MITL

Sudah sering rasanya saya menulis tentang kegiatan saya berliburan dan berjalan-jalan di Korea ini, tapi saya malah belum perna menulis tentang perkuliahan saya. Baiklah, kali ini saya bercerita tentang lab saya berada.

Seperti yang sudah saya singgung di beberapa pos sebelumnya, saya berkuliah di Inje University, Gimhae, Korea. Jurusan saya di sini adalah master untuk Computer Science. Padahal selama ini tiap kuliah algoritma dan struktur data saya selalu numpang nama di anatar teman-teman saya. Lalu, kenapa saya mau berkuliah di sini dan melepas fast track saya? Hal ini disebabkan riset yang akan saya lakukan di sini berhubungan dengan tugas akhir saya, yaitu pengolahan citra digital. Profesor saya di sini, Heung-Kook Choi, mencari mahasiswa internasional yang berminat dengan bidang ini. Beruntunglah pembiming Tugas akhir saya, Prof. Andriyan, menawarkan hal ini kepada saya. Jadilah saya menjadi bagian di lab ini.

Lab saya bernama MITL, Medical Image Technology Laboratory. Dari namanya sudah terlihat bahwa lab ini akan mengurusi masalah medical image, alias citra medis. Mulai dari CT, MRI, PET, SPECT, dll akan diolah dengan algoritma (sejujurnya kata-kata ini masih membekas buruk di kepalas saya gara-gara nilai BC di mata kuliah Algoritma dan Struktur Data) yang lebih cepat dan akurat. Silakan berkunjung ke situs lab ini di http://mitl.inje.ac.kr/. Sayang, bahasanya masih full Korea. Tapi minimal masih bisa dilihat gambar-gambar riset yang dilakukan oleh lab ini.

Saya mendapat tempat di pojok kiri belakang ruangan. Sempat saya bersuudzon bahwa saya didiskriminasikan dengan ditempatkan di tempat ‘terpencil’. Tapi ternyata tidak (menurut saya). Memang meja saya kecil dan saya mendapatkan kursi kantor biasa tanpa sandaran kepala, tapi pada saat pertama datang, saya disediakan dua buah monitor yang cukup besar, sebuah CPU yang cepat, dan kabel LAN dengan akses super cepat. Dengan diberi fasilitas seperti ini, saya merasa tidak didiskriminasikan lagi, meskipun saya hanya terdiam ketika yang lain ngobrol berbahasa Korea dan saya tidak diajak.

Tempat solat di lab ini cukup sulit. Awalnya saya solat di dekat meja rapat, tapi ternyata terlalu banyak orang berlalu lalang di sana. Akhirnya saya memilih untuk membuat sendiri ‘mushola’ saya disamping meja kerja saya. Saya gelar sajadah di sana, menutup jalan masuk dengan kursi kantor, dan saya pun solat. O iya, mengenai solat di kampus dan di dorm, saya selalu wudhu di wastafel, karena tidak ada bak air, apalagi gayung untuk wudhu. Ya namanya menyesuaikan keadaan. Yang penting, insyallah akan selalu ingat untuk sholat 5 waktu. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s