Menjadi Guide Mahasiswa Vietnam

Weekend lagi! Benar-benar hari-hari saya digunakan untuk menuju ke weekend. hehehe. Saya ingin bercerita lebih banyak tentang lab saya dan orang-orangnya, tapi nanti malah terlalu rumit dengan segala macam istilah-istilah aneh di dalamnya. Jadi, lebih baik saya bercerita tentang jalan-jalan saya. Betul?

Sabtu ini saya sebenernya ada acara hiking yang diadakan oleh international students admission Inje University. Jadwal acaranya sendiri dimulai pukul 9.30 dan selesai pukul 14.00. Setelah itu saya ingin ikut acara gathering Perpika 3 yang ingin menonton Global Performance yang diadakan di Shinsegae dan dilanjutkan menonton fetival kembang api international di Busan. Tapi yang namanya rencana memang hanya rencana, ada yang yang sudah mengatur semuanya, dan aturan-Nya tidak mungkin tidak ditepati. Ternyata pagi itu hujan deras, alhasil acara hiking dibatalkan. Baiklah, nggak hiking, saya malah bisa langsung ke Shinsegae siang ini.

Tapi teman-teman dorm saya tiba-tiba mengajak dan meminta tolong saya untuk menemani mereka belanja di Gukje Market dan Nampo-Dong. Mungkin merekat tertarik dengan cerita saya tentang murahya barang-barang di sana. Mereka juga berencana menonton festival kembang api sepulangnya dari belanja. Akhirnya saya memilih untuk berjalan-jalan bersama mereka, toh tidak ada salahnya sekali-kali berjalan bersama teman-teman lain.

Kami berangkat pukul 13.00 dari dorm dan baru berangkat ke stasiun subway pukul 14.00. Kenapa? Karena kami harus menunggu teman-teman dari teman saya yang juga akan ikut berjalan-jalan. Baiklah, hari itu saya menjadi guide untuk 9 orang. 1 orang Filipina (roommate saya) dan sisanya orang Vietnam. Kami naik subway dari Daejeo subway station karena saya bosan naik dari Gupo. Kami langsung menuju ke Jagalchi.

Di Jagalchi, sebenarnya tugas saya sudah selesai, karena saya hanya mengantarkan mereka ke sini. Dari sini saya katakan kepada mereka untuk silakan berputar-putar mencari apa yang kalian butuhkan, saya hanya ingin jalan-jalan saja. Sebelumnya sudah saya katakan untuk menawar barang-barang yang dipajang dan lebih baik membeli barang-barang yang ditumpuk dan diberikan harga khusus. Seaya sempat tertawa melihat Tien, anak Vietnam yang dengan ercaya dirinya memilih jaket yang dipajang, meminta ukuran yang sesuai dan mencobanya. Ketika dia bertanya berapa harga dan dijawab penjualnya 90.000 Won, langsung tampak perubahan dari raut wajahnya menjadi campuran antara malu dan bingung. Ya iya lah, syang juga duit sekitar 900.000 rupiah cuma buat beli jaket.

Mereka masih terobsesi dengan barang-barang yang dipajang. Sempat saya merasa tidak enak karena mereka melihat barang-barang yang ada di situ mahal semu. Sampai akhirnya mereka menemukan tumpukan baju-baju dengan harga 10.000 Won. mereka berebutan membeli dan akhirnya ada juga yang membeli dari rombongan saya. Belum reda hasrat belanja 10.000an, kami menemukan toko yang menumpuk barang dengan harga 1.000 Won saja. Wah sudah gila mungkin penjuanya. Barang-barang yang ada di situ masih bagus-bagus namun sayangnya kebanyakan untuk wanita. Jadilah saya hanya melihat-lihat saja. Setelah berjalan cukup lama, mereka semua mendaatkan apa yang mereka butuhkan, ada yang membeli sepatu, jaket, dan sweater. Saya? Saya hanya membeli kompas di Nampo-dong underground market seharga 10.000 Won. Kenapa saya beli kompas? karena sampai saat ini saya tidak yakin apakah saya menghadap ke arah yang benar tiap sholat.

Beres dari berbelanja, kami segera menuju ke Gwangan untuk melihat Busan Fireworks Festival 2011. Pada hari itu ada kompetisi 4 negara, Amerika, Jepang, China, dan Polandia. Yang membuat saya heran adalah mereka tidak pernah tahu ada Gwangan Beach, apalagi pergi ke sana. kalau ini memang sepertinya saya yang terlalu banyak berjalan-jalan. Sesampainya di sana, kami segera berjalan menuju Gwangan Beach yang letaknya cukup jauh dari stasiun subway. Mulanya kami berjalan pelan sampai akhirnya terdengar suara letusan kembang api yang sangat keras dan terlihat beberapa percikan api dari sela-sela gedung bertingkat. Ini bukan saatnya jalan, kami pun berlari menuju Gwangan Beach agar tidak melewatkan lebih banyak atraksi kembang api lainnya.

One thought on “Menjadi Guide Mahasiswa Vietnam

  1. When i visit Korea u have to be my Tour Guide… it’s a must! (dlm hati loe pasti nyeletuk: emang loe sape. oh iye, Bidadari yg gue pesen lewat online Shop.. hoho *enak aje! :p)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s