Family Time at Korea – Busan 3

Hari ini adalah hari terakhir di Busan. Artinya barang-barang harus segera dikemasi dan masuk ke dalam koper. tujuan berikutnya adalah Seoul, akan tetapi kereta baru berangkat pukul 3 sore. Masih ada waktu beberapa jam untuk berjalan-jalan. Akan tetapi ada satu masalah besar di sini, besar dalam arti sesungguhnya, yaitu dua buah koper. Hasil dari packing adalah 2 buah koper besar, 1 buah tas jinjing berukuran besar, dan sebuah tas kecil yang bisa ditarik. Kami akhirnya memutuskan untuk memasukkan kedua koper besar itu ke dalam loker di Busan Station.

Memasukkan koper ke loker tidak semudah membuka pintu loker, memasukkan barang, dan menutupnya kembali. Loker di sini menggunakan sidik jari sebagai kuncinya. Karena saya terbiasa memakai sistem kombinasi angka, bingunglah saya. Bahkan saya sempat ‘kehilangan’ 3000 karena gagal mengunci pintu loker. Akhirnya saya melapor ke tourist information dan mendapatkan 3000 won lagi untuk mencoba loker itu. Setelah membaca petunjuk dengan seksama, akhirnya kedua koper besar dan tas jinjing berhasil masuk loker. Sisanya hanya sebuah tas kecil yang akan saya bawa. Kami pun menuju tempat menghabiskan waktu, yaitu busan tower dan gukje market. Untungnya saya sudah beebrapa kali belanja di pasar ini dan sekali mengunjungi busan tower, sehingga tidak menjadi masalah bagi saya mengantarkan keluarga ke sana.

Busan tower terletak di Yongdusan Park yang terletak cukup tinggi dari pasar. Untuk mencapainya kami perlu naik 4 tingkat eskalator. Masalahnya adalah tidak ada eskalator untuk turun dari sana. Sedikit khawatir keluarga akan kecapekan, tapi untunglah mereka sudah siap mental untuk turun secara manual. Sesampainya di atas, tentu saja kami langsung berfoto di sekitar busan tower, ada jam bunga, patung Yi Yun Shin, dan busan tower itu sendiri. Nampaknya keluarga saya cukup menyukai tempat ini. Bahkan ibu dan adik saya sempat naik ke puncak busan tower untuk melihat pemandangan sekitar. Kami juga melihat kumpulan kunci gembok di sekitarnya.

Tujuan kedua adalah gukje market. Ada beberapa oleh-oleh yang perlu dibeli, karena akan terlalu merepotkan jika kami membeli seluruh oleh-oleh di Seoul. Akhirnya beberapa gantungan kunci, pembatas buku, dan hiasan magnet untuk kulkas telah berada dalam tas plastik. Entah berapa harganya, yang jelas telah terjadi tawar-menawar harga yang cukup alot di salah satu toko souvenir. Kami makan siang ala backpacker, yaitu di pinggir jalan, tepatnya di etalase sebuah toko. Kami makan tteokpokki dan kimbab. Tidak peduli orang-orang melihat, kami tetap makan dengan lahapnya.

Jam 2 siang, kami kembali ke Busan Station, mengambil koper dari loker, dan duduk manis menunggu kereta. Khusus untuk menunjukkan seperti apa kereta tercepat di Korea, saya memesan 4 tiket KTX Busan-Seoul seharga 39.000Won per orang. Hobi saya nampaknya untuk membuat orang terkesan dengan segala sesuatu yang pernah membuat saya terkesan sebelumnya. benar, ternyata KTX memang wah, kereta yang bergerak hampir tanpa suara denga kecepatan 300km/jam. Ini hampir tidak dapat dibandingkan dengan Argo Lawu atau Lodaya.

Pukul 5.48, kami sampai di Seul Station. Perjalanan kami di Seoul akan dimulai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s