Sebuah Racauan untuk Bapak Presiden

Dear Bapak Presiden

Perkenalkan, saya hanyalah satu dari duara ratus sekian warga negara Indonesia. Saya juga hanya satu dari sekian banyak warga negara Indonesia yang saat ini tidak berada di Indonesia. Lebih khusus lagi, saya adalah salah satu pelajar asal Indonesia yang saat ini sedang menuntut ilmu di negara lain.

Tinggal di negara lain tidak membuat saya meninggalkan informasi dan berita tentang Indonesia. Setiap hari saya selalu menyempatkan diri untuk sekedar membuka berbagai macam situs berita Indonesia. Berita mengenai bencana alam, tindakan kriminal, KPK dan korupsi, anggota DPR yang berkunjung ke luar negeri, pemilu daerah, sampai persiapan pemilu 2014 nanti. Sebagian besar dari berita-berita tersebut bukanlah berita yang bisa disebut sebagai Good News. Sebergejolak itu ternyata Indonesia.

Jujur saja, saya dan banyak dari teman-teman saya merasa nyaman tinggal di luar negeri. Fasilitas yang lengkap dan penghargaan yang lebih tinggi (khususnya kepada pelajar seperti saya) menjadi 2 dari banyak alasan kami. Banyaknya berita yang tidak menyenangkan tentang Indonesia menambah daftar alasan kami tidak ingin pulang ke Indonesia. Jika keluarga saya tidak berada di Indonesia, mungkin saya akan memperpanjang masa tinggal di luar Indonesia sampai Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Tentu saja itu egois, saya lari dari Indonesia ketika keadaannya tidak baik dan kembali ketika Indonesia sudah menjadi baik. Saya hanya akan menjadi warga negara yang ingin menikmati pembangunan saja, tanpa ikut serta di dalamnya. Karena itu lah, saya tanamkan jauh sebelum saya berangkat ke sini, setelah saya lulus saya akan pulang dan ikut membangun Indonesia meskipun saya hanya bisa menyalakan satu lilin dari jutaan lilin untuk bisa membuat Indonesia bersinar terang lagi.

Bapak presiden, saya tahu bahwa tidak mudah mengurus Indonesia. Sangat susah malahan. Indonesia yang berbentuk kepulauan dengan sistem negara kesatuan merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk diatur dan dibangun secara merata. Di sini jelas, kita tidak bisa membandingkan bagaimana memimpin Indonesia dan negara lain secara apple to apple. Saya sangat menghargai bapak yang bersedia memimpin Indonesia, menerima kritikan dari banyak pihak, dll. Saya juga percaya, album-album yang bapak ciptakan selama menjadi presiden itu adalah sedikit dari cara bapak meredakan stres karena memikirkan Indonesia.

Namun prasangka baik saya di atas goyah ketika beberapa hari yang lalu saya membaca berita bahwa Bapak diangkat menjadi ketua umum partai yang mengusung Bapak pada pemilu yang lalu. Bagi saya, sangatlah tidak etis jika seseorang memimpin 2 lembaga pada waktu bersamaan. Jangankan Indonesia dan partai, menjadi seorang ketua panitia acara 17an di sekolah dan di kompleks pada waktu bersamaan saja susahnya bukan main. Masalah prioritas. mana yang harus diutamakan terlebih dahulu pasti selalu ada di pikiran orang tersebut. Saat ini bapak menjadi orang itu, orang yang memimpin 2 hal pada waktu bersamaan. Dan pada waktu bersamaan pula, Indonesia dan partai bapak sedang menghadapi banyak masalah. Bohong kalau Bapak bilang akan fokus ke Indonesia karena bapak sudah mengangkat ketua harian di partai bapak. terlebih partai ini adalah partai yang bapak bangun sendiri. Sama seperti seorang ibu terhadap anaknya, Bapak pasti tidak ingin partai Bapak terlantar dan kocar-kacir.

Apakah Bapak tidak sadar, banyak sekali orang yang menghujat Bapak karena keputusan bapak untuk menjadi ketua umum partai ini? Apakah bapak lupa dulu pernah meminta menteri-menteri untuk mundur jika masih fokus di partainya? Bapak ini bukan menteri saja, Bapak presiden!! Tanggung jawab Bapak jauh lebih besar daripada seorang menteri.

Karena itu lah, saya secara pribadi memohon kepada Bapak untuk meninggalkan jabatan ketua umum di partai tersebut dan kembali fokus ke Indonesia. Biarlah partai itu berjalan dan memperbaiki dirinya sendiri. Ketika Bapak menjadi presiden, sudah tidak pantas lagi Bapak memberikan perhatian berlebih kepada partai, bahkan meskipun partai tersebut yang mengusung Bapak. Rakyat di pelosok perlu listrik dan perlu makanan, rakyat Indonesia membutuhkan perhatian presidennya. Kami ingin memiliki presiden yang dapat dibanggakan, bukan karena lagu-lagunya yang banyak, bukan karena dapat membagi fokus kepada negara dan partai, tetapi presiden yang bisa dekat dan mampu mensejahterakan rakyatnya.

Salam hangat musim semi dari seorang warga negara Indonesia di negara lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s