Tentang Kriteria – Blink

Saya membaca sebuah buku berjudul Blink yang dibuat oleh Malcolm Gladwell, seorang pengarang yang terkenal lewat Tipping Point dan Outliers. Dalan buku ini ditulis tentang kemampuan setiap orang di dunia untuk mendapatkan suatu gambaran utuh atas suatu hal yang diliat hanya dalam beberapa detik saja. Ada sebuah cerita yang cukup menarik di buku ini, dan saya akan menuliskan ulang cerita tersebut menggunakan bahasa saya sendiri.

Di suatu tempat, diadakan suatu acara yang disebut dengan kencan kilat. Seperti namanya, acara ini bertujuan sebagai sarana untuk mencari pasangan. Ada 10 wanita dan 10 pria di acara ini. Masing-masing dari mereka akan diberikan waktu 1 menit untuk duduk di meja yang sama dan melakukan apa saja. Setiap orang juga diberi sebuah kertas untuk menulis nama orang yang mereka rasa cocok. Orang yang mengadakan acara ini akan memberikan kontak orang yang dirasa cocok kepadanya jika dan hanya jika orang yang dirasa cocok itu juga merasa cocok. Singkat kata, jika keduanya sama-sama cocok, maka si pembuat acara akan memberikan kontaknya (kemungkinan besar dengan tebusan uang sekian dolar).

Sebutlah A, seorang wanita. Sejak dari rumah, A sudah menyiapkan berbagai macam kriteria yang dia inginkan dari pria untuk menjadi pasangannya. Begitu lengkapnya kriteria A, sampai-sampai dia berpikir bahwa dia akan sangat sulit menemukan pria tersebut. Di acara tersebut, A duduk bersama beberapa pria, dan memang tidak ada yang sesuai dengannya. Sampai pada akhirnya A duduk semeja dengan B, seorang pria yang sangat menarik. Seketika itu pula B, dengan ketenangannya, caranya menatap, dan caranya bicara, menarik hati A. Di sisi lain, B pun tertarik dengan A yang menurutnya cantik, cerdas, dan anggun. Akhirnya, A menulis nama B di kertasnya, dan B menulis nama A di kertasnya.

Saat A menyerahkan kertasnya kepada pembuat acara, si pembuat acara bertanya kepada A tentang kriteria pria untuk menjadi pasangannya. Tanpa berpikir panjang, A menyebutkan kriteria-kriteria yang menjurus ke B, bukan lagi kriteria-keriteria awalnya. Memang tidak 100% berbeda, masih ada kriteria yang beririsan, yang ditinggalkan, dan ditambahkan. Dan bisa ditebak, B pun mengungkapkan kriteria-kriteria pasangan yang juga menjurus ke A, bukan kriteria-kriteria awalnya.

Pertanyaannya, mana kriteria yang memang dibuat secara sadar oleh A dan B? Kriteria awal yang mereka buat sebelum acara itu? Atau malah kriteria yang mereka ungkapkan kepada pembuat acara seusai acara?

One thought on “Tentang Kriteria – Blink

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s