Family Time at Korea – Busan 2

Hari kedua di Korea. Menurut jadwal yang sudah saya rancang sebelumnya, hari ini kami akan mengunjungi Inje University, termasuk kamar saya di dorm dan lab saya. Karena jarak yang cukup jauh dari Pusan Hostel ke Inje University yang terletak di kota Gimhae, kami berangkat dari hostel pukul 9 pagi.

Perjalanan dimulai dari naik bus nomor 22 dari depan SK View menuju stasiun subway Kyungsung-Pukyong. Dari sana, kami menempuh perjalanan jauh melewati lebih dari 20 stasiun untuk mencapai Gupo Station. Belum selesai, masih ada 30 menit perjalanan naik bus 128-1 menuju ke gerbang Inje University langsung. Akhirnya sampailah kami ke kampus saya.

Tujuan pertama adalah kamar dorm. O iya, selama perjalanan kami membawa sebuah koper yang berisi bahan makanan dan pakaian oleh-oleh dari Indonesia. Cukup banyak barang-barang yang ada di situ mulai dari jaket, baju, kornet, bubur, jahe, dll. Begitu melihat kamar dorm, ekspresi mereka sama seperti melihat kamar kosan saya di Bandung dulu, berantakan. Wajar saja, soalnya sebelum berangkat menjemput mereka di bandara, saya belum sempat merapikan kamar. Ibu saya langsung merapikan barang-barang yang bertebaran di kasur dan meja belajar. Seluruh pakaian yang ada di koper dikeluarkan dan dimasukkan lemari, sedangkan makanan-makanan tetap ditinggal di dalam koper dan kopernya ditinggal di kamar saya. Padahal di kamar saya sudah ada koper yang cukup besar. Makin sempitlah kamar saya. Tapi ya sudahlah, tidak apa-apa, demi makanan-makanan yang dapat mengobati rasa kangen Indonesia.

Kemudian kami semua menuju ke gedung E tempat saya berkuliah. Niat awalnya kami ingin mengunjungi Prof. Choi. Sayangnya beliau sedang pergi ke Seoul dan tidak berada di tempat. Begitu pula ketika kami menuju ke lab, tidak ada mahasiswa Korea di sana. Hanya ada 3 orang mahasiswa Mongolia yang sedang asik dengan kegiatannya masing-masing. Saya mengenalkan keluarga saya kepada mereka.

Mumpung masih di Gimhae, saya ingin menunjukkan tempay-tempat yang sering saya kunjungi, termasuk sungai kecil di depan Homeplus dan Danau Yeonji. Sebelumnya, saya mengajak makan siang di rumah makan korea terlebh dahulu. Saya mengenalkan Bibimbap dan Kimbab kepada mereka. Tampaknya mereka menyukainya, meskipun porsinya sebenarnya cukup banyak, bukan merupakan porsi normal Indonesia. Usai makan, saya ajak mereka sholat sejenak di mushola TKI di sekitar tempat itu. Saya sempat bertemu dengan Mas Iwan, orang yang pernah mengantar saya ke masjid Pakistan tempat jumatan.

Sayangnya, seusai sholat hujan turun dengan lebatnya. Kami menerjang hujan untuk melihat dari luar King Suro Tomb dan berfoto sejenak di Hanok Village. Lepas dari tempat itu, kami sudah tidak kuat lagi berjalan di bawah derasnya air hujan. Kami pun memutuskan untuk membeli payung di sebuh toko. 7000 Won harga payung itu, sekali lagi jangan dibandingkan dengan harga payung di Indonesia. Kami hanya membeli satu payung saja karena bagi saya hujannya tidak begitu deras dan saya masih bisa berjalan di bawahnya. Ternyata hujan bertambah deras. Dengan terpaksa kami menunggu di depan toko itu.

300 Won untuk segelas kopi dan 600 won untuk 2 gelas coklat panas saya keluarkan dari dompet recehan saya. Enak juga duduk di depan toko, minum minuman hangat sambil menungu hujan reda. Dan di sinilah keajaiban terjadi ketika tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan kami. Seorang pria turun dari mobil membawa sebuah benda hitam dan meletakkannya di atas meja. Dia kemudian mengatakan sesuatu yang tidak bisa saya dengar jelas (andaikata saya mendengar jelas pun saya tidak tahu apa artinya). Dia kemudian masuk ke mobil dan pergi. Ternyata benda yang ditinggalkannya adalah payung. Kami berpikir apakah dia menitipkan payung ini di sini atau memang memberikannya kepada kami. Setelah ditunggu cukup lama, orang itu tidak kembali lagi. Yakinlah kami bahwa dia memang memberikan payung tersebut kepada kami. Kami bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang.

Ingin saya menunjukkan sungai yang membeku, sayangnya karena hujan, air sungai itu mengalir dengan derasnya. Saya juga ingin menunjukkan Tomb Museum, sayangnya hari itu hari Senin dan museum itu tutup pada hari Senin. Jadilah kami memilih untuk kembali ke hotel dan beristirahat. Sebelum kembali, kami sempatkan berjalan sejenak di Seomyeon, namun nampaknya tidak ada hal menarik di sana. Akhirnya belum pukul 6 sore, kami sudah kembali ke hostel untuk mempersiapkan esok hari.

One thought on “Family Time at Korea – Busan 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s