Nonton Baseball di Stadion

Baseball, atau dalam bahasa korea disebut yagu, adalah olahraga yang mungkin paling terkenal di Korea, mengalahkan sepakbola. Liga baseball Korea pun termasuk liga yang terkenal di dunia, selain Jepang dan Amerika. Di Indonesia, baseball bisa dibilang tidak terkenal sama sekali, kalah jauh dibandingkan sepakbola dan bulutangkis.

Minggu lalu, mentor saya di kantor berkata bahwa minggu depan (minggu ini), seluruh pegawai di IT Team akan pergi ke Sajik Stadium untuk menonton pertandingan Baseball. Saya langsung sumringah, mengingat ini akan menjadi pengalaman pertama saya menonton baseball.

Kemarin, seusai jam kantor, saya dan beberapa pegawai biasa pergi ke stadion naik subway, sedangkan bos-bos dan kepala bagian pergi ke sana naik mobil. Dalam perjalanan, cuaca kurang begitu baik. Mendung bergelayut di langit ditambah gerimis. Saya berharap-harap cemas agar hujan besar tidak datang.

Sebelum ke stadion, kami semua mampir ke Homeplus untuk membeli makanan. Mereka membeli makanan dalam jumlah yang sangat-sangat banyak (karena ada 12 orang dalam rombongan kami). Saya intip belanjaannya,ada daging babi, ayam goreng, ayam panggang, gurita, dan beberapa snack. Saya intip lagi, mereka hanya membeli bir untuk minum (lebih dari 30 kaleng). Langsung saya pergi ke bagian minuman untuk mengambil teh dalam botol (bukan teh botol) agar saya bisa minum selama pertandingan.

6.30, Pertandingan antara tuan rumah Busan Lotte Giants melawan Hanhwa Eagles dimulai. Stadion tidak terisi penuh karena cuaca yang kurang baik, mungkin. Akan tetapi, para penonton yang datang memberikan dukungan yang luar biasa kepada Giants. Untunglah saya mengerti peraturan baseball, sehingga saya pun bisa berteriak sesekali ketika pertandingan memasuki fasa yang cukup seru. Uniknya di pertandingan baseball adalah adanya berbagai macam hal di pergantian inning, ada gadis-gadis yang menari, maskot Giants yang melucu, candid camera, sampai Kiss Time.

Pertandingan mencapai inning 9, Giants unggul 3-0 atas Eagles. Saat itu pula hujan yang pada mulanya hanya rintik-rintik berubah menjadi hujan lebat. Para penonton berhamburan keluar stadion, menyisakan beberapa orang saja yang sudah menggunakan alat perlindungan lengkap, mulai jas hujan sampai payung. Rombongan kami termasuk yang meninggalkan pertandingan meski masih tersisa 3 inning lagi. Kami pun berjalanan menuju stasiun, hujan-hujanan, lengkap dengan jas hujan yang melindungi badan dan barang bawaan kami.

This slideshow requires JavaScript.

Saya hanya dapat berkata bahwa ini adalah pengalaman tidak dapat terlupakan. Nonton baseball untuk pertama kali, hujan-hujanan, dan pergi keluar bersama teman-teman kantor untuk sedikit lebih mengenal mereka.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s