Sedikit Komentar tentang ITB yang Didemo

ITB didemo karena tidak ikut berdemo. Lelucon apa lagi ini? Baru kali ini sepertinya saya mendengarkan hal seperti ini, demonstrasi ditujukan kepada organisasi lain yang tidak mau ikut demo.

Halo-halo, masih adakah orang normal di sini?

Saya boleh berada di luar sistem ITB, atau lebih tepatnya KM-ITB sejak turun jabatan senator sekitar bulan April lalu. Tapi saya tetap memantau apa yang terjadi di almamater saya. Apa gunanya ada twitter, facebook, blog, dll kalo saya tidak bisa update informasi.

Ok, kembali ke pokok masalah. Apa sih masalahnya? Dari apa yang saya baca dimana-mana, nampaknya masalah utamanya adalah mahasiswa ITB dianggap apatis karena tidak mau turut serta dalam demonstrasi terkait mahasiswa bernama Sondang yang bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri di depan istana negara.

Dari sini, menurut saya pribadi, apapun alasannya, bunuh diri adalah sesuatu yang salah, bahkan meskipu itu dilakukan karena kecewa atas rezim pemerintahan. Setahu saya, kalau memang merasa dirugikan, atau bahasa arabnya dizalimi, ya kita harus melawan, bukan malah menyerah dengan bunuh diri.

Loh, bunuh diri si Sondang kan termasuk usaha perjuangan agar seluruh masyarakat terbuka hatinya atas ketidakberesan pemerintah Indonesia.

Saya yakin 100%, atau 140% kalau kata 9gag, pasti ada orang yang berpikiran seperti itu. Oh, come on. Pendek banget pikiran lo! Berjuang sih berjuang aja, kalau meninggal karena diserang pihak lawan, itu wajar. Lagi-lagi menurut pendapat saya, mendingan ngajak orang-orang buat diskusi bareng, bahas masalahnya apa, gimana solusinya, ajukan baik-baik ke pihak yang berkepentingan, tunggu reaksinya. Kalau sampai waktu yang ditentukan tidak ada reaksi apa-apa, barulah kita gunakan sedikit cara keras dengan turun ke jalan dan ekstrimnya sampai menduduki gedung DPR. Kalau nanti misalnya ditembak polisi terus meninggal, itu baru berjuang!

Ok, kembali ke ITB. Mahasiswa ITB dibilang apatis, tidak peduli dengan negara, hanya mikirin belajar saja, dll. Kalau dari sisi ini, bisa gw lihat kalau mahasiswa ITB memang kurang suka berdemo. Sedikit mengalami pergeseran dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kenapa? Menurut saya, karena yang namanya berkontribusi untuk negara itu nggak hanya dilakukan dengan memprotes kebijakan-kebijakan pemerintah, turun ke jalan, melakukan demonstrasi, dll. Akhir-akhir ini mahasiswa ITB sedang gemar-gemarnya mengikuti lomba, mulai tingkat nasional sampai internasional. Saat menang di tingkat internasional, siapa yang bangga? Indonesia dan seluruh penduduknya. Mereka juga melakukan berbagai macam penelitian yang diajukan ke jurnal internasional dan mungkin dapat diaplikasikan langsung ke masyarakat. Ketika paper masuk jurnal internasional, bisa dibilang itu pun menambah nilai Indonesia di mata bangsa lainnya.

Bukan bermaksud merendahkan, tapi kemungkinan besar orang-orang yang ikut demo itu mungkin tidak memiliki prestasi sewah mahasiswa-mahasiswa yang menjadi juara lomba atau melakukan penelitian dengan serius. Mereka lebih suka berjuang untuk kebaikan Indonesia dengan cara berdemo, mengkritik apa yang salah, dan memperbaiki sistemnya. Salahkah mereka? Sama sekali tidak. Hal ini juga bisa membawa kebaikan kepada Indonesia pada suatu saat nanti.

Jadi, yang saya garisbawahi di sini, ya biarlah kalau mahasiswa ITB sudah mulai malas berdemo, tidak ikut aksi, dll. Toh selama ini kalau anak ITB melakukan aksi, berapa orang sih yang ikut? Ok, mereka bawa nama KM-ITB, membawa aspirasi himpunan, tapi tetap saja kuantitas orangnya segitu saja. Mungkin kurang dari 1% total mahasiswa ITB. Biarlah mahasiswa ITB berjuang sendiri dengan caranya, lewat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Tujuan kita sama kok, ingin Indonesia yang lebih baik, baik untuk warganya sendiri ataupun di mata internasional.

Finally, ini semua hanya pendapat seorang alumni ITB yang masih peduli dengan kemahasiswaan. Mari kita dinginkan kepala dan berdiskusi bersama untuk Indonesia yang lebih baik.

11 thoughts on “Sedikit Komentar tentang ITB yang Didemo

    • mending gk usah bikin kyk gini, tak ubahnya ini hasil pengaruh rezim orba yg mana membuat mahasiswa apatis terhadap keadaan sosial dmna analisis sosial mahasiswa orba dibikin supaya berpikir pendek tdk filosofis…
      kawan2 yg mengajak kawan2 itb demo krena mereka menginginkan kontribusi nyata untuk kembali ke parlemen jalan………..

  1. Ya mahasiswa yang model kek gini yang dibenci masyarakat, teriak2 gak jelas di jalan, bikin rusuh, bikin kacau. Sok pake tameng rakyat tapi ngrusak fasilitas rakyat. Mbenerinnya?? Ya pake uang rakyat (pajak)

    Yang model2 kek gini biasanya juga ujung2nya ikutan politik buat cari duit, jadi anggota dewan, kerja g bener, nggedein perut doang, akhirnya didemo lagi sama mahasiswa.HAHAHA….

    Inget bro/sis, CITRA MAHASISWA di mata masyarakat udah RUSAK gara2 kelakuan yang kek gini!!!

    INGAT TRI DHARMA MAHASISWA!!!
    – Pendidikan
    – Penelitian
    – Pengabdian Masyarakat

    Orang akan lebih menghargai apabila kita berprestasi, bikin sesuatu yang bermanfaat buat masyarakat, bisa dibanggakan!!!

  2. wah, bravo lah buat ITB dan PRESTASI-PRESTASI yang dari dulu sampe sekarang membanggakan indonesia. emang gitu jalan perjuangannya anak ITB. btw kok tapi dari dulu sampe sekarang toh pemerintahannya kita gitu-gitu aja, sampe ada yang galau bakar-bakaran. ehem prestasi2 yg bergelimpangan bisa gak ya buat betulin pemerintahan.. ehehe

  3. emang prestasi gitu gak berasa ngaruh ke pemerintahan. tapi membangun citra indonesia di mata dunia.
    lo pikir, demonstrasi udah ngerubah? yang ada bikin masyarakat resah. ngerusak fasilitas negara, malah bikin tambah rugi negara. kalo emang bisa demonstrasi yang fair sih bagus, tapi pemikiran sang “MAHASISWA” masih sangat sering mengaitkan Demonstrasi dengan Anarki..
    mendingan ya, Mahasiswa itu belajar baik”. udah digelontorkan dana buat pendidikan, malah demonstrasi meresahkan masyarakat. Belajar baik”, cepat lulus, masuk pemerintahan, benahi, perbaiki, itu baru benar.
    Jangan cuma teriak”, trus masuk pemerintahan gantian lu yang diteriaki, itu fakta! mereka yang di pemerintahan sekarang, dulunya teriak” di jalan, trus sekarang apa? diteriaki juga.
    pemikiran itu yang membuat mahasiswa itb sukar memilih demonstrasi sebagai solusi. “teriak” sekarang, ntar gantian diteriaki” artinya Munafik.

  4. gitu2 bisa nurunin presiden lho.
    haha, ya udah yg penting kita berharap kematian almarhum bisa menggampar kita yg lagi ngapatis dan enak enak di comfort zone, biar bisa segera bangun memberikan aksi nyata apapun itu, mau diskusi, demo, kompetisi, asal gak ngerusak. Dan ngasih solusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s