Weekend Movies

Cuaca yang kurang bersahabat selama musim dingin ini (suhu udara berkisar 0-5C) membuat saya sedikit malas untuk berjalan-jalan. Kontras dengan tulisan saya beberapa waktu lalu di mana saya mengatakan setiap akhir pekan adalah liburan, beberapa akhir pekan ini saya hanya tinggal di kamar dan melakukan hal-hal yang tidak produktif namun cukup berhasil mengisi hari-hari saya. Hal tersebut adalah menonton film.

Ada lebih dari 5 judul film yang saya tonton dalam 3 akhir pekan ini:

1. Brave. Sebuah film animasi yang berlatar belakang zaman dahulu kala di daerah Inggris Raya. Tokoh utamanya adalah Merida, seorang putri mahkota yang tomboi dan memiliki hobi memanah. Karena dia dipaksa ibunya untuk menikah dengan salah satu dari 3 putra mahkota kerajaan lain, Merida yang tidak sengaja bertemu dengan seorang penyihir meminta ramuan untuk merubah ibunya. Yap, si ibu pun berubah… menjadi beruang. Sepintas memang seperti film Brother Bear dimana tokoh utamanya menjadi beruang, namun alur ceritanya sangat berbeda.

Rating versi saya: 7.5/10

2. Wreck it Ralph. Film animasi ini bercerita tentang dunia game, dimana salah seorang tokoh jahat di game berjudul Fix It Felix, Ralph, ingin hidup normal seperti warga lain dalam game tersebut. Warga pun berkata bahwa Ralph akan diterima dengan baik jika dia mendapatkan medali (medali ini biasanya hanya diperoleh oleh tokoh utama game, yang pasti adalah tokoh baik). Ralph pun menyusup ke game Heroes Duty dan dia berhasil mengambil medalinya. Namun dia terlempar ke game balapan di negeri gula dan bertemu dengan Venelope yang mengambil medalinya. Cerita pun berlanjut dengan inti cerita Ralph membantu Venelope kembali berlomba.

Rating versi saya: 8/10

3. The Rise of the Guardians. Animasi lagi, kali ini tentang tokoh-tokoh legenda yang ada di kehidupan anak-anak Amerika, yaitu Santa Claus, Easter Rabbit, Tooth Fairy, Sandman, dan Jack Frost. Cerita utamanya adalah munculnya tokoh jahat bernama Pitch yang ingin menghilangkan kepercayaan anak-anak terhadap tokoh-tokoh legenda tersebut. Tokoh utama di sini adalah Jack frost, seorang pemuda yang dapat memunculkan es, salju, dll. Mampukah dia menghalangi rencana Pitch? Ini adalah satu-satunya film yang saya tonton di bioskop 3D Korea, dan didubbing. Artinya sepanjang film ini seluruh dialog dan narasi dalam Bahasa Korea.

Rating versi saya: 8.5/10

4. Paranorman. Film animasi terakhir yang saya tonton. Film ini bercerita tentang Norman, seorang anak yang memiliki kemampuan melihat makhluk halus (hantu). Karena kemampuan ini, dia dimintai tolong oleh seorang hantu untuk menghentikan kutukan kepada 7 orang zombie yang telah mengucilkan seorang anak perempuan yang memiliki kemampuan melihat hantu juga. Anak perempuan ini dendam kepada 7 orang tersebut dan membuat mereka jadi zombie dan kemudian menyerang kota tempat Norman tinggal. Film yang cukup berat meskipun ini film animasi.

Rating versi saya: 7/10

5. 21 Jump Street. Film yang diadaptasi dari serial tv ini bercerita tentang 2 polisi undercover yang menyamar sebagai anak SMA untuk menemukan bandar narkoba. Kelucuan-kelucuan pun muncul karena SMA ini adalah SMA yang berbeda dari SMA lain, karena hampir semua muridnya cupu, dan anak yang keren disebut aneh. Keadaan makin kacau ketika mereka menemukan di bandar dan dipaksa mengonsumsi narkoba itu di sekolah.

Rating versi saya: 8/10

6, 7 Diary of Wimpy Kid 2-3. Kedua film ini merupakan adaptasi dari buku dengan judul yang sama yang menjadi bestseller di dunia. Tokoh utamanya adalah Greg, kakaknya yang bernama Rodirck, dan temannya yang cupu, Rowley. Kelucuan-kelucuan sehari-hari pun mewarnai film ini, seperti Rodrick yang akan memberikan diary Greg, yang berisi curhatannya tentang Holly, kepada Holly. Greg yang pada saat itu hanya mengenakan celana dalam pun harus mengejar Rodrick sepanjang gedung.’

Rating versi saya: 6.5/10

8. The Three Stooges. Film ini adalah remake dari Three Stooges. Film ini merupakan benchmark dari film-film warkop dan OVJ yang sering menggunakan benda-benda lunak untuk memukul temannya. Tiga orang sahabat yang sama-sama bodoh ini berusaha mendapatkan uang untuk menyelamatkan panti asuhan yang telah menampung mereka selama lebih dari 20 tahun, karena tidak ada keluarga yang mau mengadopsi mereka. Humor slapstick mereka memang lucu, tapi tidak dengan alur cerita yang biasa-biasa saja.

Rating versi saya: 6/10

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s