Jalan-jalan Idul Adha (bagian 1)

Mohon maaf atas kekosongan tulisan dalam beberapa hari ini. Alasan di balik semua itu adalah kekosongan kegiatan saya selain berkutat di lab dan tidak adanya pengalaman yang cukup menarik untuk diceritakan. Namun weekend lalu saya kembali berjalan-jalan sekaligus merayakan hari raya Idul Adha.

Semuanya dimulai dari saya yang bimbang dan gundah gulana dalam menentukan tempat untuk solat Idul Adha nanti. Meskipun saya sudah menemukan masjid di Gimhae, entah kenapa saya ingin mencoba sholat Idul Adha di tempat lain. Alhasil, setelah bertanya-tanya ke teman saya (Mas Harist yang dulu ke Daegu bareng), saya memutuskan untuk sholat Ied di Masjid Dusil, Busan. Awalnya saya juga berniat akan menginap di rumah Mas Harist, sayangnya runahnya yang katanya imut sudah penuh terisi oleh 5 orang. Ya sudah, mungkin saya bisa menginap di masjid atau di motel.

Tibalah hari Sabtu, 5 November 2011 = 9 Dzulhijah 1432H. Insyaallah pada hari itu saya menjalankan puasa arafah. Pagi-pagi saya hanya membersihkan kamar, tiduran, dan bermain internet saja. Sore hari setelah sholat asar, saya memutuskan untuk berangkat ke Busan lebih awal. Lah, mau ngapain ke masjid pagi-pagi? Jelas, saya bukan mau ke masjid langsung, melainkan ingin berjalan-jalan terlebih dahulu sembari ngabuburit. Setelah menimbang-nimbang, ada 2 tempat yang akan saya kunjungi sebelum saya ke Masjid Dusil, tempat-tempat itu adalah Shinsegae dan Seomyeon.

Saya berangkat dari dorm kira-kira pukul 15.30. Dengan menaiki bus 128-1, saya menuju stasiun Daejeo. Dari Daejeo, saya langsung naik subway untuk menuju ke Centum City, tempat Shinsegae berada. Ternyata, untuk mencapai Centum City saya harus berada di line coklat dari awal sampai akhir line coklat, yang artinya dari Daejeo ke Suyeong. Selesaikah perjalanan saya? Belum, saya masih harus transfer dari ke line hijau dan melewati 2 stasiun untuk mencapai Centum City. Dan akhirnya, sampai juga saya di sana.

Apakah Shinsegae itu? Shinsegae adalah department store terluas di dunia dan dikukuhkan dalam Guiness Book of World Record. Sepenasaran itu saya dengan mall terbesar di dunia. Saya ingin mencoba menjelajahinya dari lantai satu ke lantai paling atas, entah itu lantai berapa saya belum tahu.

Seturunnya dari subway station, yang ada di pikiran saya adalah saya harus berjalan beberapa blok sebelum mencapai Shinsegae. ternyata saya salah. Subway station itu berada di Basement Shinsegae dan langsung nyambung dengan mallnya. Selain Shinsegae, di situ juga ada Lotte Department Store, namun saya jauh lebih tertarik berkeliling Shinsegae. Saya naiki eskalator ke atas, melewati pintu putar, dan sampailah saya ke bagian supermarket.

Begitu banyak orang berada di situ. Meskipun mayoritas orang Korea, saya juga banyak melihat orang amerika dan India berada di situ. Niat saya ke situ memang hanya untuk jalan-jalan dan lihat-lihat. Saya lewati supermarket dan naik ke lantai atas. Di situlah saya melihat peta dari Shinsegae dan tertegun melihatnya.

Mall ini terdiri dari 14 lantai ditambah 4 basement, yang artinya total ada 18 lantai (kalau tidak salah). Di lantai 1-3 terdapat Spa Land yang katanya sangat terkenal di Korea dan wajib hukumnya untuk mencoba berspa di sana. Di lantai 4 terdapat Ice Rink, bisa ditebak, ini adalah tempat untuk ber-iceskating. Di lantai 7 terdapat bioskop yang di sini bukan bernama 21 atau blitz, tapi CGV. Di lantai 9 terdapat Sky Park, dan menurut saya di sinilah tempat yang paling menyenangkan di Shinsegae. Di sana dibuat suatu taman yang tidak begitu luas, namun sangat asri, dengan pepohonan. Yang membuat wah adalah pemandangan di sana, dimana saya bisa melihat gedung BIFF (Busan International Film Festival) dan gedung-gedung yang ada di Busan.

Niat saya untuk berjalan-jalan sampai lantai paling atas terhenti di lantai 9, karena lantai 10-14 digunakan sebagai golf range. Sudah gila memang, ada tempat golf di dalam mall. Lalu, apa yang terdapat di lantai-lantai lain? Sekali lagi, bisa ditebak bahwa isinya sebagian besar adalah toko-toko fashion, mulai dari wanita sampai pria, mulai dari bayi hingga dewasa, dan mulai dari mahal sampai mahal sekali. Tidak ada barang yang murah di sini. Semua toko bermerk internasional. Saya tidak bisa menemukan toko sejenis Toko Aminah, Toko Betty, ata Toko Sumber Bahagia di sana. Semuanya merk terkenal, ada Chanel, Polo, Jeep, Louis Vuitton, dll. Ini adalah Paris Van Java Versi luar biasa besar dan luar biasa mahal.

Puas dengan jalan-jalan dan terbengong-bengong melihat harga-harga yang ada di sana, saya turun kembali ke lantai tempat subway berada. Saya sengaja turun naik eskalator, bukan lift karena saya masih ingin melihat-lihat segala sesuatu yang ada di sana. Akhirnya saya kembali masuk stasiun dan naik subway menuju tujuan berikutnya, Seomyeon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s