerjar waktu. Akhirnya, saya sampai di Busan Station pukul 14.45. Seturunnya saya dari subway, saya masih bingung mencari tempat berkumpul yang ternyata berkumpul di stasiun yang lain (bukan stasiun subway). Ternyata Busan Stasiun untuk kereta antar kota berada di atas dan harus menyebrang jalan. Sampai di Busan Station, saya segera menuju tempat berkumpul (di depan loket tiket) dan mencari wanita yang berkerudung (lurahnya adalah seorang wanita). Akhirnya, saya pun menemukannya di balik pilar di depan loket tiket.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s