‘Kencan’ Pertama di Korea

Kenapa saya memberikan tanda kutip di kata kencan pada judul di atas? Karena ini memang bukan kencan seperti biasa di mana pasangan pergi ke luar, makan di restoran, ataupun nonton bioskop. Kencan kali ini, selain karena hal aneh dan tidak biasa yang dilakukan, juga dilakukan bersama seseorang yang cukup unik. Bukan orang Indonesia (karena seperti yang sering saya katakan, hanya saya sendirian mahasiswa Indonesia di kampus ini), bukan orang Filipina, bukan orang Vietnam, dan bukan orang Korea. Saya ber’kencan; dengan seorang mahasiswi Cina.

Sebut saja namanya Xue. Dia adalah mahasiswi jurusan food and drug di Inje University, saya mengenalnya di kelas bahasa Korea. Dan entah dia tahu darimana kalau saya bisa berbahasa Inggris, dia beberapa kali meminta saya mengajarinya. Karena ada dasarnya saya suka mengajar, ya saya iyakan permintaannya.

Pagi ini, dia mengirim message via KakaoTalk (semacam BBM untuk Android dan iOS). Awalnya saya pikir dia ingin meminta saya mengajarinya Bahasa Inggris lagi (seperti semalam), ternyata tidak. Dia meminta saya menemaninya eksperimen. Yang ada di kepala saya, eksperimen mahasiswa food and drug akan berhubungan dengan berbagai macam zat kimia, dll. Saya iyakan permintaannya, karena memang hari ini saya tidak ada kegiatan. Kami bertemu di depan gedung B.

Dia membawa nampan berisi syringe dan berbagai macam larutan. Dia juga membawa jas lab untuk saya gunakan. Kami masuk ke labnya, dan jantung saya berdebar kencang ketika membaca papan nama di depan ruangan ‘Anima Center’. Saya tanya ke dia, apa yang kita lakukan? Dia menjawab, menyuntik tikus.

Jlegar!! Saya yang selama ini di ruma atau di kosan selalu memilih menghindar jika ada ribut-ribut tikus, kali ini telah mengiyakan menamani Xue melakukan eksperimen yang ternyata berhubungan dengan tikus. Namun seperti Yonny yang biasa, saya tetap tenang dan sok cool. Terlebih ketika dia bertanya ‘Is it okay?’ Dengan sok cool saya menjawab ‘okay’. Di pikiran saya, bodo amat nanti gemetaran yang penting sekarang cool.

Masuk di labnya, dia mengambil sebuah kandang yang berisi tikus berwarna putih berukuran tidak terlalu besar. ‘Now, you should do this’ katanya sambil memberikan contoh bagaimana menahan tubuh tikus agar tetap lurus sehingga dia dapat menyuntikkan suatu hal melalui mulut tikus itu. Dengan berpakaian lengkap seorang mahasiswa biologi (jas lab, sarung tangan, masker), saya mengucap ‘bismillahirrahmanirrahim’ dan berdoa sebelum memegang tikus untuk pertama kali (benar-benar pertama kali dalam hidup saya). Tangan kanan saya memegang ekornya, dan tangan kiri saya menahan badannya agar tidak meronta-ronta. Saya angkat si tikus dan saya sodorkan ke Xue. Dia pun memasukkan sesuatu ke dalam tubuh tikus itu melalui mulutnya.

Percobaan pertama, gagal. Saya gemetar hebat ketika harus memegang si tikus, sehingga Xue tidak bisa menyuntiknya. Kedua, masih gagal. Baru saat percobaan ketiga dia merhasil menyuntik tikus itu. Kemudian saya bertanya ‘berapa banyak tikus yang akan disuntik?’ Dia menjawab dengan kurang begitu jelas ‘fortyn’. ‘One four or four zero?’ ‘Four zero.’

JLEGAR kedua pada hari itu. Saya harus mengangkat tubuh tikus-tikus itu sebanyak 40 kali, padahal satu tikus saja memakan waktu hampir 10 menit. Tapi tetap, sok cool. ‘Okay, let’s do it slowly’. Padahal dalam hati saya merasa dijebak. Hahaha. Akhirnya, satu per satu tikus berhasil saya angkat dan disuntik oleh Xue. Ada tikus yang pendiam dan tenang, namun lebih banyak tikus yang meronta-ronta ketakutan. Dia berkata, ‘yesterday me and my friend did it well, and they were calm. Maybe because my friend is a women and all the mice are male.’ Yang penting selesai juga tugas saya hari itu. Setelah selesai, kami berdua membersihkan ruangan, termasuk membersihkan kotoran-kotoran seluruh tikus tersebut.

Kemudian, kami menuju ke lab Xue, lab yang benar-benar lab, tanpa ada tikus. Ngobrol-ngobrol sejenal, minum kopi, dan diakhiri dengan makan di dorm. Well, pengalaman yang benar-benar luar biasa, memegang tikus untuk pertama kali, bukan hanya satu, tetapi 40. *Perasaan dulu pas punya pacar anak farmasi nggak pernah diajakin megang-megang tikus. Dan satu lagi, menyenangkan juga menghabiskan hari minggu hampir 5 jam untuk memegang tikus.

Nggak pernah ngebayangin mahasiswa computer science megang tikus kaya gini

Ini Xue sedang menyiapkan injeksi

Note: Xue ini teman biasa, makanya namanya bukan kencan beneran.🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s