Berkelana ke Daegu bersama Perpika 3 (bagian 3)

Setelah solat subuh, saya tidak bisa tidur lagi. Kebiasaan baru, soalnya bangun untuk solat subuh sudah cukup siang. Sambil menunggu yang lain bangun, saya makan cemilan kripik yang ada di meja sambil minum jus jeruk. Tak lama kemudian, satu per satu orang mulai bangun, dimulai dari Mas Haris dan disusul Ardi. Nampaknya Ardi tahu kalau tamu-tamunya yang rakus ini kelaparan. Dia megeluarkan bahn-bahan masakan dan dia pun mulai memasak. Lauk pagi itu, kambing dan sup sayuran.

Saat Ardi memasak, Mas Reza, Mas Bangun, dan Mas Rio (yang ini teman serumahnya Ardi) bangun. Sambil menunggu masakannya selesai, kami mengobrol dan melanjutkan pembicaraan tadi malam yang terputus karena kantuk. Entah mengapa setiap kumpul seperti ini saya merasa mendapatkan banyak sekali pengalaman dari para senior-senior yang sudah berada di Korea lebih lama dibandingkan saya. Mereka bercerita mulai kegiatan lab, profesor yang kelakuannya aneh-aneh, dll. Saya hanya berharap profesor saya nantinya tidak aneh-aneh. Tak lama kemudian, makanan pun datang.

Seperti biasa, orang Indonesia memang pada dasarnya pemalu, bahkan yang sudah berada lama di Korea pun masih tetap pemalu. Karena tidak ada yang masu untuk makan duluan, saya mendahului para senior ini. kami pun makan bersama dengan gembira. Setelah makan, kami tiduran sejenak sampai akhirnya Anne dan Fara datang untuk menjemput kami dan kami akan berjalan-jalan lagi berkeliling Daegu. Kami mandi bergantian, dan berangkatlah kami ke tempat berkumpul di main gate KNU.

Menunggu sebentar, Randy dan rombongan kain pun datang. Kami naik taksi menuju downtown Daegu. Kami turun di Daegu Station dan berjalan meuju tempat makan yang tenyata adalah Warung Indonesia. Di sini terdapat berbagai macam masakan Indonesia, mulai nasi goreng, rendang, soto, rawon, dan gule. Bagi orang yang sudah berada jauh dari Indonesia untuk waktu yang cukup lama, warung ini memang tempat yang tepat untuk melepas kangen kepada kampung halaman. Tapi ya harus dimaklumi kalau makanan di sini relatif mahal dibandingkan apabila kita makan makanan Korea biasa.

Seusai makan dan menunggu sore sebelum kami pulang, kami berjalan menuju taman kota. Di sana banyak bunga-bunga indah dan patung-patung monumental. Di sana juga ada lonceng besar yang bisasa digunakna sebagai peringatan tahun baru di Daegu. Inilah kami yang berfoto di depan lonceng.

Setelah berfoto, kami pun berpisah. Dengan naik taksi, saya menuju Dongdaegu Station. Kali ini kami tidak naik Mugunghwa, tapi kami naik KTX!!! (posting berikutnya mungkin tentang KTX). Akhirnya, kami sampai di Busan Station. Saatnya berpisah dengan Anne, Mas Bangun, dan Mas Harrist. Perjalanan saya masih panjang untuk kembali ke dormitory. Saya kemblai naik subway, transfer di Yeonsan, turun di Gupo, dan naik bus 128-1 kembali Inje University. Saya masuk dorm lagi pukul 19.00, dan berjalanan saya 2 hari 1 malam di Daegu pun berakhir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s