Family Time at Korea – Busan 1

Yes, it’s family time!!! Inilah yang sudah saya tunggu-tunggu sejak minggu lalu. Hari minggu ini sampai 6 hari ke depan, orangtua dan adik saya berkunjung ke Korea. Saya mempersiapkan segalanya, mulai dari izin ke profesor sampai izin ke mentor di kantor. Alhamdulillah lancar. Jadilah minggu depan saya seminggu tidak ke kantor. Ditambah adanya libur Seollal (tahun baru Cina) dari senin-rabu, otomatis saya libur 10 hari. Hehehe.

Minggu pagi, saya berangkat ke Gimhae international airport, tentu saja bukan untuk pulang ke Indonesia, tapi menjemput keluarga. Saya menanti kira-kira 30 menit sampai akhirnya saya melihat seorang wanita berjilbab melintas di dalam ruang pengambilan bagasi. Siapa lagi kalau bukan ibu saya! Saya menanti lagi sampai seluruh barang diambil, dan keluargu saya pun keluar dari dalam ruang pengambilan bagasi. Senang sekai rasanya bertemu dengan mereka, kedua orangtua dan adik yang 4 bulan tidak bertemu. Saya mencium tangan orang tua dan menyalami adik. Kemudian kami menuju ke stasiun metro untuk naik Busan Gimhae Lightrail dan menuju ke Busan.

Rencananya keluarga saya akan menginap 2 malam di Busan dan 3 Malam di Seoul. Bukan di hotel, melainkan di guest house atau semacam hostel. Di Busan, kami menginap di pinggiran Busan, tepatnya di SK View, di sebuah kamar bernama Pusan Hostel. Untuk mencapai tempat itu, kami harus naik bus bernomor 22 atau 131 dari halte bus sekitar Kyungsung University. Pemilik tempat itu bernama Tiger (sepertinya ini nama gaul, bukan nama asli) dan Soojee. Tempat itu memang benar-benar hanya sebuah kamar di apartemen yang disewakan untuk umum. Kami menyewa kamar keluarga untuk 2 malam di sana. Tempatnya cukup nyaman bagi saya, meskipun nampaknya tempat itu lebih cocok untuk anak muda dibandingkan untuk keluarga. Tapi karena kamar ini hanya untuk beristirahat, jadi ya nyaman-nyaman saja berada di sini.

Hari pertama, kami menuju ke Shinsegae. Saya ingin menunjukkan pusat perbelanjaan terbesar di dunia yang kebetulan terletak di Busan. Seperti yang saya perkirakan sebelumnya, mereka semua mengeluarkan ekspresi yang sama ketika saya pertama kali ke Shinsegae, yaitu MAHAL! Memang tempat ini hanya cocok untuk orang asli Korea yang bekerja di Korea dan mendapatkan gaji standar Korea. Bagi orang Indonesia yang berjalan-jalan ke Korea, harga barang-barang di sini sangat amat mahal.

Tujuan berikutnya adalah Pantai Gwangan. Saya ingin menunjukkan keindahan jembatan Gwangan saat malam hari. Sayangnya kami ke sana saat jam masih menunjukkan pukul 4 sore. Sebenarnya kami ingin menunggu sampai lampu jembatan menyala. Tapi apa daya, nampaknya keluarga saya masih lelah setelah perjalanan 7 jam Jakarta-Incheon dan 1 jam Incheon-Gimhae. Jadilah kami hany berfoto di sana dan kembali ke hostel untuk beristirahat.

One thought on “Family Time at Korea – Busan 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s