5 Benda yang Wajib Dibawa Setiap Jalan-jalan

Sebagai mahasiswa asing, atau lebih umumnya lagi mahasiswa asing, tentu saja jalan-jalan merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. Tidak hanya di kota tempat tinggal, tetapi juga ke kota-kota lain di negara ini. Selain Gimhae, tercatat saya sudah pernah main ke Busan, Jinhae, Changwon, Seoul, Daegu, Gyeongsan, Gumi, Daejeon, Gwangju, Mokpo, Yeosu, dan Yeongam. Saat berjalan-jalan, ada 5 benda yang tidak boleh lupa untuk dibawa.

1. Kamera

Ini adalah barang wajib bawa untuk wisatawan. Dengan kamera, semuanya akan terdokumentasikan dengan baik. Bonus tambahannya, melalui social media saya juga bisa menunjukkan ke orang-orang bahwa saya sudah pernah ke kota tersebut. Kamera saya bukan kamera SLR besar yang mahal, hanyalah sebuah kamera digital kecil. Meskipun demikian, kamera ini telah menjadi teman setia saya berkeliling Korea.

2. Dompet

Barang ini pun wajib dibawa. Selain untuk menyimpan uang dan kartu bank, di dompet ini juga ada ‘KTP’ warga asing selama di Korea yang sering disebut Alien Registration Card. Di kartu ini pula tertulis bahwa saya benar-benar mahasiswa yang berkuliah di Korea, bukan sekedar wisatawan, apalagi TKI ilegal.

3. Ponsel

Merk ponsel saya adalah merk terbesar dan paling terkenal di Korea. Meskipun demikian, jangan berpikir bahwa ponsel saya adalah ponsel ‘Sarjana’, ‘Master’, apalagi ‘PhD’. Ponsel saya hanya sebuah ponsel clamshell murah yang bisa telepon dan sms saja. Bagi saya, pulsa yang selalu terisi itu lebih penting dibanding canggih dan mahalnya ponsel.

4. MP3 Player

Saya adalah satu-satunya mahasiswa Indonesia di kampus saya, dan karena itulah saya lebih sering jalan-jalan seorang diri dibandingkan bersama orang lain. Oleh karena itu, saya memerlukan teman sepanjang perjalanan saya. Teman itu adalah MP3 player. Selain untuk membuat telinga saya tetap sibuk, MP3 player ini (tepatnya earphone yang terhubung ke MP3 player) dapat menghalangi orang-orang untuk bertanya kepada saya, karena saya kurang PD dengan kemampuan Bahasa Korea saya

5. Sajadah

Sajadah ini saya bawa untuk berjaga-jaga, siapa tahu saya bisa sholat secara normal. Karena saya pergi seorang diri, untuk bisa sholat secara normal saya harus menemukan tempat yang benar-benar sepi dan aman. Lain halnya apabila saya pergi bersama teman, kami bisa bergantian menunggu teman lain yang sedang sholat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s