Pindahan Dorm

Ceritanya masa semester fall ini sudah selesai dan sekarang memasuki winter vacation. Ada kebijakan di sini, dorm saya, Global Town, akan ditutup selama winter vacation. Lalu saya tinggal dimana? Sudah terbayang di otak saya apabila saya harus tinggal di mushola gimhae bersama para pekerja bila memang tidak ada dorm yang dibuka. Untunglah ada dorm lain yang dibuka, dorm ini bernama Bio-tech Village. Kenapa dinamakan Bio-tech? Karena bidang utama yang dikembangkan di Inje University adalah hal-hal yang berhubungan dengan biology dan medical.

Jadi, terhitung sejak Sabtu lalu, saya resmi ‘diusir’ dari Global Town. Barang-barang yang saya miliki ternyata lumayan banyak, terdiri dari satu koper besar, satu tas ukuran sedang, satu tas ransel, satu box karton, dan satu buah kantong plastik, plus bantal. Karena banyak, saya cicil menitipkan barang-barang tersebut di lab sejak hari Kamisnya karena Sabtu saya ada ujian, sehingga saya berpikir akan ribet jika saya masih memikirkan barang-barang ini.

Ujian Digital Image Processing ini selesai, saya dan teman-teman lab menonton film, makan malam, dan karaokean (ada di artikel berjudul Mission Impossible). Seusai karaokean, saya diajak Kyung Min dan Byeong Jin untuk mencoba bermain game online di PC Bank depan kampus. Jadilah kami bermain di sana sampai pukul 11. Setelah itu, saya sudah niat untuk menginap semalam di lab, karena baru diperbolehkan masuk dorm baru hari Minggunya. Untunglah ada teman lain yang bernama Ho Seong menawarkan agar saya menginap di rumahnya. Berangkatlah kami berdua ke rumahnya.

Kamar Ho Seong sama seperti kamar saya di Bandung, berantakan parah. Kami berdua beres-beres dulu sebelum tidur. Setelah beres-beres, dia pamer video musik yang dia rekam bersama bandnya yang bernama Black Knight. Saya tidak mau kalah, saya pamerkan video saya pas nampil di wisudaan April HME. Hehehe.

Keesokan paginya Ho Seong terbangun karena saya bangun untuk sholat subuh. Setelah bangun, dia menyalakan komputer dan mempersilakan saya menggunakannya. Lalu, Ho Seong memasak Ttopokki untuk sarapan. Wih, baik banget udah dikasih tempat nginep, dikasih sarapan pula.

Pukul 10.30, saya kembali ke lab untuk mencuci muka dan sikat gigi. Untung di sana ada Byeong Jin. Saya ajak dia untuk check in di dorm baru. Setelah mengurus administrasi dan mendapatkan kartu dorm baru, saya menuju kamar. Berbeda dengan Global Town, dorm ini jauh lebih bsar. Ada 11 lantai dan untungnya ada lift. Tidak terbayang kalau seperti Global Town yang murni tangga semuanya dan harus membawa barang ke lantai 11.

Kamar saya ada di lantai 4, tepatnya nomor 6405. Saya sekamar dengan anak Korea yang bernama Jeong Hwan, sayangnya dia tidak bisa berbahasa Inggris. Jadilah kami diam-diaman selama di kamar. Kamar saya lebih sempit dari kamar di dorm lama, namun kamar ini memiliki kamar mandi dalam dan pemanas ruangan yang dikendalikan sendiri, bukan dari pusat. Untuk lainnya, hampir sama seperti kamar lama.

Dorm ini juga ada mesin cuci dan pengering seperti dorm lama. Ada juga Family Mart, semacam convenience store, di basement. Mungkin ini bisa membuat saya makin boros ke depannya. Namun yang paling menarik adalah gym yang terletak di dalam gedung, tidak di luar gedung seperti dorm lama. Ya semoga saya dapat memanfaatkannya dengan baik.

2 thoughts on “Pindahan Dorm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s