Every Weekend is Holiday

Setidaknya dalam 3 minggu terakhir ini, akhir pekan saya selalu berisi dengan hal-hal yang berbau liburan. Tentu saja itu pasti menguras uang. Cukup gila rasanya ketika saya, seorang mahasiswa pasca sarjana yang berkuliah di luar negeri dengan beasiswa pas-pasan, menghabiskan setiap minggu dengan bersenang-senang. Namun apa daya, kegiatan 3 minggu terakhir memang eventual dan hanya terjadi 1 tahun sekali di Korea.

1. Lotte World

Chuseok, atau sering disebut Korean Thanksgivingday, adalah satu dari 2 hari libur terbesar di Korea. Hari libur lainnya adalah Seollal, yaitu tahun baru dalam kalender bulan. Chuseok ini pada dasarnya hanya sehari, namun kebijakan dari pemerintah Korea, libur chuseok diperpanjang menjadi sehari sebelum dan sehari sesudahnya. Jadi totalnya adalah 3 hari. Berhubung saya belum sempat bertemu dengan teman-teman seangkatan saya S1 yang melanjutkan kuliah di Seoul, saya pun mengunjungi mereka. Sudah tentu saya akan menumpang menginap juga di sana.

Pada saat berangkat, dengan terpaksa saya naik KTX seharga 40.000 Won. Kenapa KTX? Karena kereta Mugunghwa yang lebih murah penuh sesak dengan orang-orang Korea yang pulang kampung karena liburan chuseok. Andaikata saya dapat tempat duduk pun, akan banyak orang berdiri di sepanjang gerbong. Hal itu sangat tidak nyaman. Saya sampai di Seoul dan langsung menuju je dorm Seoultech, tempat teman-teman berada. Keesokan paginya, barulah liburan sebenarnya dimulai, LOTTE WORLD!

Lotte World adalah salah satu dari 3 taman hiburan terbesar di Seoul, selain Everland dan Seoul Land. Di sini, taman hiburan dibagi menajdi 2 bagian, indoor dan outdoor, dimana permainan indoor sebagian besar adalah mainan anak-anak, sedangkan di outdoor, permainannya lebih menantang. Roller coaster, giant swing, gyro drop, gyro swing, dll adalah permainan-permainan yang cukup menyenankan dan menaikkan kadar adrenalin kami semua. Biaya masuk seharga 24.000 Won pun tidak sia-sia. dari Lotte World, kami berpisah satu sama lain. Keesokan paginya, saya pulang ke Gimhae naik bus seharga 32.000 Won.

2. Jinju Lantern Festival

Setelah ke utara minggu lalu, minggu ini saya ke selatan, tepatnya ke Jinju. Di kota ini sedang diadakan lantern festival, sebuah acara festival lampion yang diadakan sepanjang sungai Namgang. Saya berangkat bersama mas Bangun, dan bertemu dengan Mas Hamka, temannya, dan kami semua disambut mas Ryza sebagai tuan rumah. Sebelum ke festival, kami menuju ke danau Jinyangho sembari menanti langit menggelap dan lentera mulai dinyalakan. Kami berputar Jinyangho sampai lemas (termasuk dengan isengnya masuk ke kebun binatang). Dari situ, kami kembali ke sungai Namgang dan menyusuri sungai sambil melihat berbagai macam stand. Ternyata tidak hanya lantern festival, di sana juga sedang diadakan Korea Drama Festival.

Puas berfoto-foto di Drama Festival, kami bergerak ke lokasi lantern festival. Berbagai macam bentuk lampion ada di sana, mulai hewan-hewan, tokoh kerajaan, sampai dinosaurus. Saat itu malam minggu, sehingga sangat banyak orang di sana. Kami berjalan, berfoto, berdesakan, dan kami menumpang menginap di tempat mas Ryza.

Minggu paginya, saya langusng pergi ke Gyeongsan untuk mengajar Universitas Terbuka. Saya mengajar jam pagi saja. Selepas mengajar, saya langsung naik kereta ke Busan untuk mengikuti acara gatehring Perpika wilayah 3 yang diadakan di Pukyong National University. Lelah, pasti. Senang, iya.

3. F1 Korean Grand Prix

Ini yang paling gres, nonton F1 Korea di Yeongam, dan tiketnya gratis! Kenapa bisa gratis? Ada tawaran dari Korea Tourism Organization, saya cukup mengirim email, dan Voila! salah satu impian terbesar saya untuk melihat race f1 secara langsung terwujud. Saya pergi ke sini seorang diri, setelah semalam sebelumnya saya menumpang menginap di Chonnam National University, Gwangju. Pagi harinya, barulah saya ke Mokpo untuk mengambil tiket, bertemu dengan teman-teman, dan naik shuttle bus ke F1 circuit.

Rasanya nonton F1 itu luar biasa. Jujur saya saya excited setengah mati karena mendapat kesempatan emas ini. Saat melihat racenya, mendengar suara mesin mobil F1 yang dipacu dan mobil yang melaju dengan kekuatan penuh itu benar-benar menggetarkan. Bahkan earplug pun tidak cukup untuk menahan suara kencangnya mesin mobil F1. Terlepas dari jagoan saya, Jenson Button, yang keluar race saat race belum genap 1 lap, namun saya puas dan bahagia bisa melihat F1 secara langsung.

F1

 

Terus, minggu ini apa rencana saya? Belum ada. Namun insyaallah minggu depan saya ke Busan untuk melihat Fireworks Festival

3 thoughts on “Every Weekend is Holiday

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s