Bandung Sehari

Rumah saya memang di Solo, namun Bandung bisa dikatakan rumah kedua saya. 4 tahun lebih tinggal dan berkuliah di sana telah membuat saya merasa sangat dekat dengan Bandung. Karena itu pula kemarin saya sempatkan berkunjung ke Bandung sehari sebelum saya kembali ke Korea.

Apa yang saya rindukan dari Bandung? Banyak sekali, mulai dari kotanya, ITB, macetnya, naik mobil keliling kota, jalan-jalan malam, makanannya, dll. Saking inginnya saya berkeliling Bandung, saya meminjam mobil saudara saya. Agak ngeri juga setelah melihat mobilnya ternyata berplat B, ditambah lagi ternyata STNK mobil itu masih dibawa saudara saya yang pada saat itu masih berada di Solo. Tapi dasar saya ngebet jalan-jalan, saya nekat naik mobil tanpa STNK.

Tujuan pertama saya jelas ITB. Saya melewati jalan Juanda, naik terus menuju ITB. Sayangnya pada saat itu masih hari liburan mahasiswa, sehingga kampus tampak lengang. Untunglah hari itu Jumat, setidaknya saya bisa berjumatan di Salman lagi setelah 1 tahun berlalu. Saya sebenarnya ingin mengunjungi PSTK, sebuah unit kesenian Jawa tempat saya bermain dan berkumpul bersama banyak orang Jawa lainnya (ini pula yang membuat saya tidak bisa bahasa Sunda dan tetap medok selama 4 tahun di ITB). Sayangnya tidak ada seorang pun di sana, ruangannya pun disegel oleh pihak kampus. Tujuan berikutnya adalah bertemu kedua profesor pembimbing tugas akhir saya. Karena saat itu masih terlalu pagi, beliau belum ada di tempat. Jadilah saya berkeliling ITB.

Hampir tidak ada yang berubah dari ITB semenjak terakhir saya berada di sana. Paling hanya kanopi baru yang menghubungkan perpustakaan ke Mektan. Oktagon, TVST, perpustakaan, parkiran belakang masih seperti itu-itu saja. Saya ingin makan ayam goreng kol parkiran belakang, sayangnya belum buka. Jadilah saya berjalan kembali ke depan kampus. Saya sempatkan menengok HME, himpunan tempat saya berkumpul bersama teman-teman sejurusan dulu. Tidak ada yang saya kenal, kemungkinan besar anak-anak 2010 yang sedang menyiapkan ospek untuk angkatan 2011. Namun di perjalanan ke depan saya bertemu Ijul, ketua angkatan 2008. Tentu saja dia masih ingat saya karena saya hanya 1 angkatan di atasnya.

Berikutnya, saya menuju adalah tukang lumpia basah berambut kribo di gerbang depan. Sudah lama rasanya tidak memakan lumpia ini. Sambil memakan lumpia saya berkeliling taman Ganesha. Taman ini ternyata digunakan untuk wisata selama liburan ini, termasuk bapak-bapak yang membawa permainan pasar malam ke sana, seperti kereta-keretaan dan komidi putar mini. Saya juga bertemu tukang parkir Jalan Skanda yang mengenal saya. Jalan Skanda merupakan alternatif tempat parkir mobil jika parkiran dalam kampus penuh. Kami ngobrol sejenak sebelum saya kembali mencoba bertemu pembimbing TA.

Dari 2 pembimbing, saya hanya dapat menemui salah satunya saja. Hal yang wajar ketika yang dibicarakan adalah bagaimana kehidupan di Korea, termasuk teman lab, prof, dan riset-risetnya. Kemudian saya menuju Salman untuk berjumatan. Masih seperti biasa, Salman selalu ramai setiap Jumat, baik itu penjual barang-barang, makanan, dan jamaah sholat jumat itu sendiri. Seusai sholat, saya membeli es doger, satu lagi makanan yang saya rindukan. Sempat pula saya bertemu dengan Mo, kahim HME 2008.

Tujuan berikutnya adalah 3 toko besar yang hanya dipisahkan oleh jalan raya saja. Ya, saya menuju BIP, gramedia, dan BEC. Saya sebenarnya tidak ingin membeli apa-apa, namun karena lapar mata jadilah saya membeli 2 buah buku di sana. Puas berjalan, saya kembali ke hotel.

Sorenya saya, ibu, dan adik menuju ke tempat tante di daerah Antapani. Tante ini sedang hamil besar sehingga tidak bisa pulang ke Solo lebaran kali ini. Sepulang dari sana sebenarnya saya ingin maka di Lombok Hejo, sayangnya baru mau parkir, tukang parkir di sana langsung menggerakkan telunjuknya secara melintang di lehernya. Akhirnya ayam goreng Panaitan menjadi tempat makan kami malam itu. Itu pnu kami menjadi tamu terakhir yang dilayani.

Saat itu sebenarnya saya sudah cukup ngantuk, namun saya sudah terlanjur berjanji ke Aji, anak SBM 2008 teman ngongres ulu, untuk berkunjung ke kafe Siete miliknya. Saya sekaligus mengundang Wisnu, anak PSTK 2008, dan Eja, teman seangkatan saya di elektro. Ya meskipun saya tidak bertemu semua teman-teman (karena memang mustahil), setidaknya saya bertemu dengan perwakilan dari teman-teman Kongres, PSTK, dan HME. Puas ngobrol, saya kembali ke hotel karena keesokan harinya saya akan kembali ke negeri perjuangan, Korea Selatan.

Sampai jumpa lagi, Bandung…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s