Mendadak Pulang – 1 (Telepon dari Indonesia)

Weekend, saat yang paling saya tunggu-tunggu karena saya tidak memiliki kewajiban berangkat pagi ke kantor dan melakukan rutinitas yang melelahkan. Begitu juga weekend kali ini. Sabtu, 30 Juni 2012, saya menghabiskan waktu dengan ke gym dan bersantai di kamar saja sampai siang. Kemudian saya memutuskan untuk bergerak lebih banyak dengan meninggalkan asrama untuk menuju ke Seomyeon. Kata orang-orang, Seomyeon ini merupakan pusat belanjanya Busan, akan tetapi setelah hampir 1 tahun saya di sini, saya belum sempat menjelajah semuanya. Dan hari itu, mumpung tidak ada kerjaan berat, saya memutuskan untuk menjelajahnya.

Saya berangkat pukul 12.30 dari asrama dengan rute seperti biasa, naik bus ke stasiun subway, dan melanjutkan perjalanan menggunakan subway. Sesampainya di Seomyeon, saya berkeliling subway station terlebih dahulu. Stasiun ini bukan sekedar stasiun, ada berbagai macam toko yang menjual barang-barang berkualitas dengan harga miring. Sebagian besar memang berupa produk fashion, namun ada juga toko yang menjual buku, alat elektronik, sampai alat-alat memancing. Puas berkeliling stasiun, saya pindah ke atas, tepatnya ke sekitar Seomyeon 1-bonga (pusat Seomyeon). Berbagai macam toko dan mall ada di sana. Saya yang memang tidak membeli apa-apa, hanya melihat dan memperhatikan orang-orang berlalu-lalang di sekitar tempat itu. Namun pertahanan saya goyah juga, saya melihat toko Frisbee, premium shop Apple, dan saya memasukinya. Saya melihat ipod nano touch, dan entah kenapa saya memilih warna, kapasitas memori, dan mengeluarkan kartu debit untuk membayarnya. Hahaha

Tempat tujuan berikutnya adalah Busan Stadium. Saya pernah ke sini beberapa bulan lalu, entah mengapa saya ingin ke sana lagi. Saya mengambil foto stadion dari beberapa sisi, kemudian saya ke Homeplus untuk membeli makanan ringan. Sesaat setelah memasuki Homeplus, hp saya yang selama ini jarang ditelepon tiba-tiba bergetar. Saya lihat nomor yang menelepon, diawali dengan 006 (artinya telepon internasional). Saya lanjutkan membacanya nomor-nomor yang bergerak perlahan di layar, ternyata itu adalah nomor mama saya. Tumben mama saya menelepon, pikir saya.

Saya: Assalamualaikum

Mama: Waalaikumsalam. Mas, mama mau ngasih kabar. Papa masuk rumah sakit.

Saya: Astagfirullah. Kenapa ma?

Mama: Papa tadi pengajian, terus tiba-tiba papa ngeluh tangan sama kaki kanannya berat. Terus mama anter papa ke Yarsis (nama rumah sakit). Sekarang papa dirawat sama teman-teman mama. Mas tenang aja, insyaallah papa nggak apa-apa. Mas doa terus aja, ya.

Saya: Iya, ma. Pasti

Disitulah telepon berakhir. Saya yang pada awalnya berniat berbelanja di Homeplus, langsung membatalkannya. Saya tiba-tiba merasa pusing dan tidak bersemangat. Saya kembali ke asrama dengan pikiran tidak karuan. Segera setelah saya sampai asrama dan merasa baikan, saya sms mama dan menanyakan kondisi papa. Mama membalas smsnya dan berkata bahwa papa masih dirawat dan meminta saya untuk tetap berdoa saja. Saya sedikit lebih tenang. Saya menghabiskan sisa malam dengan makan di luar bersama Kang, anak Kamboja, dan kembali ke dorm untuk browsing dan beristirahat.

Sayangnya, ketenangan saya itu hanya berlangsung untuk sesaat saja.

One thought on “Mendadak Pulang – 1 (Telepon dari Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s