Done !?!?

Kemarin saya ngetwit dan menulis status Facebook menggunakan kata yang sama, done. Sebelum masuk ke apa yang telah selesai, mari flashback sejenak ke beberapa bulan terakhir. Pada bulan-bulan itu saya sibuk mempersiapkan program untuk tesis, lengkap dengan draftnya. Draft itu pun dikumpulkan pada pertengahan bulan April yang lalu. Pada saat itu, satu beban terlepas. Beban lain masih menunggu, sidang tesis itu sendiri.

Sejujurnya, dalam masa menuju sidang ini, saya tidak merasakan perasaan deg-degan yang sama saat saya menjalani sidang S1 di kampus gajah. Akhir-akhir ini saya memang lebih senang menyiapkan segala hal beberapa hari/minggu sebelumnya, termasuk untuk slide sidang ini. Saya mempersiapkannya 2 minggu sebelumnya dengan harapan sisa waktunya dapat saya gunakan untuk revisi slide dan latihan. Iya sih saya membaca dan mereview slide itu, namun pastinya tidak semua waktu saya gunakan untuk itu. Saya masih sempat bermain game, jalan-jalan di sekitar kota, dll. Sampai-sampai teman lab saya bertanya, “Yon, kamu nggak deg-degan?” Saya pun menjawab, “tidak, biasa aja.” Kesantaian saya ini lah yang sebenarnya membuat saya deg-degan. Istilahnya saya deg-degan kenapa saya tidak terlalu deg-degan.🙂

Hari H-1, terjadi hal-hal yang tidak biasa. Pertama adalah jatuhnya tiang gantungan pakaian di kamar saya. Tiang tambahan yang saya pasang pada hari pertama saya menempati kamar tiva-tiba jatuh dan menimpa saya yang sedang browsing. Siluet bayangan jatuhnya tiang itu sempat tertangkap oleh mata saya, sehingga saya dapat bersiap menahan beban dari jaket dan pakaian yang saya gantung di sana.

Yang kedua adalah mimpi yang aneh. Dalam mimpi itu, saya berada di dalam pesawat menuju suatu negara. Entah negara apa itu, yang jelas mereka menggunakan bahasa Perancis. Hal itu saya sadari sesampainya saya di sana. Saya menuju semuah kampus bernama Universidad xxx (saya lupa apa xxx ini). Sesampainya di depan kampus, saya bingung apa yang harus saya lakukan. Saya melihat dokumen-dokumen yang saya bawa, tidak ada satu pun hal yang menunjukkan apa yang harus saya lakukan. Saya pun berkeliling sambil berburu foto. Sampai pada akhirnya saya melihat paspor dan visa negara yang saya kunjungi itu. Saya pun shock melihat masa aktif visa itu hanya 2 hari, artinya besok saya harus pulang kembali. Keadaan pada saat itu adalah kebingungan yang luar biasa dan diakhiri dengan saya yang terbangun dari tidur.

Seusai solat subuh, saya kembali tidur dan hal ketiga pun terjadi. Saya kembali bermimpi dan kali ini saya berada di Inggris. Saya bersama beberapa orang tinggal di suatu kastil yang sangat besar namun modern. Meskipun begitu, jalan masuknya harus ditempuh menggunakan perahu. Setelah beberapa saat di sana, saya pun mengetahui bahwa saya berada di sana untuk suatu kerja suka rela. Saya dan beberapa orang lain mendapat tugas untuk menghibur orang-orang tua di alun-alun dengan memainkan seruling. Entah apa maksud mimpi itu, yang jelas saya kemudian terbangun.

Namun apapun itu, akhirnya hari-h sidang pun datang kemarin (12 Mei 2013). Ketiga kejadian di atas membuat saya lebih memikirkan sidang saya yang akan berlangsung 8 jam dari saat saya bangun itu. Saya pun membaca ulang slide presentasi saya dan berlatih beberapa kali lagi. Menjelang dhuhur saya berangkat ke kampus dan duduk sejenak di lab. Pukul 14.45 saya menuju ke ruang sidang untuk mempersiapkan segala hal, mulai komputer, proyektor, dan remote powerpoint. Tidak lupa saya mengenakan jas yang selama di korea baru saya kenakan 1 kali. Pukul 15.30, semua teman-teman saya telah berkumpul, namun 1 orang penguji masih belum datang. Selang 5 menit kemudian, beliau datang, dan presentasi pun dimulai.

Saya mempresentasikan hasil kerja saya dengan cukup meyakinkan meskipun saya harus berlomba dengan waktu untuk menyelesaikan 40 slide dalam 20 menit. Terbukti, seusai presentasi, salah seorang penguji mengatakan presentasi saya terlalu cepat di beberapa bagian. Namun untungnya itu tidak menjadi masalah. Pertanyaan dari penguji pun bisa jawab dengan baik. Beberapa masukan dari penguji juga telah saya tulis dicatatan saya, siap untuk menulis revisi. Pendek kata, sidang saya pun selesai. Berbeda dengan sidang S1 yang diumumkan hasilnya beberapa menit setelah sidang, di sini tidak ada pengumuman lulus setelah sidang. Nampaknya memang harus menanti revisi dan yudisium dari para profesor.

Akhir kata, lewat tulisan ini, saya menyampaikan terima kasih kepada semuanya yang sudah mendoakan tanpa henti, baik itu keluarga, teman, teman dekat, dll. Yup, saya sudah selangkah lebih dekat menuju saat kembali ke Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s