Seminar di Seoul itu Menyenangkan (bagian 1)

Kamis ini, saya berangkat ke lab seperti biasa. Saya duduk di depan komputer dan memikirkan pekerjaan kemarin yang belum selesai. Tiba-tiba salah satu teman lab saya, Teddy, datang mengampiri saya. Dia bertanya apakah besok saya ada acara selain kuliah? Saya jawab, tidak ada. Dan ternyata saya diajak ikut seminar di Seoul karena salah seorang anggota lab yang seharusnya berangkat berhalangan. Kami (saya, Teddy, dan Nick) akan berangkat sore itu juga pukul 17.00 dan besok paginya langsung seminar. Tiket KTX pulang pergi dibayari sama lab dan diberi tunjangan untuk makan dan menginap. Wow,kurang apa lagi coba? Alhasil sepanjang hari sampai pukul 5 sore pikiran saya tidak tenang karena terlalu excited memyangkan akan seminar di Seoul. Sebenarnya yang membuta saya excited bukan seminarnya, tapi lebih ke Seoulnya sendiri. hehehe.

Jam 5 datang juga. Sebelumnya saya sudah kembali ke dorm untuk mengambil beberapa barang yang diperlukan selama perjalanan, seperti alat mandi, baju ganti, dll. Kami berangkat naik bus dulu ke Gupo untuk kemudian langsung melanjutkan perjalanan naik KTX. Seperti di pos saya beberapa saat lalu, KTX dapat menempuh Busan-Seoul hanya dalam waktu 3,5 jam. Gupo ini letaknya lebih dekat sedikit ke Seoul dibanding Busan, perjalanan kami memakan waktu 3 jam.

Sampai Seoul, saya langsung terpukau akan besarnya Seoul Station. Benar-benar pantasmenjadi stasiun utama di Korea Selatan. Hampir seluruh kereta (KTX,Saemaul, atau Mugunghwa) berakhir di Seoul. Ternyata memang gedung stasiun yang besar ini bukan cuma stasiun, tetapi juga ada supermarket, bioskop, dll. Setelah kami (lebih tepatnya saya) terkagum-kagum dengan Seoul Station, kami langsung menuju ke subway untuk menuju Dondaemun untuk mencari penginapan dan makan malam.

Sampai Dondaemun, saya tertegun ketika melihat gerbang timur Korea Selatan yang ada di sana. Saya kembali tertegun melihat begitu banyaknya pusat perbelanjaan yang ada di sana, dan mereka buka 24 jam. Surga belanja bagi para penggila belanja. Setelah berputar-putar, kami menemukan sebuah motel kecil di tengah gang yang berisi pendatang-pendatang dari berbagai negara. Untuk informasi, harga motel ini per malamnya 35.000 won. Usai meletakkan barang, kami mencari makan malam. Sialnya, sudah banyak restoran yang tutup, sehingga tidak banyak pilihan untuk kami.Kami masuk ke salah satu restoran Korea dan mau tidak mau harus membayar 12.000 per satu orang untuk makan barbeque daging sapi. Untung dibayari, kalau tidak mustahil bisa makan semahal ini.

Sebenarnya saya sudah ngantuk setelah kenyang makan, tapi Nick ingin beputar-putar kota dulu. Kami pun berputar-putar sejenak di kota itu, keluar masuk mall hanya untuk melihat-lihat saja. Lelah menuju puncak, kami kembali ke motel untuk beristirahat. O iya, Nick ini adalah seorang Mongolia berusia 30an tahun dan sudah memiliki 3 orang putri. Sedikit banyak ini membuat saya tenang untuk tidur sekasur dengan dia (karena tidak ada kamar dengan ranjang yang terpisah).

Esok pagi, setelah sholat subuh saya tidak bisa tidur lagi. Alhasil saya hanya tiduran sambil mendengar MP3 dari HP. Setengah jam kemudian, saya mandi dan bersiap untuk seminar. Tak lama setelah saya mandi, giliran Nick yang mandi. Setelah siap,kami berangkat menuju subway lagi untuk bertemu dengan Teddy di exit 1 Ewha University. 5 menit menunggu, datanglah Teddy yang menginap di rumah temannya. Kami berjalan menuju Ewha University.

One thought on “Seminar di Seoul itu Menyenangkan (bagian 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s