Konser Depapepe di Seoul

Beberapa waktu yang lalu saya ke Seoul untuk menonton konser L’Arc en Ciel, sebuah band asal Jepang. Kali ini, sekali lagi saya membeli tiket konser Depapepe, duo gitaris yang lagi-lagi asal Jepang, dan berangkat ke Seoul hanya untuk menonton konser tersebut. Sebenarnya band ini sempat konser di Indonesia saat JavaJazz yang lalu, sayang pada saat itu saya sudah berada di Korea sehingga tidak dapat menyaksikannya. Sebagai gantinya, saat saya mendapatkan info bahwa band ini akan mengadakan konser di Seoul, saya langsung meminta tolong teman-teman Perpika (PPI Korea Selatan) untuk membelikan tiketnya. Konser Depapepe ini diadakan 2 kali, hari Jumat dan hari Sabtu. Hari Jumat adalah hari wajib lab bagi saya, sehingga mustahil untuk menonton konser hari Jumat. Jadilah saya membeli tiket untuk konser hari Sabtu pukul 18.00.

Mengingat jarak Gimhae dan Seoul yang cukup jauh, saya memutuskan untuk berangkat agak pagi. Ada 3 opsi untuk menuju ke Seoul: Kereta Mugunghwa, KTX, atau bus. Pertimbangan saya untuk menentukan mode transportasi yang saya gunakan adalah waktu dan biaya. Akhirnya, karena Mugunghwa murah tapi lambat dan KTX mahal tapi cepat, saya pun memutuskan naik bus, tidak begitu mahal dan cukup cepat. Saya berangkat dari terminal Gimhae pukul 10.40 dan sampai di Seoul pukul 15.10.

Karena masih ada waktu cukup lama sampai konser dimulai, saya pun menuju ke Itaewon untuk mencoba restoran Indonesia baru yang ada di sana. Harganya memang lebih mahal dibandingkan warung Indonesia di Gimhae, namun tempatnya memang tampak lebih eksklusif, karena tidak ada orang-orang yang merokok di dalam restoran tersebut. Saya pun memakan nasi rendang seharga 9000KRW. Seusai makan, langsung saya menuju ke tempat konser, Mapo Art Center.

Karena saya belum punya tiket fisiknya meskipun sudah membayar lunas tiket tersebut, saya pun harus menunggu rombongan dari Ajou University terlebih dahulu sebelum masuk ke tempat konser. Sambil menanti mereka, saya melihat-lihat counter merchandise Depapepe dan saya memutuskan membeli CD terbaru mereka. 10 menit setelah gerbang tempat konser dibuka, mereka pun datang dan kami masuk ke tempat konser. Saat memasuki pintu, petugas langsung mencegah para penonton untuk mengambil foto. Ya saya ambil baiknya saja, saya jadi bisa fokus menikmati konser.

Panggung konsernya sebenarnya biasa, tidak begitu besar dan nampak sederhana. Hanya ada 3 buah gitar (1 gitar nampaknya digunakan untuk cadangan), 1 set keyboard, dan 1 set perkusi. Sesuai yang tertera di jadwal konser, pukul 18 Depapepe masuk dan disambut tepuk tangan meriah dari para penonton. Berikutnya, mereka pun memainkan lagu-lagu mereka, baik dari album baru mereka, Acoustic and Dining, dan lagu-lagu hits lama mereka. Lagu-lagu Depapepe sangat familiar di telinga saya, karena lagu mereka sering saya gunakan sebagai lagu pengiring belajar, membaca buku, maupun pengantar tidur. Dunk, Katana, Rosy, Spur, Night and Day mengalun dengan indahnya dari gitar mereka, dan makin keren dengan adanya efek dari keyboard dan ritme dari perkusi oleh additional player mereka. Tidak lupa mereka juga berinteraksi dengan para penonton, dalam bahasa Jepang (yang saya yakin tidak banyak yang paham), bahasa Korea (dengan membaca teks), dan bahasa Inggris (dengan terbata-bata).

Konser ini berakhir pada pukul 20. Puas dan puas, itulah yang ada di perasaan saya seusai konser. Namun anehnya seusai konser seluruh penonton antri di depan pintu keluar, dan mereka tidak keluar. Mereka nampak menunggu sesuatu. Kami pun hanya melihat mereka saja, kebingungan. Namun tiba-tiba kedua personil Depapepe muncul dan berdiri di pintu keluar. Antrian itu mulai bergerak. Ternyata mereka antri untuk ber hi-5 dengan Depapepe. Saya pun sempat ber hi-5 dengan mereka (siapa tahu setelah ber hi-5 saya jadi makin jago main gitar).

Well, itulah sedikit cerita saya berjalan-jalan ke Seoul utnuk menonton Depapepe. Jadi resmilah ada 3 konser berbayar yang saya tonton di Korea (L’Arc en Ciel, Maroon 5, dan Depapepe). Konser artis-artis Korea (SNSD, Miss A, Suju, TVXQ, IU, G.Na, dll.) malah saya tonton dengan gratis. Berikut foto-foto hasil nonton kemarin

Akhir dari konser (satu-satunya saat saya bisa mencuri foto)

(Personil Depapepe standby di pintu keluar untuk ber hi-5 dengan para penonton)

Album baru, tanda tangan, dan tiket konser Depapepe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s