Hyundai Brilliant Concert

Seperti yang banyak diketahui orang, setiap tahunnya di Busan selalu diadakan festival kembang api. Tahun lalu saya sempat melihatnya bersama teman-teman mahasiswa internasional dari kampus. Tahun ini saya tidak seexcited tahun lalu untuk melihat kembang apinya. Namun saya tiba-tiba menjadi excited ketika membaca berita di web Busan bahwa ada preevent festival kembang api itu, yaitu konser. dan seperti biasa, konser yang disponsori oleh perusahaan besar pasti gratis. Orang yang ingin menonton cukup menghubungi panitia (via email) untuk memesan tiket. Saya pun tidak ketinggalan untuk memesan tiket konser tersebut.

Motivasi utama saya untuk menonton konser itu adalah seorang artis kpop, wanita, cantik, imut, bersuara merdu, dan tidak (belum *semoga tidak akan pernah) dioperasi plastik. Artis itu bernama IU. Meskipun di konser itu ada juga artis kpop lain yang tidak kalah terkenal, seperti Leessang, Teentop, dan TVXQ, namun IU adalah tujuan utama.

Saya berangkat sendiri dan bertemu dengan Mas Bangun, anak Pukyong National University, Busan. Di tempat konser berlangsung, Busan Asiad Main Stadium, kami bertemu dengan rombongan dari kampus-kampus lainnya. O iya, seperti yang bisa diperkirakan, konser kpop yang gratis tentu saja akan ramai dengan penonton, terutama orang Korea, dan terutama para muda-mudi. Namun masih juga terlihat keluarga yang terdiri dari orang tua dan anaknya yang masih kecil turut menonton konser ini. Dan satu lagi, seperti konser kpop biasa, penonton disediakan kursi untuk duduk. Namun kursi ini hanya digunakan sebagaimana mestinya selama 15-30 menit awal saja. Berikutnya, kursi ini sudah menjadi pijakan bagi para penonton yang ingin melihat lebih jelas.

Konser dimulai dengan Brave Guys, Leessang, dan DJ DOC. Kemudian ada acara hiburan (bagi-bagi doorprize) khusus untuk penonton yang berada dekat panggung. Tentu saja mustahil bagi saya, yang duduk di belakang, untuk mendapat kesempatan naik ke panggung. Setelah acara jeda itulah acara sebenarnya. Seluruh ABG wanita yang ada di situ berteriak histeris ketika Teentop muncul. Jika dilihat dari format boyband ini, sebenarnya mereka sangat mirip dengan Smash Indonesia. Pakaian gemerlap, dance yang begitu-begitu saja, dan lagu yang juga tidak kalah monotonnya. Jauh berbeda dibandingkan Super Junior atau 2PM. Setelah Teentop beres, MC pun memanggil artis yang saya tunggu-tunggu dari awal, IU.

Begitu muncul, IU langsung menyanyikan lagu hitsnya yang berjudul 너랑나 atau You and I. IU tampil dengan baju berwarna merah dan terlihat sangat segar, cantik, sekaligus imut. Ini adalah video yang saya rekam menggunakan kamera saku saya ketika IU menyanyi. Puas bisa melihat dan mendengar suara IU secara langsung. Dan memang harus diakui bahwa dia tidak hanya bermodalkan wajah cantiknya saja, karena suaranya pun luar biasa.

IU menyanyikan 4 buah lagu (tentu saja saya tidak bisa mengharapkan IU menyanyikan sealbum karena ini bukan konser tunggal), dan dia pun sempat diwawancarai dan memperagakan gaya melempar bola baseball. Setelah IU turun panggung, kembali ABG-ABG wanita heboh. Bahkan kali ini lebih heboh dibandingkan saat Teentop keluar. Nampaknya pihak panitia sudah memperkirakan bahwa sebagian besar orang (tidak termasuk saya) lebih ingin melihat TVXQ daripada IU, sehingga mereka meletakkan TVXQ sebagai artis terakhir.

Duo pria ini menyanyikan 5 buah lagu, dan cuma 1 yang saya tahu, yaitu keep ur head down. Lainnya saya tidak pernah mendengarnya. meskipun demikian, saya masih bisa menikmati lagu-lagu yang mereka bawakan. Di akhir lagu terakhir, acara pun ditutup dengan kembang api. Kembang api ini tentu saja tidak sebesar kembang api di festival kembang api sesungguhnya, namun setidaknya saya sempat melihat kembang api di langit Busan lagi, sayangnya saya melihatnya bareng Mas Bangun. hahaha.

Well, itulah Korea. Mengembangkan dan mempromosikan musiknya sendiri ke warganya sendiri (dan beberapa warga asing lainnya) secara gratis. Hal yang sama juga sempat saya rasakan ketika melihat Asia Song Festival 2011 di Daegu, gratis. sebuah statement terakhir,

Jumlah riset di lab sebisa mungkin harus berbanding lurus dengan hiburan yang kita dapatkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s