Inje Global Town

Berhubung weekend kemarin weekend saya cukup sepi karena saya hanya berjalan-jalan sebentar ke downtown Gimhae, saya belum punya cerita tentang weekend. Next time saya pasti menceritakan tentang downtown Gimhae. Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang dormitory tempat saya tinggal sekarang.

Di dalam Inje University ini terdapat 3 buah dormitory, yaitu Inje Global Town, Bio-tech Village, dan English Town. Semuanya digunakan oleh mahasiswa Inje University, baik mahasiswa asing maupun mahasiswa Korea yang tinggal cukup jauh dari kampus. Saya sendiri ditempatkan di Global Town. Lokasi dorm saya adalah di ujung utara dari kampus Inje University. Satu lagi, jalannya menanjak bukan main capeknya. Dan setiap hari saya harus mendaki bukit itu untuk dapat mencapai ke dorm.

Saya tinggal di kamar nomor 4110 bersama seorang dari Filipina bernama Rod. Rod ini sudah berumur 28 tahun, tapi berhubung kami sekamar dan satu angkatan di sini, ya saya menganggapnya seumuran. Di kamar saya ada 2 buah kasur, 2 buah meja tulis, 2 buah lemari pakaian, 2 buah kursi, sebuah kipas angin, dan sebuah pemanas ruangan. Jadilah kami berdua saling duduk sendiri-sendiri ketika di kamar dan hanya berkomunikasi ketika ada yang penting. Tapi sejauh ini kami baik-baik saja kok. O iya, satu hal yang saya suka dari kamar saya adalah kunci pintu elektronik, jadi kami harus memasukkan kode tertentu sebelum bisa membuka pintu.

Untuk setiap dorm ada sebuah ruangan besar yang dibagi menjadi 4 ruangan kecil. Itu adalah ruangan untuk buang air, ruangan wastafel, ruangan mencuci pakaian, dan ruangan mandi. Dan yang namanya asrama, semuanya serba bersama, termasuk kamar mandi yang hanya dibatasi oleh kaca buram dan tirai plastik. Sampai saat ini saya masih mencari-cari waktu yang tepat untuk mandi agar sebisa mungkin saya mandi sendirian.

Beralih ke makan, di sini kami mendapat jatah makan 2 kali sehari, makan pagi dan makan malam. Sebenarnya hal ini sangat praktis, sebelum berangkat ke kampus makan pagi dan sepulang dari kampus makan malam. Sayangnya, menu yang disediakan berbagai macam jenisnya, termasuk hal-hal yang dilarang untuk dimakan oleh saya, contohnya daging babi. Alhasil saya selalu bertanya kepada para ahjumma yang memasak apabila ada daging yang mencurigakan. Saya juga sering membawa amunisi makanan berupa abon ke kantin dan akan saya keluarkan apabila lauknya benar-benar tidak bisa dimakan.

Di sisi lain dorm terdapat meja pingpong dan ruangan fitness. Ini sebenarnya surga dunia pagi para pecinta olahraga fitness, sayangnya saya tidak begitu berminat untuk fitness dan membentuk tubuh saya. Meskipun ada kalimat ‘kerempeng mana keren’, nampaknya hal itu tidak berlaku bagi saya yang tetap keren meskipun kerempeng. hehehe.

Begitulah keadaan tempat tinggal saya di sini. Sederhana tapi menyenangkan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s