‘SMS Cinta’ dari Pemilik Rumah

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, saat ini saya sudah tidak lagi tinggal di asrama, tetapi tinggal di sebuah kamar yang sering disebut ‘One-Room’ karena hanya terdiri dari satu kamar tidur saja. Hidup seorang diri di kamar ini membuat saya merasa menjadi orang Korea yang sering muncul di drama-drama. Belanja ke toko, ‘ngobrol’ dengan ibu penjual, masak masakan korea (tentu saja masakan instan), dan tidur menggunakan kasur lantai adalah hal-hal yang sering saya lihat di drama-drama. Hal-hal itulah yang juga saya lakukan sehari-hari selama tinggal di ‘One-Room’ ini.

Beberapa waktu lalu, terjadi pergantian pemilik bangunan ‘One-Room’ yang saya tempati. Secara umum tidak tampak perubahan apa-apa bagi saya. Hidup berjalan normal seperti biasa, berangkat pagi dan pulang malam. Hanya saja di kaca jendela ditempel sebuah pengumuman yang saya baca sepintas berhubungan dengan cara pembuangan sampah. Saya membaca kata-kata 쓰레기, 봉투, dan 수요일, yang berarti sampah, plastik, dan Rabu. Sebenarnya masih banyak kalimat di pengumuman itu, tetapi otak saya langsung mengasosiasikan kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat,

Sampah harus dimasukkan ke dalam plastik dan dibuang setiap hari Rabu.

Hari ini hari Rabu, saya menyiapkan sampah yang berada di kamar saya dan memasukkannya ke dalam plastik dengan rapi. Saat saya berangkat menuju lab, saya letakkan sampah itu di pojokan halaman rumah, tempat orang-orang biasa meletakkan plastik sampahnya.

Sesampainya di lab, saya duduk manis di depan komputer dan melanjutkan editing draft thesis. tiba-tiba ada sms masuk.

한번 더 쓰레기불법투기 시에는 시청고발 조치될수 있습니다

-원세미텔-

Begitu membaca ada kata ‘sampah’ di sms itu, saya langsung paham bahwa ini pasti terkait dengan sampah yang saya buang tadi pagi. Ada kata-kata ‘akan dilaporkan’ dalam sms itu. Saya pun menanyakan kepada teman lab tentang prosedur pembuangan sampah yang benar. Untungnya pengumuman tentang sampah itu sempat saya foto.

Kata teman saya, pengumuman itu berisi larangan membuang sampah sembarangan, sampah biasa harus dimasukkan plastik yang diedarkan oleh pemerintah kota Gimhae, sambah organik dimasukkan ke tong sampah organik, dan sampah daur ulang dimasukkan ke plastik putih. Harap sampah-sampah dibuang hari Rabu malam.

Kesalahan saya adalah saya membuang sampah menggunakan plastik biasa, bukan plastik resmi dari kota Gimhae. Kalau dipikir-pikir, alurnya memang benar. Dengan warga membeli sampah dari pemerintah Gimhae , artinya warga menyumbang untuk kota Gimhae, termasuk biaya pengolahan sampah dan gaji orang-orang yang mengurus sampah tersebut. Maaf ya, ke depannya saya akan membuang sampah dengan baik dan benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s