Our Internet These Days

Apa yang teman-teman lakukan pertama kali ketika bangun pagi?

Versi pertama adalah versi lagu, dimana sebagian dari kita tetap melakukan ritual pagi sesuai dengan dengan lagu ‘Bangun Tidur Kuterus Mandi.’ Versi kedua adalah versi muslim yang baik, karena dia langsung mengambil air wudhu dan sholat subuh. Ada juga yang melihat jam dan kemudian memutuskan untuk tidur lagi. Yang ketiga adalah versi tidur lagi karena melihat jam yang belum menunjukkan saat untuk bangun dan bersiap-siap beraktivitas. Yang keempat adalah versi anak internet, bangun tidur langsung mengecek handphone atau komputer, sekedar untuk mengecek notifikasi facebook atau mention twitter. Saya sendiri termasuk versi keempat (tentu saja dilanjut dengan versi kedua).

10 tahun yang lalu, versi keempat ini belum ada. Baru sekitar 5 tahun yang lalu, ketika internet sudah secara luar biasa mengisi hari-hari manusia dan ditunjang dengan makin majunya teknologi untuk mengakses internet, versi keempat ini muncul. Social Media seperti Facebook dan Twitter memang telah menjadi bagian dari sebagian besar orang. Segala macam interaksi sosial online terpusat di dua web ini.

Mari kita lihat apa yang sebenarnya disediakan oleh Facebook, Twitter, Instagram, Tumblr, WordPress, dll. Situs-situs tersebut hanya memberikan lahan dan tempat untuk para penggunanya. Seluruh konten web tersebut diisi oleh para pengguna. Administrator situs-situs tersebut ‘hanya’ bertugas merapikan konten-konten dari penggunanya. Siapa yang mengupload foto? siapa yang menulis pesan? siapa yang memanggil temannya? siapa yang menulis artikel? Ya, pengguna. Lebih jauh lagi, hampir sebagian besar situs di dunia ini (kecuali situs berita) merupakan situs yang menyediakan tempat penggunanya untuk saling berinteraksi.

Fenomena ini memang menarik. Dengan hanya menyediakan lahan, situs-situs ini masih bisa meraup untuk melalui iklan. Lihat saja berbagai macam iklan yang muncul di bagian kanan layar facebook atau youtube teman-teman. Well, lahan ada, pengguna ada, konten diserahkan para pengguna dengan suka rela. Karena kesukarelaan ini, maka segala sesuatu yang kita unggah ke internet adalah milik bersama. Foto, lagu, tulisan, dll. menjadi sesuatu yang sah untuk disimpan sebagai milik pribadi.

Karena itulah, ada orang yang membatasi dirinya dalam mengunggah file ke internet, takut privasinya berkurang, fotonya digunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai, dll. Semua kembali ke diri pengguna masing-masing. Saya sih nyantai. Bagi saya, kalau ada orang yang mengambil foto saya dan menyimpannya, artinya saya cukup menarik. Jika lagu saya didownload, artinya lagu saya bagus. Jika ada orang yang membuka-buka seluruh foto saya sampai sedetil-detilnya, artinya dia ngefans. Jika file-file saya digunakan dengan tidak semestinya, artinya saya pernah melakukan suatu kesalahan yang membuat orang lain sakit hati atau marah.

Ya, inilah internet kita saat ini. Selamat berinternet🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s