Masterpiece

Kalau dilihat dari katanya, masterpiece adalah sesuatu yang wah, hebat, luar biasa, dll. Itu pula yang ingin saya buat untuk tesis saya. Cerita dari salah satu dosen elektro ITB bernama Adi Indrayanto masih jelas terekam di kepala saya. Beliau bercerita bagaimana dia mengerjakan tugas akhirnya mulai dari nol, membuat interface sejenis windows untuk program inti yang ‘hanya’ operasi sederhana dari image processing. Dia berkata bahwa TAnya adalah masterpiece yang dapat dibanggakan.

Di lain sisi, TA saya sebenarnya cukup keren, membuat video 3D dari objek mikroskopis. Jadi silakan bayangkan kita melihat film tentang cacing-cacing yang bergerak dan bayi tikus yang sedang berendam di air. Ya, that was my undergraduate final project. Perjuangannya sih keren, bolak-balik lab elektro ke lab biologi, ambil data, gagal, ambil data lagi, membuat interface yang keren, dan tidak lupa menulis laporannya. Hanya saja, saya ingin membuat sesuatu yang lebih wah untuk tesis saya.

Entah saya harus bersyukur atau malah sedih ketika topik tesis saya ditentukan oleh profesor (tentu saja topik ini berhubungan dengan proyek beliau). Jadilah saya berpikir tentang apa yang akan saya buat untuk tesis. Sampai akhirnya saya memiliki ide untuk membuat sesuatu yang berhubungan dengan Otak, MRI, visualisasi, 3D, dan hippocampus. Untuk itu, saya perlu mempelajari berbagai macam library untuk C, mulai dari VTK, ITK, sampai FLTK.

Kalau target saya saat S1 adalah LULUS ON TIME, target saya untuk s2 ini adalah MASTERPIECE THESIS. Yup, mari bersemangat menjalani hari!

Salam winter dari selatan Korea Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s