Pembabat Alas

Itulah julukan atau istilah yang sering dikatakan orang-orang Indonesia di Korea ketika mereka mengetahui fakta bahwa saya adalah satu-satunya mahasiswa asal Indonesia di kampus saya. Mereka berkata bahwa saya adalah pelopor, pembuka jalan bagi adik-adik, membuka link antara kampus dan almamater di Indonesia, dll. Hahaha, setidaknya itu menjadi motivasi saya untuk tetap bertahan di sini, meskipun seorang diri.

Dan nyatanya hal itu memang benar adanya. Di kampus saya, seperti yang mungkin pernah saya tulis di post yang lalu-lalu, saya bisa dibilang merupakan salah satu mahasiswa level atas (kalau dilihat dari GPA saja). Bahkan kata profesor saya, saya ini the best student (saya nggak yakin ini beneran, jelas-jelas ada mahasiswa lain dengan paper lebih banyak dan nilai yang mirip-mirip saya). Akibatnya, profesor saya pada suatu hari memanggil saya ke ruangannya.

Prof: Yonny, kalo ke Indonesia naik pesawat harus dari Incheon ya?

Saya: Iya prof, dari Gimhae nggak ada

Prof: Berapa lama perjalanan?

Saya: kira-kira 7 jam

Prof: Saya berencana mau ke Indonesia akhir Juni, ingin berkunjung ke ITB dan bertemu dengan Prof Andriyan

Saya: Wah iya Prof? Dalam rangka apa?

Prof: Berkunjung saja. Saya juga berencana mengadakan conference di Indonesia, bekerja sama dengan ITB

Saya: Bagus itu prof, selamat menikmati Indonesia

Sebelum profesor berangkat ke Indonesia, dia meminta rekomendasi makanan, minuman, dan tempat-tempat untuk dikunjungi selama di Bandung. Jadilah saya memberikan gambar-gambar makanan dan minuman serta obyek-obyek wisata, lengkap dengan keterangannya menggunakan huruf Korea.

Kemarin, hampir 1 bulan setelah profesor berkunjung ke Indonesia, dia mengajak saya mengobrol tentang kunjungannya di ITB.

Prof: wah Yonny, ITB itu sangat bagus ya. Kampusnya bagus, suasana untuk riset enak, sejarahnya pun panjang.

Saya: Terima kasih prof

Prof: Saya bertemu dengan beberapa orang di sana, ada Andriyan, Munir, Soegi, dan seorang profesor wanita bernama Tati

Saya: O, Prof Tati dulu juga pembimbing tugas akhir saya

Prof: Wah benarkah? Jadi kami sudah memutuskan untuk saling bekerja sama antara Korean Multimedia Society dan ITB untuk mengadakan conference, 2-6 Juli 2013, di BALI

Saya: Loh, kok di Bali, Prof?

Prof: Jalan mau ke Bandung dari Jakarta itu macet sekali, perjanan saya dari bandara ke Bandung memakan 7 jam.

Saya: Baiklah, prof.

Dari pembicaraan ini, saya mengambil kesimpulan sendiri, bahwa meskipun saya satu-satunya mahasiswa Indonesia di kampus saya, saya bisa membuat profesor saya (yang merupakan salah satu petinggi Korean Multimedia Society) untuk mengadakan conference di Indonesia, bukan di negara dengan jumlah mahasiswa yang lebih massive seperti Vietnam atau Filipina. Well, alas Inje University sudah dibabat sedikit. Harapan saya semoga kerjasama ini berjalan baik, dan ada mahasiswa Indonesia lain yang bergabung bersama saya di sini.🙂

3 thoughts on “Pembabat Alas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s