Amankah Korea Selatan?

Berita di media A mengatakan Korea Utara (Korut) siap menyerang Korea Selatan(Korsel). Media B mengatakan bahwa Korut mengultimatum warga negara asing di Korsel untuk pergi segera. Media C mengatakan beberapa negara telah mengevakuasi warganya dari Korsel. Well, itu kata media-media, kawan-kawan. Apa yang sebenarnya terjadi di sini?

Berangkat pukul 8.45 pagi menuju lab, duduk manis di meja kerja, membaca dan menulis paper, mempersiapkan draft tesis, membuat kuliah untuk mahasiswa Universitas Terbuka, main game, dan kemudian ditutup dengan pulang ke rumah untuk tidur. Hal-hal di atas adalah hal normal yang saya lakukan sehari-hari. Hal-hal ini pun masih saya lakukan selama berita ancaman Korut ke Korsel muncul di media-media.

Ibu dan teman-teman saya pun tidak ketinggalan ikut khawatir dengan keadaan saya di sini.Tapi mereka semua hanya mengetahui keadaan kami dari berita-berita di media. Media-media itu pun belum tentu mendapatkan informasi keadaan di Korsel dari pihak pertama, mungkin saja sumber beritanya adalah sumber kesekian, dan informasinya sudah terdistorsi. Saya dan warga asing lain yang berada di sini, sampai tulisan ini dibuat, masih merasa biasa-biasa saja. Begitu pula dengan warga Korsel. Mereka berkata Korut memang sering mengancam Korsel dengan nuklirnya yang besar, namun mereka juga berkata itu hanya omongan saja. Hanya saja kali ini Korut menambah himbauan (atau ancaman) kepada warga asing di Korsel untuk segera meninggalkan Korsel. Tapi tenang, omongan hanyalah omongan. Toh jika memang keadaan semakin parah, teman-teman saya pasti sudah dipanggil pemerintah Korsel untuk menjadi tentara perang.

Jadi, saya tekankan di sini, bahwa sampai saat ini, kondisi di Korea Selatan aman terkendali. Daripada percaya begitu saja kepada koran dan media, silakan cari tahu langsung informasi dari orang-orang yang memang berada di lokasi. Dan daripada melihat wajah prseiden Korut yang nampak sadis, mari lihat wajah Psy Gangnam Style yang mirip-mirip beliau.

Selamat menikmati musim semi…

4 thoughts on “Amankah Korea Selatan?

  1. Mas Yonny,

    Mohon informasi akomodasi, transportasi dan makanan halal di korea dong. (via japri is preferred). Saya InsyaAllah ke korea (kemungkinan seoul atau gumi city) untuk support project MCTC pada july 2013 selama +- 3 minggu (mana pas bulan puasa lagi). Terimakasih. Untuk akomodasi diharapkan yang sekitar Rp400rb kebawah.

    Salam,
    Fudail

    • saya balas di sini saja ya.
      Itu akomodasi 400rb per hari kan, bukan buat 3 minggu? Kalo 400rb untuk 3 minggu nampaknya agak susah, bahkan untuk sekali makan saja paling standar itu 20rb rupiah dan penginapan semalam sekitar 200rb-300rb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s