The 6th Concert: Jason Mraz

Selama hampir 2 tahun di Korea, saya sudah menonton beberapa konser, mulai dari konser gratis sampai berbayar, mulai artis Korea sampai artis luar. Konser pertama yang saya tonton adalah Asia Song Festival 2011 di Daegu Stadium, Daegu. Kemudian berturut-turut saya menonton konser L’arc en Ciel, Depapepe, Busan Fireworks Festival Concert, dan Maroon 5.

Hari Jumat lalu, 17 Mei 2013, saya kembali menuju ke Seoul untuk menonton salah satu artis yang jadikan sebagai role model penyanyi pria bergitar, Jason Mraz. selain Mraz, untuk tipe penyanyi yang sama, saya juga suka dengan John Mayer, James Morrison, dan Sondre Lerche. Jadilah saya langsung memesan tiket konser Jason Mraz di Seoul ini lewat teman saya begitu mengetahui informasi tentang konser ini.

Sungguh tidak sia-sia saya menempuh perjalanan dari Gimhae ke Seoul untuk konser ini. Begitu pula dengan pengorbanan berdiri sekitar 4 jam selama menanti open gate dan menanti munculnya Jason sendiri. Pukul 6, gate dibuka dan para penonton memasuki stadion mini satu per satu. Begitu masuk stadion, kami masih perlu menunggu beberapa saat konser dimulai. Begitu senangnya para penonton melihat Jason Mraz muncul dan menyapa para penonton. Sayang, dia hanya menyapa dan mempersilakan artis-artis tambahan masuk.

Seusai grup DJ Korea, penyanyi country Korea, dan band baru Amerika tampil, langit pun telah menjadi gelap. Pada saat itulah Jason Mraz dan band benar-benar muncul dan mulai menyanyikan lagu-lagu baru dan hitsnya. Butterfly, Make It Mine, Live High, Lucky, Remedy, You and I Both, Frank D. Fixer, Everything is Sound mengalun dengan keren dan indahnya. Terlebih karena dia menyelipkan aransemen-aransemen baru dan interaksi yang cukup banyak dengan penonton.

Begitu Jason mengundang Sungha Jung, gitaris muda Korea, penonton bersorak makin keras. Akhir konser pun mulai tampak ketika dia menyanyikan I Won’t Give Up. Seluruh penampil keluar panggung setelah lagu itu usai dinyanyikan, namuun mereka semua tahu ada satu lagu yang belum dimainkan, I’m Yours. Benar saja, sesaat kemudian seluruh penampil muncul dan I’m Yours dimainkan. Puas!!! Hanya itu yang saya katakan untuk konser ini, sama puasnya ketika saya menonton konser Maroon 5.

Sampai jumpa di konser berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s